Petrus menolak, sebab hari siang tidak tepat untuk menangkap ikan, akan tetapi karena taat kepada Yesus iapun menebarkan jalanya dan menangkap sejumlah besar ikan. Petrus diliputi oleh perasaan takut dan berlutut dihadapan Guru dan mengakui dosa-dosanya dan kelemahannya. Akan tetapi ia mengatakan bahwa mulai sekarang ia akan menjadi penjala manusia.
Bagian akhir perikop, “Ia meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti-Nya”. Misi “menjala manusia” bukan hanya ditujukan kepada Petrus, akan tetapi kepada siapa saja yang mengikuti-Nya, yakni kepada semua murid-Nya. Marilah kita sekarang mencoba untuk mengerti pesan Yesus.
Yesus tidak lagi mengajar di Sinagoga. Ia melakukannya dari atas perahu Simon.(ay 3). Sejak saat itu, satu-satunya tempat dimana kita dapat mendengar sabda ALLAH yakni dalam komunitas Kristen, dimana semua orang dapat melihat terang, penghiburan dan harapan yang akan datang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Orang semacam apa yang akan kita jumpai di dalam perahu, yang adalah Gereja?
Apakah mereka semua adalah orang-orang kudus? Hanya ALLAH yang kudus (“Engkau engkau yang kudus!”). Di dalam kapal, Gereja, kita akan bertemu dengan orang yang baik, melalui mereka yang berdosa.
Akan tetapi bila orang yang berada di perahu itu adalah orang-orang berdosa, paling kurang itu masih dari perahu ini yang darinya Tuhan Yesus mewartakan Sabda ALLAH.
Bagian kedua: Pertrus yang bertolak ke air yang lebih dalam (ay 4) ia adalah orang yang menyampaikan imannya akan kata-kata Yesus (ay 5); Ia yang memperkenalkan Yesus sebagai “Tuhan” (ay 8); ia adalah satu-satunya yang diundang untuk menjadi “penjala manusia” (ay 10).
Semua hal ini menunjukkan Petrus masuk dalam pelayanan khusus di dalam Gereja. Tugasnya untuk mendengarkan sabda Tuhan dan bukan kembali lagi ke tempat di mana ia selalu menangkap ikan serta pengalaman ia menangkap ikan, akan tetapi sesuai dengan keinginan Guru untuk melabuhkan pukatnya.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya