Khotbah Katolik Minggu Biasa V || RD Ansel Leu

- Editor

Sabtu, 5 Februari 2022 - 13:01 WITA

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Petrus menolak, sebab hari siang tidak tepat untuk menangkap ikan, akan tetapi karena taat kepada Yesus iapun menebarkan jalanya dan menangkap sejumlah besar ikan. Petrus diliputi oleh perasaan takut dan berlutut dihadapan Guru dan mengakui dosa-dosanya dan kelemahannya. Akan tetapi ia mengatakan bahwa mulai sekarang ia akan menjadi penjala manusia.

Bagian akhir perikop, “Ia meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti-Nya”. Misi “menjala manusia” bukan hanya ditujukan kepada Petrus, akan tetapi kepada siapa saja yang mengikuti-Nya, yakni kepada semua murid-Nya. Marilah kita sekarang mencoba untuk mengerti pesan Yesus.

Yesus tidak lagi mengajar di Sinagoga. Ia melakukannya dari atas perahu Simon.(ay 3). Sejak saat itu, satu-satunya tempat dimana kita dapat mendengar sabda ALLAH yakni dalam komunitas Kristen, dimana semua orang dapat melihat terang, penghiburan dan harapan yang akan datang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Orang semacam apa yang akan kita jumpai di dalam perahu, yang adalah Gereja?

Apakah mereka semua adalah orang-orang kudus? Hanya ALLAH yang kudus (“Engkau engkau yang kudus!”). Di dalam kapal, Gereja, kita akan bertemu dengan orang yang baik, melalui mereka yang berdosa.

Akan tetapi bila orang yang berada di perahu itu adalah orang-orang berdosa, paling kurang itu masih dari perahu ini yang darinya Tuhan Yesus mewartakan Sabda ALLAH.

Bagian kedua: Pertrus yang bertolak ke air yang lebih dalam (ay 4) ia adalah orang yang menyampaikan imannya akan kata-kata Yesus (ay 5); Ia yang memperkenalkan Yesus sebagai “Tuhan” (ay 8); ia adalah satu-satunya yang diundang untuk menjadi “penjala manusia” (ay 10).

Semua hal ini menunjukkan Petrus masuk dalam pelayanan khusus di dalam Gereja. Tugasnya untuk mendengarkan sabda Tuhan dan bukan kembali lagi ke tempat di mana ia selalu menangkap ikan serta pengalaman ia menangkap ikan, akan tetapi sesuai dengan keinginan Guru untuk melabuhkan pukatnya.

Facebook Coment

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas
Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup
FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM
Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 08:49 WITA

Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

Kamis, 14 Mei 2026 - 23:21 WITA

200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:48 WITA

Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:32 WITA

Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Ekaristi Kudus: Roti Hidup Penjamin Kehidupan Kekal

Sabtu, 6 Jun 2026 - 15:34 WITA

INSPIRASI

Dari Konten ke Pewartaan: Misi Komsos Menjangkau Dunia

Senin, 1 Jun 2026 - 10:47 WITA

INSPIRASI

Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya

Senin, 1 Jun 2026 - 08:49 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Misteri Kasih Allah dalam Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:30 WITA

error: Content is protected !!
Exit mobile version