BERITA  

Khotbah Katolik Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

Oleh Rd. Ansel Leu – Pastor Paroki Camplong

Bacaan Pertama (Kel. 24: 3-8

Orang dulu memegang dengan khikmat dan ritus-ritus yang bertele-tele dari himpunan umat. Orang Israel merayakan  sebuah persekutan dengan darah binatang-binatang kurban.

Bacaan hari ini menyampaikan kepada kita bagaimana pada suatu hari di bawah kaki gunung Sinai ALLAH membuat perjanjian dengan Israel. Ia berjanji untuk melindungi dan membela hubungan timbal-balik mereka melaksanaka sebuah upacara. Musa menyampaikan kepada umatnya tuntutan yang diletakkan oleh Tuhan dan berkata kepada Israel   bahwa mereka siap untuk  taat kepada-Nya untuk selama-lamanya. Orang Israel menerima (ay 3). Musa membuat sebuah altar dengan duabelas tiang batu, simbol  kehadiran duabelas suku Israel. Orang-orang muda mempersembahkan hewan kurban sebagai persembahan kepada ALLAH.

Musa mengambil darah hewan kurban dan menuangkan setengahnya pada altar itu (tanda kehadiran Tuhan) dan setengahnya di atas dua belas batu (tanda kehadiran Dua belas suku Israel).

Apa makna ritus ini? Penuangan darah kurban berarti sejak saat itu ALLAH dan Israel seperti satu pribadi, sebagaimana mereka membagikan darah yang sama. Melawan yang satu sama dengan melawan yang lain. Mereka berhubungan untuk selama-lamanya. Perjanjian ini menjadi pilihan bagi penghinaan oleh bangsa Israel. Ketika mereka lalai melaksanakan janji, sering  ALLAH  meninggalkan mereka dengan kemengan musuh-musuhnya. ALLAH berjanji melalui para nabi dan pada suatu hari Ia akan membuat Perjanjian Baru. Kita adalah umat dari Perjanjian baru itu. Jika kita ingin mengerti perjanjian itu  kita harus kembali ke Perjanjian Lamata. Dalam bacaan I, bangsa Israel berjanji untuk mematuhi perjanjian yang diletakkan oleh Tuhan. Umat Israel mengulagi keputusan mereka untuk menyetujui (ay 3 dan 7). Perjanjian Baru tertulis dalam Ekaristi jaminan komitmen dan loyalitas kita.

Baca Juga  PESAN BAPA SUCI PAUS FRANSISKUS PADA HARI KOMUNIKASI SEDUNIA KE-55 16 MEI 2021

Perubahan hati kita tidak tergantung dari berapa banyak kali kita menerima Komuni Kudus, akan tetapi akan iman  yang dengannya kita menerimanya. Efektifitas Ekaristi di dalam diri kita mengikatkan kita dengan penegasan komitmen kita untuk membiarkan diri kita dibentuk oleh dan diidentifikasikan dengan Kristus yang kita  terima dalam sakramen . Tanpa iman, tanpa penerima dari hati kita, Darah Perjanjian Baru tiada artinya.

Bacaan Kedua (Ibr. 9: 11-15)

Aturan untuk mengerti teks Kitab Suci ini, pertama-tama kita harus mengetahui sesuatu tentang ritus mana yang dimaksudkan. Setiap tahun orang-orang Israel merayakan pesta akhir tahun, untuk menghapus semua dosa yang mereka lakukan  sepanjang tahun dan untuk membaharui  hubungan persaudaraan mereka dengan Tuhan. Imam Agung masuk ke dalam  tempat kudus Kenisah ALLAH sendirian, yaitu, ke dalam “Tempat paling Kudus” dimana ALLAH tinggal dan di situlah darah perjanjian ditumpahkan. Penulis surat Ibrani membandingkan tanda ini  dengan Imam Agung yakni Kritus dan mengatakan bahwa Perjanjian Baru lebih besar daripada Imam Perjanjian Baru dalam beberapa hal. Pertama-tama darah yang digunakan di dalam Perjanjian Lama dari darah domba dan anak lembu, sedangkan Kristus mempersembahkan darah-Nya sendiri (ay 11-12). Imam Agung  harus mengulangi ritus kurbanya setiap tahun, sebab ia terbatas. Kristus mempersembahkan darah-Nya satu kali akan tetapi untuk selamanya sebab kurban-Nya sempurna dan telah membersihkan kita dari dosa-dosa kita (ay 13-15). Dalam bacaan hari ini kita mendengar tentang “darah” penting untuk merubah kita. Apakah “darah” ini dapat membersihkan dan mengubah kita?

Baca Juga  Telah Dibuka Registrasi Akun LTMPT berikut cara-caranya

Ada banyak orang yang menjadi kaya karena mengeksploitasi orang lain, menumpahkan darah orang lain. Mereka adalah orang lain yang bekerja keras untuk memperbaiki keadaan kehidupan keluarga mereka, membantu mereka dengan penyucian diri mereka. Mereka bekerja di negara yang jauh, di dalam perut bumi yang dalam,- Merekalah orang-orang yang menumpahkan “darah” mereka sendiri untuk mencintai orang lain. Mereka bekerja dengan Kristus untuk menghapus dara kita untuk menciptakan manusia baru.

Bacaan Injil (Mrk. 14 : 12 – 16. 22 – 26 )

Kita dapat membagi perikop Injil hari ini ke dalam dua bagian. Bagian pertama (ay 12 – 16). Bagian yang menceriterakan tentang persiapan Perjamuan terakhir dan bagian kedua (ay. 22-26), penetapan Ekaristi. Mahasiswa Biblicum setuju bahwa ayat-ayat itu adalah teks yang dipergunakan oleh komunitas umat Kristen Perdana untuk merayakan perayaan ekaristi, sebuah teks yang dimasukkan ke dalam Injil.

            Apa itu Ekaristi? Yesus melaksanakan hal yang riil untuk komunitas. Tubuh dan darah-Nya hadir secara terpisah pada altar di bawah tanda Roti dan Anggur, menandakan persembahan-Nya yang total.

            Apa pengaruh dari Persekutuan Ekaristis? Untuk memahaminya kita harus mencari sumber / kembali ke Perjanjian Lama.

            Pada kaki Gunung Sinai, Israel menjadi sekutu dengan ALLAH, hubungan darah, melalui darah yang selalu kita lihat. Perjanjian ini memiliki tujuan duniawi : untuk mendapatkan Pertolongan ALLAH dalam melindungi tandah dan perlindungannya terhadap musuh-musuh. Darah Perjanjian Baru (24) tidak lagi bertujuan duniawi, dan bertujuan untuk membentuk sebuah komunitas sadara-saudari yang “berhubungan darah” dengan Kristus. Barangsiapa makan Tubuh-Nya dan minum darah-Nya, mengambil bagian dan menjadi manusia baru, bermulanya kemanusiaan yan gbaru yang hanya ada satu hukum adalah untuk menolong / melayani orang lain.

            Barangsiapa menerima komuni melakukan sebelum seluruh komunitas menjadikan hidupnya identik dengan hidup Kristus dan mereka mewartakan didikan yang total untuk melayani orang lain. Itulah makanya Paulus meminta kita untuk menguji hati kita dengan baik, sebelum menerima Ekaristi : Bagaimana kita memiliki disposisi batun ini? Meskipun kegiatan makan Tubuh dan Minum darah Kristus palsu (1 Kor. 11 : 28 – 29).

Baca Juga  Pancasila Mengikat Perbedaan - Opini

            Inilah masalah untuk memutuskan untuk menghidupi cinta Kristus. Sakramen ini tidak ditetapkan hanya kepada seorang pribadi, untuk memampukan kita untuk bertemu dengan Kristus secara pribadi, untuk menguatkan semangat isolatif. Ekaristi berarti menjadi makanan bagi komunitas. Roti dipecah-pecahkan di antara saudara-saudara dan saudari (tidak kurang dari dua) sebab tanda dari manusia baru lahir dari kebangkitan Kristus dalam komunitas.

            Darah Perjanjian baru, disampaikan injil hari ini, telah ditumpahkan bagi banyak orang. ini mengungkapkan bahwa dalam bahasa Yesus berarti ditumpahkan bagi semua orang. Dengan demikian setap orang benar-benar menjadi dapat diterima ke dalam komunitas. ALLAH tidak  membuat perbedaan antara yang suci dan yang berdosa, ras yang lebih besar dan yang lebih kecil, ras bersih dan tidak bersih. Dalam Ekaristi kita semua adalah sesama dan kita semua diundang untuk masuk ke dalam persekutuan dengan Kristus.

            Mengapa Ekaristi yang diterima tetap satu?Marilah, saya menjelaskan dengan sebuah contoh: dua orang muda meminta—saling meminta. Mereka saling mencintai. Mereka memutuskan untuk menikah dan berjanji untuk saling mencintai, juga di hadapan seluruh komunitas. Ini adalah sebuah jawab “ya” dan sekarang jawaban itu selalu diulangi setiap waktu mereka melaksanakan sesuatu kepada semua orang, mereka berkata “ya” sekali lagi”

dipublikasikan oleh Seksi Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

3 views
error: Content is protected !!