Oleh Rm. Chris Taus, Pr – Paroki Sta. Helena Lili – Camplong
Hari ini kita merayakan migggu Palma. Kita mengenang Yesus masuk kota Yerusalem untuk memulai misteri penderitaanNya. Dengan merayakan mingggu Palma, kita juga membuka perayaan-perayaan Pekan Suci. Dalam perayaan Pekan Suci, kita kembali mengenang saat-saat akhir hidup Yesus di dunia.
Ada beberapa peristiwa penting yang akan kita kenang selama pekan minggu ini. Seperti bagaimana Yesus Yesus masuk kota Yerusalem, lalu reaksi imam-imam kepala, ahli taurat dan farisi, dan tua-tua orangg Yahudi.
Perjamuan Malam yang terakhir, Yesus berdoa di taman Getsemani, penangkapan, pengadilan Pilatus dan Mahkamah Agama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyaliban, kematian dan penguburan Yesus.
Peristiwa-peristiwa ini terjadi di saat orang-orang Yahudi masuk Yerusalem untuk merayakan minggu Pondok Daun, (dengan daun Palma) dan persiapan Perayaan Paskah Yahudi Perjanjian Lama. Karena itu orang-orang yahudi datang ke Yerusalem untuk rayakan Paska, dan penyucian diri.
Yesus tetap berteguh hati datang ke Yerusalem pada saat bersamaan dengan perayaan Minggu Pondok Daun, Karena bagi Yesus ini adalah saat Rahmat yang direncanakan oleh Allah BapaNya. Yesus sangat tahu dan sadar penuh, akan segala sesuatu yang akan menimpa DiriNya.
Sangat menarik bahwa pada saat Yesus masuk kota Yerusalem, Yesus, diarak, disoraki dengan teriakan-teriakan sanjungan sebagai RAJA DAN PUTERA DAUD, dll, oleh khalayak ramai, rakyat jelata, yang selalu mereka saksikan Yesus ketika Yesus berada di tengah-tengah mereka. Mereka juga membentangkan pakaian di jalan.
Rakyat jelata buat ini, karena mereka saksikan dan alami langsung bagaimana Yesus mengajarkan mereka dengan penuh kuasa dan wibawa, tentang KABAR GEMBIRA KESELAMATAN KERAJAAN ALLAH, dan meneguhknya dengan tanda-tanda heran dan mukjizat bagi mereka.
Orang buta melihat, orang tuli mendengar, orang bisu berbicara, orang lumpuh berjalan, orang tawanan diberi pembebasan, orang lapar dikenyangkan, orang berdosa diberi pengampunan, orang mati dibangkitkan lagi..dst.
Inilah yang membuat mereka bergembira mengarak Yesus dengan daun Palma di tangan masuk kota Yerusalem. Mereka tulus memberi penghormatan ini kepada Yesus.
Injil mengisahkan peristiwa ini, dengab cerita Yesus menunggang hanya seekor keledai, bukan keledai jantan (gengsi dan harga diri) tetapi keledai betina, dan juga keledai pinjaman punya orang.
Yesus sengaja baik keledai betina, bagi orang Yahudi keledai betina adalah keledai beban. Khusus hanya untuk pikul beban. Yesus naik keledai simbol. Yesus menjadikan DiriNya keledai beban dosa. Semakin kita beri beban dosa, semakin Ia kuat pikul.
Selamat Merayakan Hari Minggu Palma
Luk,19,28-40
Penulis : Rm. Chris Taus, Pr.
Editor : Del Neonub _ Komsos Sta. Helena







