Hidup Kaya di Dunia, Menderita di Surga? Kotbah Minggu Biasa XXVI
Bacaan Kitab Suci:
Amos 6:1.4-7
Lukas 16:19-31
Pengantar
Sudah dua minggu Yesus berbicara tentang harta kekayaan duniawi (mamon), orang miskin, dan jalan masuk ke surga. Artinya, harta kekayaan duniawi itu memang penting, tetapi bukan tujuan akhir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Minggu lalu kita mendengar perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur. Yesus mengingatkan kita agar menggunakan harta duniawi untuk memperoleh harta surgawi.
Hari Minggu ini kita mendengar perumpamaan tentang orang kaya dan Lazarus yang miskin. Yesus menegaskan: harta duniawi harus dipergunakan untuk membantu sesama yang miskin dan menderita. Inilah syarat masuk ke dalam surga.
Kisah Perumpamaan
Yesus menampilkan dua tokoh yang kontras: orang kaya dan Lazarus.
Orang kaya: hidup mewah, berpesta pora, berpakaian jubah ungu dan kain halus.
Lazarus: hidup miskin, berbaring di depan pintu rumah orang kaya itu, mengemis remah-remah roti yang jatuh dari meja. Namun, ia pun tidak mendapatkannya.
Akhir hidup mereka berbeda total:
Lazarus dibawa malaikat ke pangkuan Abraham, bapak leluhur kaum beriman. Ia hidup bahagia.
Orang kaya mati dan masuk ke tempat gelap penuh penderitaan, dipisahkan oleh jurang yang tak terjembatani.
Orang kaya itu meminta belas kasihan Abraham agar Lazarus mencelupkan jarinya ke air untuk menyejukkan lidahnya. Namun Abraham menjawab:
“Anak, ingatlah, engkau sudah menerima yang baik di dunia, sedangkan Lazarus yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan, dan engkau menderita.”
Suara Nabi Amos
Nabi Amos sejak awal sudah peka terhadap ketidakadilan sosial. Ia menegur para penguasa Israel yang hidup mewah dan berfoya-foya, sementara rakyat menderita. Amos menegaskan: semua yang hidup berlebihan dan tidak peduli pada sesama akan menerima hukuman dari Allah.
Pesan Iman
- Jika ingin masuk surga, gunakanlah harta kekayaan duniawi untuk membantu orang miskin di sekitar kita.
- Hidup kita hendaknya didasari cinta kasih.
Di dunia ini: orang kaya menolong orang miskin.
Kelak di surga: orang miskin akan menjadi penghibur bagi mereka yang telah bermurah hati.







