Harta Duniawi sebagai Sarana, Bukan Tujuan

Kotbah Katolik oleh Rm. Chris Taus, Pr. - Paroki Sta. Helena Camplong

- Editor

Jumat, 26 September 2025 - 21:12 WITA

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Hidup Kaya di Dunia, Menderita di Surga? Kotbah Minggu Biasa XXVI

Bacaan Kitab Suci:
Amos 6:1.4-7
Lukas 16:19-31

Pengantar

Sudah dua minggu Yesus berbicara tentang harta kekayaan duniawi (mamon), orang miskin, dan jalan masuk ke surga. Artinya, harta kekayaan duniawi itu memang penting, tetapi bukan tujuan akhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Minggu lalu kita mendengar perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur. Yesus mengingatkan kita agar menggunakan harta duniawi untuk memperoleh harta surgawi.

Hari Minggu ini kita mendengar perumpamaan tentang orang kaya dan Lazarus yang miskin. Yesus menegaskan: harta duniawi harus dipergunakan untuk membantu sesama yang miskin dan menderita. Inilah syarat masuk ke dalam surga.

Kisah Perumpamaan

Yesus menampilkan dua tokoh yang kontras: orang kaya dan Lazarus.

Orang kaya: hidup mewah, berpesta pora, berpakaian jubah ungu dan kain halus.

Lazarus: hidup miskin, berbaring di depan pintu rumah orang kaya itu, mengemis remah-remah roti yang jatuh dari meja. Namun, ia pun tidak mendapatkannya.

Akhir hidup mereka berbeda total:

Lazarus dibawa malaikat ke pangkuan Abraham, bapak leluhur kaum beriman. Ia hidup bahagia.

Orang kaya mati dan masuk ke tempat gelap penuh penderitaan, dipisahkan oleh jurang yang tak terjembatani.

Orang kaya itu meminta belas kasihan Abraham agar Lazarus mencelupkan jarinya ke air untuk menyejukkan lidahnya. Namun Abraham menjawab:
“Anak, ingatlah, engkau sudah menerima yang baik di dunia, sedangkan Lazarus yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan, dan engkau menderita.”

Suara Nabi Amos

Nabi Amos sejak awal sudah peka terhadap ketidakadilan sosial. Ia menegur para penguasa Israel yang hidup mewah dan berfoya-foya, sementara rakyat menderita. Amos menegaskan: semua yang hidup berlebihan dan tidak peduli pada sesama akan menerima hukuman dari Allah.

Pesan Iman

  1. Jika ingin masuk surga, gunakanlah harta kekayaan duniawi untuk membantu orang miskin di sekitar kita.
  2. Hidup kita hendaknya didasari cinta kasih.

Di dunia ini: orang kaya menolong orang miskin.

Kelak di surga: orang miskin akan menjadi penghibur bagi mereka yang telah bermurah hati.

Facebook Coment

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menemukan Tuhan dalam Keseharian
Belajar dari Thomas: Saat Keraguan Bertemu dengan Kerahiman Tuhan
Memasuki Pekan Suci: Menelusuri Jejak Yesus di Minggu Palma
Yesus Sang Sumber Kehidupan: Kebangkitan Lazarus
Minggu Laetare: Sukacita Karena Keselamatan Sudah Dekat.
Yesus: Sang Air Hidup Kotbah Minggu Prapaskah III
Dari Tabor ke Golgota : Jalan Salib Menuju Kemuliaan
Ketaatan yang Memulihkan: Belajar dari Kejatuhan Adam dan Kemenangan Yesus
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 06:16 WITA

Menemukan Tuhan dalam Keseharian

Jumat, 10 April 2026 - 23:06 WITA

Belajar dari Thomas: Saat Keraguan Bertemu dengan Kerahiman Tuhan

Jumat, 27 Maret 2026 - 23:52 WITA

Memasuki Pekan Suci: Menelusuri Jejak Yesus di Minggu Palma

Sabtu, 21 Maret 2026 - 06:48 WITA

Yesus Sang Sumber Kehidupan: Kebangkitan Lazarus

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:49 WITA

Minggu Laetare: Sukacita Karena Keselamatan Sudah Dekat.

Berita Terbaru

MATA BERITA

FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM

Kamis, 23 Apr 2026 - 06:32 WITA

MATA BERITA

Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia

Minggu, 19 Apr 2026 - 13:55 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Tuhan dalam Keseharian

Sabtu, 18 Apr 2026 - 06:16 WITA

MATA BERITA

Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim

Kamis, 16 Apr 2026 - 08:35 WITA

MATA BERITA

Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar

Selasa, 14 Apr 2026 - 13:15 WITA

error: Content is protected !!
Exit mobile version