Harta Duniawi sebagai Sarana, Bukan Tujuan

Kotbah Katolik oleh Rm. Chris Taus, Pr. - Paroki Sta. Helena Camplong

- Editor

Jumat, 26 September 2025 - 21:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hidup Kaya di Dunia, Menderita di Surga? Kotbah Minggu Biasa XXVI

Bacaan Kitab Suci:
Amos 6:1.4-7
Lukas 16:19-31

Pengantar

Sudah dua minggu Yesus berbicara tentang harta kekayaan duniawi (mamon), orang miskin, dan jalan masuk ke surga. Artinya, harta kekayaan duniawi itu memang penting, tetapi bukan tujuan akhir.

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

ads

MURAH! Hubungi 08113810024

Minggu lalu kita mendengar perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur. Yesus mengingatkan kita agar menggunakan harta duniawi untuk memperoleh harta surgawi.

BACA JUGA  Kotbah Katolik Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga

Hari Minggu ini kita mendengar perumpamaan tentang orang kaya dan Lazarus yang miskin. Yesus menegaskan: harta duniawi harus dipergunakan untuk membantu sesama yang miskin dan menderita. Inilah syarat masuk ke dalam surga.

Kisah Perumpamaan

Yesus menampilkan dua tokoh yang kontras: orang kaya dan Lazarus.

Orang kaya: hidup mewah, berpesta pora, berpakaian jubah ungu dan kain halus.

Lazarus: hidup miskin, berbaring di depan pintu rumah orang kaya itu, mengemis remah-remah roti yang jatuh dari meja. Namun, ia pun tidak mendapatkannya.

BACA JUGA  Tolaklah Iblis Seperti YESUS di Padang Gurun - Kotbah Minggu Prapaskah I

Akhir hidup mereka berbeda total:

Lazarus dibawa malaikat ke pangkuan Abraham, bapak leluhur kaum beriman. Ia hidup bahagia.

Orang kaya mati dan masuk ke tempat gelap penuh penderitaan, dipisahkan oleh jurang yang tak terjembatani.

Orang kaya itu meminta belas kasihan Abraham agar Lazarus mencelupkan jarinya ke air untuk menyejukkan lidahnya. Namun Abraham menjawab:
“Anak, ingatlah, engkau sudah menerima yang baik di dunia, sedangkan Lazarus yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan, dan engkau menderita.”

Suara Nabi Amos

Nabi Amos sejak awal sudah peka terhadap ketidakadilan sosial. Ia menegur para penguasa Israel yang hidup mewah dan berfoya-foya, sementara rakyat menderita. Amos menegaskan: semua yang hidup berlebihan dan tidak peduli pada sesama akan menerima hukuman dari Allah.

BACA JUGA  Farisi vs Pemungut Cukai: Siapa yang Doanya Diterima?”

Pesan Iman

  1. Jika ingin masuk surga, gunakanlah harta kekayaan duniawi untuk membantu orang miskin di sekitar kita.
  2. Hidup kita hendaknya didasari cinta kasih.

Di dunia ini: orang kaya menolong orang miskin.

Kelak di surga: orang miskin akan menjadi penghibur bagi mereka yang telah bermurah hati.

Facebook Coment

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan
“Siapakah Aku Ini?” – Pengakuan Petrus dan Dasar Iman Gereja
Maria Diangkat ke Surga: Tanda Harapan bagi Umat Beriman
​Doa, Iman, dan Kuasa yang Meredakan Badai Hidup
Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah
Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII
Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas
Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:36 WITA

Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:32 WITA

“Siapakah Aku Ini?” – Pengakuan Petrus dan Dasar Iman Gereja

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:36 WITA

Maria Diangkat ke Surga: Tanda Harapan bagi Umat Beriman

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:16 WITA

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:47 WITA

Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Berita Terbaru

BERITA

Saling Menegur dalam Kasih: Jalan Menuju Kesucian Hidup

Sabtu, 5 Sep 2026 - 07:38 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan

Sabtu, 29 Agu 2026 - 10:36 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

“Siapakah Aku Ini?” – Pengakuan Petrus dan Dasar Iman Gereja

Sabtu, 22 Agu 2026 - 20:32 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Maria Diangkat ke Surga: Tanda Harapan bagi Umat Beriman

Sabtu, 15 Agu 2026 - 07:36 WITA

error: Content is protected !!