Di Belu : Tega, Seorang anak dipaksa Menjadi Pemuas Hasrat Ayah

- Editor

Selasa, 15 Maret 2022 - 01:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di Belu : Anak Yang Seharusnya diKasihi Namun Justru Menjadi Pemuas Hasrat Ayah

Berharapnya seorang anak kepada orang tua sebagai Pelindung hanya sebuah mimpi bagi salah satu Anak di Kabupaten Belu yang berinisial PAB (14) akhirnya menjadi Korban pemuas hasrat ayahnya kandungnya AB (40) pada kamis,10/03/2022

Sangat miris seorang ayah yang seharusnya melindungi, merawat dan membesarkan, malah tega menjajah putri kandung yang darah dagingnya sendiri.

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

ads

MURAH! Hubungi 08113810024

Terduga Pelaku AB tercatat sebagai warga Desa Duakoran Kecamatan Raimanuk Kabupaten Belu yang saat ini berdomisili di Desa Leuntolu Kecamatan Raimanuk Kabupaten Belu untuk menggarap lahan pertaniannya.

Peristiwa pilu ini di alami KAB (Korban) pada kamis 10/03/2022 pukul 23:00 WITA saat itu korban sedang tidur pulas digubuk besama saudaranya yang kamar bersebelahan. Sedangkan ibu Korban tidur di salah satu gubuk tua yang barada tepat di belakan rumah kejadian.

BACA JUGA  Hindari Kekeliruan, Pemdes Leuntolu Adakan Kartu Kontrol Penyaluran BLT

Malam itu menjadi peristiwa paling kelam yang dialami korban karena AB hanya menatap wajah ayahnya sambil berlinang air mata karena Ayahnya memaksa untuk harus dilayani dengan ancaman yang membuat Korban hanya pasrah dengan kaedaan malam itu.

Peristiwa naas itu diketahui ibu kandungnya setelah beberapa hari kemudian ketika korban mengadu kepada pamanya GU (52) di Teun.

“Saya tidak mengetahui kejadian itu karena mungkin dia takut makanya dia lari ke omnya sehingga dia cerita lalu kemarin omnya telepon beri tahu sehingga saya tanya dia (AB) dan dia tidak mengaku, maka kami pergi ke Karan tempat rumah adat untuk mau disumpah dan setelah disana baru dia mengaku kalau dia salah karena sudah melakukannya” ujar ibu korban

BACA JUGA  Mendikbudristek: Perkuat Kolaborasi untuk Transformasi Pendidikan Lebih Baik

Merasa istrinya telah mengetahui aksi bejatnya maka terduga Pelaku pamit mendahului istri dari rumah adat dan anaknya untuk kembali ke rumah dan sesampainya di rumah aksi bunuh diripun dilakukannya dengan meminum Round Up (Herbisida) hingga ia tak sadarkan diri dan dilarikan ke salah satu Rumah Sakit terdekat untuk mendapat pertolongan hingga saat ini pelaku masih dirawat dan kondisinyapun mulai mebaik

Kapolsek Raimanuk IPDA Ilumudin ketika di hubungi media via telepon, membenarkan kejadian itu yang terjadi pada Kamis lalu dan sedang di tangani oleh pihak Unit PPA Polres Belu.

“Iya benar kejadian itu dan keluarga korban sudah lapor ke polsek oleh ibu dan paman korban dan ada Kanit Intel yang mendampingi langsung namun saat ini di tangani oleh pihak Unit PPA Polres Belu dan saya mau berangkat kesana”Kata Ipda Ilumudin

BACA JUGA  Perjuangan PPG - Puisi Oleh Ferminus Naitili

Menurut paman korban yang ditemui media ini mengaku korban melarikan diri ke rumahnya untuk di adau karena takut di ancam AB.

“Dia (Korban) pergi ke saya baru dia cerita kalau malam kamis itu bapaknya menyetubuhinya lalu mengancam untuk tidak boleh beri tahu kepada siapapun, dari situ baru saya telpon mamanya untuk menyampaikan hal itu barusan mereka tahu sehingga kemarin kami lapor ke Polsek Raimanuk tetapi sekarang sudah di Polres.

Terpisah korban yang juga ditemui media ini membenarkan kejadian yang dialami dirinya malam kamis itu

“Saya dipaksa bapak untuk layani dan saya tidak bisa berbuat apa-apa karena dia ancam untuk tidak boleh beri tahu siapa-siapa sehingga setelah itu saya takut maka saya lari ke Teun untuk kasih tau om” Ungkap Korban.(wehaly)

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

19 Tim Ramaikan Turnamen Voli Milenial Cup I Desa Kalali
Saling Menegur dalam Kasih: Jalan Menuju Kesucian Hidup
Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN
Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti
Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi
Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 19:37 WITA

19 Tim Ramaikan Turnamen Voli Milenial Cup I Desa Kalali

Sabtu, 5 September 2026 - 07:38 WITA

Saling Menegur dalam Kasih: Jalan Menuju Kesucian Hidup

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:03 WITA

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN

Senin, 29 Juni 2026 - 20:16 WITA

Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:20 WITA

Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Berita Terbaru

BERITA

19 Tim Ramaikan Turnamen Voli Milenial Cup I Desa Kalali

Minggu, 13 Sep 2026 - 19:37 WITA

Iman & Gereja

Mengampuni Tanpa Batas: Jalan Menuju Damai dan Belaskasih Allah

Sabtu, 12 Sep 2026 - 08:08 WITA

BERITA

Saling Menegur dalam Kasih: Jalan Menuju Kesucian Hidup

Sabtu, 5 Sep 2026 - 07:38 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan

Sabtu, 29 Agu 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!