Diduga, Oknum Guru di Belu Tikam 2 Warga, Satunya Tewas

- Editor

Jumat, 28 Oktober 2022 - 03:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diduga Oknum Guru Menikam dua Warga di Belu Hingga salah Satunya Tewas.

Seorang terduga pelaku penikaman di Belu yang berprofesi sebagai guru melakukan penikaman terhadap dua orang warga Halilulik, pada Kamis 27 Oktober 2022 malam.

Peristiwa naas ini menghebohkan seluruh warga di Halilulik, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasalnya tempat kejadian penikaman itu adalah tenda acara pernikahan yang akan digelar esok harinya.

Dilansir dari media vagansa.com, ratusan warga Halilulik memadati Rumah Sakit Marianum Halilulik guna melihat kedua korban penikaman.

Tak hanya warga, Kapolsek Tasifeto Barat bersama anggotanya juga datang Rumah sakit Marianum Halilulik.

BACA JUGA  Bupati Malaka : Cakades yang Tidak Memiliki Akta Nikah : Out, out , out !

Menurut informasi yang diperoleh media ini bahwa korban yang ditikam bernama Tomas dan Raden.

Kedua korban tersebut diantar ke Rumah Sakit Marianum Halilulik lalu dirujuk ke rumah sakit Umum Atambua namun dalam perjalanan korban atas nama Raden akhirnya meninggal dunia.

Menurut kronologis dari keluarga korban seorang ibu yang tak diketahui namanya mengatakan, pelaku diduga dalam kondisi mabuk berat dan datang bersama komplotan hingga langsung menikam para korban.

Dikatakannya, sebelum kejadian penikaman, ada seorang pria datang ke tenda pesta lalu menggeber motornya. Aksinya itu mengganggu orang-orang yang sedang berdoa di dalam tenda sehingga menegur pria tersebut.

BACA JUGA  Siswa SMAN 1 Takari Dilarang Ikut Ujian, gegara Tunggak Iuran Komite

“Pertama ada satu laki-laki yang datang gas motor di depan tenda pesta. Saat itu orang sementara berdoa jadi dia gas sempat orang tegur,” ungkap ibu ini.

Pria yang diduga oknum guru itu tidak puas karena ditegur akhirnya pergi memanggil komplotannya untuk datang ke lokasi.

Melihat kedatangan pelaku, salah satu korban bernama Thomas keluar dari tenda dan menegur mereka agar tidak perlu ribut dengan mengatakan bahwa masih hubungan kakak beradik.

“Thomas pun keluar dan tegur mengapa begitu kita adik kakak. Belum habis omong langsung tikam di pinggang sebanyak 1 kali. Tak lama kemudian Raden yang tidak tahu apa-apa baru mau jalan keluar langsung tikam di dada sebanyak 1 kali,” kata ibu ini.

BACA JUGA  Menyambut HUT Polri ke 77, Polres Belu Gelar Bazar Guna Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Pelaku UMKM.

Usai menikam para korban, pelaku kabur meninggalkan lokasi namun sempat menelpon calon pengantin perempuan dengan mengatakan akan kabur ke Kalimantan Setelah tikam, pelaku ancam lewat lewat telefon kepada pengantin perempuan bilang saya sudah tikam mereka lapor polisi palingan saya lari ke Kalimantan,” kata ibu menirukan ucapan pelaku.

Hingga berita ini ditulis, media ini belum sempat konfirmasi pihak kepolisian Polsek Tasifeto Barat terkait keberadaan para pelaku tersebut.

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru
40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan
Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:56 WITA

Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:46 WITA

40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:50 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 11:43 WITA

Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat

Berita Terbaru

Pater Frans Lackner & Rd. Ama Kolo Imam Perdana dari Pulau Sabu

Iman & Gereja

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:52 WITA

Gambar oleh Del Neonub

Iman & Gereja

Renungan Minggu Biasa XXIX: Hak Kaisar dan Hak Allah

Sabtu, 17 Okt 2026 - 10:11 WITA

error: Content is protected !!