Indonesia Perkuat Pendidikan Bahasa Indonesia di Timor-Leste

Jakarta, matatimor.net – 27 Agustus 2025 – Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Dili, Tasrifin Tahara, mengunjungi tiga distrik di Timor-Leste sepanjang Agustus 2025. Ia memantau sekaligus mengevaluasi penugasan guru Bahasa Indonesia di SMA, SMK, dan SMP.

Tasrifin mendatangi Liquica, Ermera, dan Oecusse. Di tiap distrik, ia berdialog langsung dengan Kepala Dinas Pendidikan lalu meninjau sekolah, termasuk SMA Hu Iso Lara Iso, SMK Catolica St. Joao de Brito, SMA Nino Conis Santana, SMK Ernesto Fernandes Dudu, SMP Tulaika, SMP Palaban, SMP Mahata, dan SMA Palaban.

BACA JUGA  Berikut Tanggapan Kepala BKSDA Malaka Terkait Kasus Illegal Logging di Hutan Lindung We Mer

Kepala dinas pendidikan di daerah tersebut menyampaikan apresiasi tinggi. Mereka menilai guru Bahasa Indonesia dari Indonesia memperkaya proses belajar. “Kami sangat terbantu dengan kehadiran guru Bahasa Indonesia di sekolah kami,” ujar salah satu kepala dinas.

Tasrifin menegaskan bahwa guru Bahasa Indonesia di Timor-Leste tidak hanya mendukung kurikulum nasional yang sudah berlaku sejak 2010, tetapi juga mempererat hubungan antarnegara. “Program ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama pendidikan dan menyiapkan SDM unggul di Timor-Leste,” jelasnya.

BACA JUGA  Aksi Bersih Sampah TWA Camplong NTT di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022

Tahun ini, KBRI Dili memulai uji coba pembelajaran Bahasa Indonesia di tiga SMP Oecusse. Program itu menyatu dengan muatan lokal, meski sekolah masih menyesuaikan jadwal. Jika berjalan baik, KBRI akan memperluasnya ke sekolah lain.

Beberapa guru bahkan mengusulkan agar Bahasa Indonesia masuk sejak SD. Usulan itu sejalan dengan dorongan KBRI Dili untuk memperkuat posisi bahasa ini sejak dini.

BACA JUGA  Menang 2-0 tanpa balas, Reli FC Juara Camplong Cup 2

Selain di dunia pendidikan, Bahasa Indonesia juga membuka peluang strategis di bidang ekonomi, interaksi masyarakat, dan hubungan bilateral. Kedekatan geografis membuat bahasa ini menjadi jembatan penting bagi kedua negara.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berkomitmen memperluas program ini dengan menambah guru, merumuskan kebijakan strategis, dan menyediakan fasilitas pendukung.

Facebook Coment
error: Content is protected !!