Kita sudah berada pada Minggu II Adventus. Pesan-pesan Sabda Tuhan yang mempersiapkan kita terus mengingatkan bahwa keselamatan kita sudah dekat. Mesias yang terjanji semakin mendekat. Tuhan datang untuk menyelamatkan kita. Ini adalah kabar gembira yang penuh sukacita dan pengharapan dalam masa Adventus ini.
Dalam rangka ini, ada dua tokoh besar yang tampil mempersiapkan kita dengan seruan-seruan pertobatan untuk menantikan kedatangan Tuhan, yakni Nabi Yesaya dan Yohanes Pembaptis.
Pada satu titik dalam sejarah, Israel—bangsa terpilih Allah—mengalami kemerosotan besar dalam bidang keagamaan dan sosial, baik yang dilakukan para pemimpin maupun umat Israel sendiri. Terjadi ketimpangan hidup seperti: kelaliman, penindasan, keserakahan, ketidakadilan, dan lain sebagainya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam keadaan seperti ini, Yesaya tampil membangkitkan harapan baru bahwa Tuhan sendiri menjanjikan seorang pemimpin baru yang penuh Roh Allah dan bijaksana. Pemimpin baru ini berasal dari suatu tunas dari tunggul Isai, dari taruk yang tumbuh dari pangkalnya dan berbuah. Artinya, menurut nubuat Yesaya, Mesias akan berasal dari garis keturunan Isai, di Betlehem.
Pemimpin baru ini, dengan kepenuhan Roh Allah, akan bertindak bijaksana dan cakap mengambil keputusan, bukan berdasarkan pandangan sepintas atau rupa lahiriah, tetapi memutuskan setiap perkara dengan adil dan membela hak-hak rakyat kecil yang tertindas. Ia akan menciptakan damai yang menyeluruh bagi Israel—yang bermusuhan akan berdamai. Dengan bahasa simbolis yang indah digambarkan: serigala akan tinggal bersama domba, macan tutul berbaring bersama kambing, anak lembu dan anak singa akan merumput bersama, dan seterusnya.
Suasana inilah yang menjadi kerinduan seluruh bangsa Israel.
Demikian juga Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun Yudea dengan seruannya: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Allah sudah dekat!” Kerajaan Allah begitu penting sehingga Yohanes menekankan bahwa pertobatan harus menghasilkan buah yang nyata.
Mendengar seruan itu, banyak orang dari Yerusalem, seluruh Yudea, dan daerah sekitar Sungai Yordan datang berduyun-duyun mengaku dosa dan memberikan diri dibaptis oleh Yohanes. Namun ketika melihat orang-orang Farisi dan kaum Saduki hadir, Yohanes bersuara keras: “Hai kamu keturunan ular beludak! Siapa yang mengatakan bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka Allah yang akan datang?” Karena itu, ia menegaskan agar mereka menghasilkan buah-buah pertobatan yang nyata.
Kebanggaan mereka sebagai anak-anak Abraham tidak menjamin keselamatan mereka, sebab Kerajaan Allah hanya diperuntukkan bagi mereka yang sungguh bertobat.
Sebagaimana Yohanes meminta orang Farisi dan Saduki untuk bertobat dan menghasilkan buah-buah pertobatan, demikian pula kita sebagai pengikut Kristus hendaknya bertobat dan menampakkan buah pertobatan itu: berlaku baik dan berbuat baik selalu. Setiap saat Allah menawarkan kesempatan bagi kita untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah. Karena itu, bertobatlah, sebab Kerajaan Allah sudah dekat padamu.
Pesan Iman
- Masa Adventus adalah masa pengharapan dan sukacita, sebab janji keselamatan akan terwujud dalam diri Yesus Kristus.
- Kita dipanggil untuk bertobat, yaitu berhenti berbuat kejahatan dan melakukan perbuatan-perbuatan baik. Semoga.
Minggu Adventus II
Yes 11:1–10
Mat 3:1–12
Editor : Del Neonub | Komsos Santa Helena







