GMIT Klasis Fatuleu Barat merayakan HUT ke-2 pada 29 November dengan menyelenggarakan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi). Kegiatan yang mencakup lomba paduan suara antar-jemaat dan lomba solo ini berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (27–28 November), bertempat di GMIT Pniel Oelob.
Pesparawi yang mengusung tema “Aku Hendak Memuji Tuhan pada Setiap Waktu” diawali dengan kebaktian pembukaan yang dipimpin oleh Pdt. Yonancep Karmoy, S.Th. Dalam kotbahnya, ia mengajak seluruh jemaat untuk senantiasa memuji Tuhan dalam setiap kesempatan. Ia juga menekankan agar para peserta lomba, baik paduan suara maupun solo, tidak hanya bernyanyi saat pesparawi, tetapi tetap memuliakan Tuhan di mana pun berada.
Sekretaris Majelis Harian Klasis Fatuleu Barat, Pnt. Deni A. A. Kake, S.Pd.Gr., mewakili Ketua Klasis menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa pesparawi menjadi bagian dari sukacita perayaan ulang tahun Klasis yang kini memasuki usia dua tahun setelah pemekaran dari klasis sebelumnya. Menegaskan kembali Pesan Firman yang disampaikan oleh Pendeta dalam Kebaktian Pnt. Deni berharap kiranya dengan Pesparawi ini setiap jemaat mau memuji Tuhan di segala waktu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pesparawi di Klasis Fatuleu Barat tahun ini adalah kali pertama, dan sekiranya seperti pesan Firman Tuhan yang disampaikan tadi oleh Ibu Pendeta, karena kita adalah milik Kristus, maka pujilah Tuhan dalam segala waktu. Jangan hanya di Pniel (GMIT PNIel Oel Ob – TUan Rumah Pesparawi, red.)” tuturnya.
Selanjutnya ia berharap agar momen pesparawi ini menjadi bekal bagi semua jemaat di Fatuleu Barat, dan juga menjadi satu bekal bagi generasi-generasi anak Gmit untuk dapat memuji Tuhan dengan Suara yang telah dianugerahkan Tuhan.
Di Akhir pernyampaiannya, ia mengajak semua yang hadir untuk mendoakan kegiatan pesparawi ini agar berjalan dengan baik. Ia menutup penyampaiannya dengan mengucapkan selamat ulang tahun kepada Klasis Fatuleu Barat yang sudah dua tahun melayani.
“Akhirnya mari kita doakan kegiatan ini agar berlangsung dengan baik, kalau ada yang kurang berkenan, disampaikan dengan penuh persaudaraan. Selamat Ulang Tahun Klasis Fatuleu Barat yang baru berusia dua tahun tahun, tentu banyak yang masih harus dibenahi dan diperjuangkan” tutupnya.
Pembukaan acara turut dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Kupang, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kupang, Camat Fatuleu Barat, serta anggota DPRD Kabupaten Kupang Dapil II Feteaser Demitrius Tafetin, SH, yang juga menjadi promotor utama kegiatan Pesparawi di Klasis Fatuleu Barat ini. Dalam Kesempatannya, ia juga berpesan agar meski berbeda nada dan teknik bernyanyi, akan tetapi semuanya untuk satu, yakni kemuliaan Nama Tuhan.
Sebanyak delapan tim paduan suara dari gereja-gereja se-Klasis Fatuleu Barat ambil bagian dalam lomba yang langsung dimulai setelah kebaktian pembukaan. Sementara itu, kategori solo diikuti oleh 16 peserta. Pesparawi ini menjadi momentum mempererat kebersamaan jemaat sekaligus menghidupkan semangat pelayanan melalui musik gerejawi.
Dari 14 Gereja yang ada di Klasis Fatuleu Barat, berikut 8 Kelompok Paduan suara yang ikut ambil bagian dalam Lomba Paduan Suara :
- GMIT Nazareth Siumolo
- GMIT Syalom Oelajaob
- GMIT Getzemani Oelbubuk
- GMIT Elim Bisolo
- GMIT Efrata Siumate
- GMIT Betel Oelusapi
- GMIT Silo Nauen
- GMIT Pniel OelOb
Pantauan media ini di tempat perlombaan, setiap kelompok paduan suara menampilkan kebolehan membidik nada. Ada yang tampil dengan seragam batik, ada yang berbusana daerah Fatuleu. Para Peserta Membawakan Lagu Wajib Tema GMIT 2024-2027 dan Tiga Lagu Pilihan yang membuat para penonton ikut hanyut dalam merdunya suara setiap kelompok paduan suara.
Adapun Tim Juri : 1. Pdt. Emr. Hendrik A. Abineno, M.PdK, 2. Shinta Novela Tafetin, S.Pd.,MM, 3. Yohanes Babang, S.Pd.,Gr. Ketiga dewan juri ini juga berkesempatan memberikan apresiasi dan masukan kepada para peserta lomba, usai perlombaan.
Salah satu dewan juri Pdt. Emr. Hendrik Abineno yang didatangkan dari Kota Kupang, mengaku kagum dengan persiapan Panitia Pesparawi Tingkat Fatuleu Barat.
“ketika diminta untuk menjadi salah satu juri perlombaan, yang terlintas di pikiran saya pasti biasa-biasa saja. Namun begitu tiba di sini saya begitu terpukau. Luar biasa persiapannya, desain panggung yang cukup elegan dan modern tidak kalah dengan yang ada di perkotaan. Panitia Luar biasa! ”
Abineno juga sempat meminta semua peserta untuk menyanyikan bersama Lagu Wajib Tema GMIT yang punya pesan dan makna teologis bagi GMIT. Semua peserta pun dalam suasana sukacita dan rasa syukur, menggaungkan nyanyian tersebut. Sebagai seorang Senior, Ia juga berpesan kepada para Pendeta yang melayani di Klasis Fatuleu Barat agar tak lupa menjelaskan makna teologis lagu Tema GMIT 2024-2027 kepada para jemaat.







