Katolik: Antara Kebanggaan, Salib, dan Komitmen Iman

Mengikuti Kristus dengan Hati Penuh: Antara Iman dan Pengorbanan

- Editor

Jumat, 5 September 2025 - 21:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kotbah Minggu Biasa XXIII Oleh Rm. Chris Taus, Pr – Paroki Stam Helena Camplong

Kita menyatakan diri sebagai orang Kristen Katolik: pengikut Kristus, murid-murid Kristus. Kita bangga menjadi orang Katolik.

Setiap kita tentu memiliki alasan atau motivasi untuk menjadi seorang Katolik. Ada yang karena warisan iman orang tua, karena perkawinan, karena ketertarikan akan ajaran-ajaran Gereja Katolik, atau bahkan hanya sekadar ikut-ikutan. Namun demikian, ketika kita sungguh menyatakan diri sebagai orang Katolik, kita harus ingat bahwa Yesuslah yang membuka jalan ini. Dan Yesus menuntut agar kita menjadi pengikut-Nya dengan sepenuh hati, bukan setengah-setengah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jalan yang ditawarkan Yesus bukanlah jalan yang mudah, melainkan Jalan Salib dan penderitaan. Inilah satu-satunya jalan menuju keselamatan, dan kita dituntut untuk mengikuti-Nya. Seperti tertulis:
“Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikuti Aku, ia tidak layak menjadi murid-Ku.” (Luk 14:27)

BACA JUGA  Hendaklah kita Selalu Tergerak hati oleh Belaskasih

Empat Syarat Mengikuti Kristus

Secara garis besar, ada empat syarat yang dituntut Yesus dari setiap pengikut-Nya:

  1. Mengasihi Yesus di atas segalanya.
    Mengasihi Kristus dengan segenap hati dan seluruh kekuatan, lebih daripada keluarga, harta kekayaan, atau hal lain apa pun.
  2. Siap dan rela memikul salib.
    Jalan hidup Yesus adalah jalan salib. Maka kita pun harus siap menanggung penderitaan demi iman, menyangkal diri, dan tetap setia.
  3. Melepaskan diri dari harta duniawi.
    Bersedia hidup sederhana dan tidak terikat pada kekayaan, seperti kisah pemuda kaya yang diminta Yesus meninggalkan hartanya.
  4. Memiliki komitmen yang matang.
    Menjadi pengikut Kristus tidak boleh asal ikut-ikutan. Yesus menggambarkannya seperti orang yang ingin membangun menara—ia harus menghitung biayanya dengan matang; atau seorang raja yang hendak berperang—ia harus menghitung kekuatan yang ia miliki.
BACA JUGA  Kotbah Katolik Minggu Biasa XXIII, 04 September 2022

Mengikuti Yesus berarti membuat keputusan dewasa, dengan kesadaran penuh akan risiko dan konsekuensinya, agar tidak goyah di kemudian hari.

Kebijaksanaan Membawa kepada Keselamatan

Kitab Kebijaksanaan menulis bahwa segala kebijaksanaan berasal dari Allah. Kebijaksanaan membantu manusia mengenal Allah dan kehendak-Nya. Barang siapa mengenal Allah, ia akan membiarkan dirinya dituntun menuju keselamatan. Maka, kebijaksanaan adalah jalan yang menuntun kita kepada hidup kekal.

BACA JUGA  Renungan Katolik Minggu 01 Januari 2023 - Santa Perawan Maria Bunda ALLAH

Pesan Iman

  1. Menjadi orang Katolik adalah kebanggaan, tetapi sekaligus tantangan, sebab jalan Kristus adalah jalan salib. Kita harus berani memikul salib.
  2. Seorang Katolik harus menjadikan Kristus pusat hidupnya. Rasul Paulus berkata: “Bukan lagi aku yang hidup, melainkan Kristus yang hidup dalam diriku.”
  3. Selamat memasuki Bulan Kitab Suci Nasional dengan tema: “Allah adalah Sumber Pembaharuan Hidup.” Biarkan Sabda Allah menuntun hidup kita menuju pembaharuan iman.

Minggu Biasa XXIII
Hari Minggu Kitab Suci Nasional ke-25
Bacaan: Kebijaksanaan 9:3-18; Lukas 14:25-33

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita
Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya
Bertobat dan Kembali kepada Tuhan: Jalan Menuju Keselamatan
Ketika Kemurahan Hati Tuhan Dianggap Tidak Adil: Renungan Minggu Biasa XXV
Mengampuni Tanpa Batas: Jalan Menuju Damai dan Belaskasih Allah
Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan
“Siapakah Aku Ini?” – Pengakuan Petrus dan Dasar Iman Gereja
Maria Diangkat ke Surga: Tanda Harapan bagi Umat Beriman
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:31 WITA

Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:05 WITA

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 26 September 2026 - 06:25 WITA

Bertobat dan Kembali kepada Tuhan: Jalan Menuju Keselamatan

Sabtu, 19 September 2026 - 13:12 WITA

Ketika Kemurahan Hati Tuhan Dianggap Tidak Adil: Renungan Minggu Biasa XXV

Sabtu, 12 September 2026 - 08:08 WITA

Mengampuni Tanpa Batas: Jalan Menuju Damai dan Belaskasih Allah

Berita Terbaru

Gambar oleh Komsos Sta. Helena

Iman & Gereja

Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita

Sabtu, 10 Okt 2026 - 07:31 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY amankan 1.820 liter solar dalam dua dugaan upaya penyelundupan di perbatasan RI–Timor Leste, Kabupaten Belu, NTT.

BERITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Jumat, 9 Okt 2026 - 09:50 WITA

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!