BELU, MATATIMOR.NET – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY berhasil menggagalkan dua dugaan upaya penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar ke Timor Leste dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Dari dua kejadian tersebut, petugas mengamankan total 1.820 liter solar.
Dua kejadian itu berlangsung di wilayah perbatasan Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni di sekitar Pos Maubusa pada Kamis malam (8/10/2026) dan Pos Mahen pada Jumat dini hari (9/10/2026).
Pos Maubusa Amankan 875 Liter Solar
Pengungkapan pertama terjadi pada Kamis (8/10/2026) malam. Patroli malam Pos Maubusa yang dipimpin Letda Arh Roberto Situmorang bergerak berdasarkan informasi mengenai aktivitas mencurigakan di jalur tidak resmi di Desa Asumanu, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekitar pukul 20.05 WITA, personel patroli mendapati sekelompok orang yang langsung melarikan diri saat mengetahui kehadiran petugas. Tiga orang dilaporkan melarikan diri ke arah wilayah Timor Leste.
Meski para terduga pelaku berhasil lolos, petugas mengamankan 25 jeriken berisi solar dengan total volume 875 liter.
Pos Mahen Kembali Menggagalkan Dugaan Penyelundupan
Belum genap 24 jam sejak kejadian pertama, personel Pos Mahen kembali menemukan aktivitas mencurigakan di jalur tidak resmi sekitar Desa Dualasi, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu.
Pada Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 00.30 WITA, enam personel Pos Mahen di bawah pimpinan Komandan Pos (Danpos) Mahen, Serma Aan Kristiyanto, melakukan penyergapan terhadap aktivitas tersebut.
Para terduga pelaku kembali melarikan diri ke wilayah Timor Leste dan meninggalkan barang bukti berupa 27 jeriken berisi solar dengan total volume 945 liter.
Dengan demikian, dari dua kejadian tersebut, Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY berhasil mengamankan 52 jeriken solar dengan total volume 1.820 liter.
Satgas Perkuat Pengawasan Jalur Perbatasan
Kepala Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarhanud 14/PWY, Letkol Arh Rudi Afrika, S.Sos., menegaskan bahwa pengawasan terhadap jalur-jalur tidak resmi di kawasan perbatasan akan terus diperkuat.
Upaya tersebut dilakukan melalui patroli berkelanjutan dan pemetaan wilayah yang dinilai rawan menjadi jalur aktivitas ilegal.
“Kami berkomitmen meningkatkan kewaspadaan di sepanjang perbatasan untuk mencegah segala bentuk aktivitas ilegal, dengan tetap mengedepankan profesionalisme dan prosedur hukum yang berlaku,” tegasnya.
Hingga berita ini ditulis, pihak-pihak yang diduga terlibat belum berhasil diamankan. Barang bukti dari kedua lokasi telah diamankan di pos masing-masing untuk keperluan pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Satgas Pamtas juga menegaskan akan memperkuat koordinasi ant pos serta dengan instansi terkait guna menelusuri asal-usul BBM tersebut dan mencegah terulangnya dugaan penyelundupan melalui jalur-jalur alternatif di wilayah perbatasan.
Penulis : Vicente - BeluNews.Com
Editor : Del Neonub







