Antara CASIS AKPOL dan Pendidikan KITA, MARI BERKACA!

- Editor

Selasa, 9 Juli 2024 - 10:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Hanya Pemanis Buatan, bukan gula asli!

Gambar Hanya Pemanis Buatan, bukan gula asli!

Beberapa waktu terakhir ini di warganet di NTT sedang ramai memperbincangkan terkait seleksi calon siswa taruna Akademi Kepolisian (Casis Akpol). Sebanyak 11 orang calon siswa telah lulus seleksi dan siap berangkat ke Semarang untuk ikut tahapan selanjutnya.

Ramainya perbincangan warganet di NTT terkait 11 nama yang telah lolos seleksi ini. Menurut beberapa warganet, bahwa beberapa nama dari 11 orang itu bukan merupakan anak asli NTT. Masi menurut komentar-komentar netizen, bahwa 11 orang casis ini ada sedikitnya 4 atau 5 nama yang berasal dari luar provinsi.

Semua ikut bersuara, dari saya yang adalah orang biasa, sampai ke para petinggi dan politisi asal NTT, sebut saja Pak Beni K. Harman, Pak Ansi Lema, dan lainnya. Dari setiap pernyataan para petinggi, selalu adanya keberatan terkait dengan hasil seleksi ini. Namun, pihak Polda NTT menyatakan bahwa seleksi tersebut sudah sesuai dengan standar, sangat ketat, dan tidak ada yang mengintervensi.

BACA JUGA  79 KK di Desa Oefeto Terima Bantuan Langsung Tunai

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saya pribadi tidak ada urusan sampai urusan nama hingga marga. Siapapun yang mewakili NTT, saya anggap dia pantas. Dari Segala aspek! karena saya lebih tau diri. Ini pendapat pribadi ya!.

Menoleh ke belakang, beberapa waktu yang lalu, salah seorang anggota legislatif begitu garangnya menyuarakan terkait permasalahan pendidikan di NTT. Ini tentu ada keterkaitan dengan hasil seleksi calon siswa akpol ini. Anak NTT mimpinya bukan baru terkubur saat seleksi calon siswa. Banyak yang terkubur mimpi mereka saat masih di bangku sekolah. Pendapat pribadi ya! anda boleh punya argumen dan pendapat lain dalam hal ini.

BACA JUGA  Akibat Hujan dan Angin,Warga Kecamatan Raimanuk-Belu Terancam Gagal Panen

Sekolah-sekolah yang ada di kota, tentu memiliki kelengkapan fasilitas, ketersediaan guru bahkan sampai menumpuk. Sementara yang ada di kampung-kampung di pedalaman ? mari kita sapu dada! (dada sendiri, jangan pi sapu dada orang lain!)

Mari berkaca. Persoalan Casis Akpol tahun 2024 ini adalah tamparan keras bagi kita khususnya di dunia pendidikan. Dalam hal ini perlu adanya langkah ekstrim! Seperti Gubernur periode lalu Bapak Viktor Bungtilu Laiskodat, yang dengan “gila” mengambil kebijakan sekolah jam 5 pagi. Ini semacam efek kejut! Pendidikan di NTT perlu dikasih strum, agar bisa lancar kembali! Sayangnya efek kejut itu baru terjadi di akhir masa kepemimpinan Pak Viktor. Kebijakan beliau viral sebentar lalu pudar, bahkan dibatalkan setelah datang penjabat gubernur. Selesai.

BACA JUGA  Antusias Umat Paroki Camplong Sambut 2 Imam Baru

Padahal, sekolah jam lima pagi bila saya terjemahkan maka, kita perlu mengadakan asrama di setiap sekolah! Sekolah WAJIB ASRAMA! apapun resikonya, kita harus bisa! agar lebih banyak kegiatan kita bersama anak-anak lebih berproses menuju ke cita-cita yang luhur.

Kita lihat contoh. Di seminari-seminari (sekolah calon imam Katolik) punya asrama, segala kegiatan dijadwalkan, dan apa hasilnya? mereka pintar-pintar!.

eh cukup dulu di sini. kita sambung di lain kesempatan. Silakan kasi komentar kalau tulisan ini blepotan. Saya memang sedang belajar menulis tanpa edit.

o iya yang mau tonton pembahasan saya tentang persoalan ini di youtube, bisa klik channel saya dengan nama di youtube : matatimor

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu
Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu
Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru
40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan
Pulau Semau Mendadak Hilang dari Pandangan: Ada Apa dengan Udara Kabupaten Kupang?
Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:49 WITA

Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:19 WITA

Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:46 WITA

40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:40 WITA

Pulau Semau Mendadak Hilang dari Pandangan: Ada Apa dengan Udara Kabupaten Kupang?

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:50 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Berita Terbaru

Iman & Gereja

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani

Sabtu, 24 Okt 2026 - 10:31 WITA

Pater Frans Lackner & Rd. Ama Kolo Imam Perdana dari Pulau Sabu

Iman & Gereja

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:52 WITA

error: Content is protected !!