Menkominfo Ingatkan Peran Pemda Percepat Pemerataan Akses Internet

- Editor

Kamis, 22 Desember 2022 - 21:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – MTN – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate, mengingatkan peran pemerintah daerah (pemda) dalam mempercepat akselerasi tranformasi digital, melalui pemerataan akses internet di wilayah masing-masing. 

“Butuh kolaborasi, kerja sama dengan pemerintah daerah. Kalau tidak, fasilitas infrastruktur digital ada dimana, masyarakatnya ada di mana? Tidak nyambung. Jangan sampai yang seperti ini terjadi, di sinilah perlu kolaborasi. Ini bukan taking for granted, ini bukan asal terima saja, karenanya apa yang sudah dibangun ini harus digunakan semaksimal mungkin. Apa yang sedang dibangun harus ada kolaborasi yang kuat,” ujar Menkominfo dalam keterangannya terkait kunjungan kerja ke Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (21/12/2022).

BACA JUGA  Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa

Dalam kunjungan kerja itu, turut hadir Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi untuk Badan Usaha BAKTI Kominfo Dhia Anugrah Febriansa, Wakil Bupati Manggarai Heribertus Ngabut, pewakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Sekda Kabupaten Manggarai, serta pimpinan DPRD Kabupaten Manggarai.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menkominfo mengatakan, pemerintah dapat melakukan pemerataan akses internet lewat pembangunan Base Transceiver Station (BTS) 4G berkat komitmen pembiayaan dan komitmen politik yang kuat.

Sebab, biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur internet tersebut sangat besar dan harus dibiayai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

BACA JUGA  Cerpen Maria Okleti, Bantu Aku jadi Pe En Es!

“Itu uang negara (melalui APBN) dan membangun di kawasan yang tidak dibangun oleh mitra operator seluler karena kawasan di sini adalah nonkomersial atau yang sulit dibangun dan tidak menghasilkan return on investment yang memadai,” kata Menteri Johnny.

Menurut Menkominfo, NTT merupakan salah satu wilayah yang relatif sulit dijangkau karena faktor letak geografisnya.

Oleh karena itu, pemerintah, melalui Kementerian Kominfo, berupaya agar masyarakat bisa mengakses layanan telekomunikasi seluler untuk mengambil bagian dalam akselerasi transformasi digital. 

“Karenanya, pada saat awal pemerintah merancang pembangunan infrastruktur hulu digital di Indonesia, kami juga melihat untuk membantu kawasan Nusa Tenggara, khususnya Nusa Tenggara Timur,” tutur dia.

BACA JUGA  Kemendikbudristek Dorong Optimalisasi DAK Fisik Dukung Kebijakan Pendidikan Indonesia

Dia mengingatkan agar pemerintah daerah turut berperan aktif dalam menyukseskan program, transformasi digital, karena pembangunan infrastruktur digital memerlukan ketersediaan lahan.

Dalam hal ini, dukungan pemeritah daerah diperlukan dalam menentukan tata ruang penempatan infrastruktur digital dan lokasi layanan yang membutuhkan akses telekomunikasi.

“Sekali Tower BTS dibangun di situ, rencana pembangunan dan tata ruang desa, kecamatan, kabupaten, berbasis infrastruktur itu. Jangan sampai infrastrukturnya dibangun di satu tempat, sementara aktivitas dibangun di tempat yang lain lagi. Hal-hal seperti ini kelihatan sederhana, tetapi sangat mempengaruhi kualitas layanan,” jelas Menteri Johnny.

Foto: AYH/Humas Kominfo

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru
40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan
Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:56 WITA

Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:46 WITA

40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:50 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 11:43 WITA

Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat

Berita Terbaru

Iman & Gereja

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani

Sabtu, 24 Okt 2026 - 10:31 WITA

Pater Frans Lackner & Rd. Ama Kolo Imam Perdana dari Pulau Sabu

Iman & Gereja

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:52 WITA

error: Content is protected !!