Waktu Adalah Dasar | Rekoleksi Keluarga Katolik

Rekoleksi untuk Keluarga Katolik - Komisi Keluarga Keuskupan Agung Kupang

- Editorial Staff

Rabu, 6 Agustus 2025 - 01:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waktu adalah Dasar – Rekoleksi Keluarga Katolik.

Matatimor.net – Perusak pertama relasi perkawinan – termasuk relasi kita dengan Allah – adalah kurangnya waktu bersama dengan pasangan dan dengan Allah. Masalah utama yang sering dihadapi dalam perkawinan bukanlah gagal dalam cinta (falling out of love), melainkan gagal untuk mengenal satu sama lain (falling out of knowing each other). Ketika pasangan suami isteri terlalu sibuk dan kurang ada waktu bersama, maka mereka tidak mampu memahami apa yang hidup di dalam dunia pasangan. Mereka tidak memperhatikan dan mengindahkan kebutuhan pasangannya.

BACA JUGA  Pesta Paduan Suara Gerejawi - Pesparawi IAKN Kupang 2024

Hal yang sama juga terjadi dalam relasi  kita dengan Allah. Relasi dengan Allah menjadi rusak ketika kita tidak  memberikan cukup waktu bersama-Nya setiap hari atau setiap minggu. Maka, kebiasaan pertama yang perlu kita buat adalah bersama pasangan sungguh- sungguh menciptakan bersama sebagai pasangan dan waktu bersama Allah secara teratur setiap hari dan setiap minggu, sehingga kita tidak kehilangan  pandangan atas pasangan kita dan kebutuhannya dan tidak kehilangan pandangan atas Allah dan kehendak-Nya.

BACA JUGA  Kotbah Minggu Paskah II / Minggu Kerahiman Ilahi

Relasi Suami-istri dengan Kristus

Perayaan Ekaristi itu berbicara tentang relasi: relasi suami-istri  dengan Allah dan dengan sesama kita. Dalam Ekaristi, kita mengambil bagian dalam persekutuan dengan Tubuh Kristus: sahabat dan keluarga serta semua  orang kudus dan para malaikat di surga. Dalam Perayaan Ekaristi, kita mengambil  bagian dalam pesta perkawinan surgawi, dengan mempersembahkan cinta, pujian, penyembahan dan ucapan syukur kepada Allah. Allah mengundang kita untuk bersatu dengan-Nya dan bersatu dengan Gereja-Nya, sehingga kita boleh mengalami persatuan, kedamaian, dan kasih persaudaraan yang berlimpah.

Facebook Coment

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Ketika Kemurahan Hati Tuhan Dianggap Tidak Adil: Renungan Minggu Biasa XXV
Mengampuni Tanpa Batas: Jalan Menuju Damai dan Belaskasih Allah
Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan
“Siapakah Aku Ini?” – Pengakuan Petrus dan Dasar Iman Gereja
Maria Diangkat ke Surga: Tanda Harapan bagi Umat Beriman
​Doa, Iman, dan Kuasa yang Meredakan Badai Hidup
Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah
Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 13:12 WITA

Ketika Kemurahan Hati Tuhan Dianggap Tidak Adil: Renungan Minggu Biasa XXV

Sabtu, 12 September 2026 - 08:08 WITA

Mengampuni Tanpa Batas: Jalan Menuju Damai dan Belaskasih Allah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:32 WITA

“Siapakah Aku Ini?” – Pengakuan Petrus dan Dasar Iman Gereja

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:36 WITA

Maria Diangkat ke Surga: Tanda Harapan bagi Umat Beriman

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:01 WITA

​Doa, Iman, dan Kuasa yang Meredakan Badai Hidup

Berita Terbaru

BERITA

19 Tim Ramaikan Turnamen Voli Milenial Cup I Desa Kalali

Minggu, 13 Sep 2026 - 19:37 WITA

Iman & Gereja

Mengampuni Tanpa Batas: Jalan Menuju Damai dan Belaskasih Allah

Sabtu, 12 Sep 2026 - 08:08 WITA

BERITA

Saling Menegur dalam Kasih: Jalan Menuju Kesucian Hidup

Sabtu, 5 Sep 2026 - 07:38 WITA

error: Content is protected !!