Terkesan Menghabiskan Anggaran, Jalan Desa Senilai Rp.210 juta di Kecamatan Raimanuk Mubasir

- Redaktur

Jumat, 12 Januari 2024 - 07:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belu, News.Matatimor – Nat : Belum digunakan warga Desa Mandeu, pembangunan ruas jalan desa di Desa Mandeu, kecamatan Raimanuk, kabupaten Belu diduga mubazir dan terkesan sekedar menghabiskan anggaran yang bersumber dari Dana Desa yang tidak sedikit.

Dengan anggaran Dana Desa Mandeu tahun anggaran 2023 sebesar 210 juta rupiah yang dikerjakan kontraktor pelaksana CV Alexa melalui direkturnya Gede Manek Sugiarta terancam mubasir

Mirisnya, meski menelan anggaran Rp.210.082.000 namun jalan tersebut sudah rusak sebelum sempat digunakan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dilansir dari Nusrainside.com, Kepala Desa Mandeu Heribertus Luan membenarkan jalan tersebut baru selesai dikerjakan namun sudah rusak karena tejadi kikisan air.

Dikonfirmasi pada Rabu 9 Januari 2024, Kades Mandeu mengatakan bahwa pekerjaan jalan tersebut tidak maksimal karena anggaran tidak cukup untuk mengerjakan bronjong dan masih ada satu deker yang belum dikerjakan karena beberapa alasan termasuk minimnya anggaran.

BACA JUGA  Presiden Jokowi Minta Tony Blair Promosi IKN ke Dunia Internasional

Saat ini tim pelaksana tengah menunggu perubahan RAB untuk mengerjakan bronjong. Belum diketahui, apakah RAB yang dimaksud akan menggunakan DD 2023 atau DD 2024

“Iya betul jalan sudah selesai dikerjakan sisa 1 unit deker yang belum karena longsor dan akses terputus,” jelas Kades Heribertus via pesan WhatsApp.

Kades juga berharap Pemda Belu memberikan perhatian kepada Desa Mandeu sehingga banyak kegiatan di desa bisa dikerjakan sebab ketersediaan DD sangat terbatas sehingga semua kegiatan di desanya tidak bisa dibiayai dengan DD.

BACA JUGA  Bupati & Wabup Kupang Kenakan Pakaian Adat di Upacara HUT RI ke-80

“Semoga kami pun bisa dapat perhatian lebih dari Pemda berhubung jembatan. Karena terkait jembatan desa tidak kami rencanakan di tahun 2023 lagipun ada keterbatasan kewenangan dan kemampuan Dana Desa,” keluh Kades.

Terpisah, kontraktor pelaksana CV Alexa melalui direkturnya Gede Manek Sugiarta juga membenarkan bahwa jalan tersebut baru selesai dikerjakan di akhir tahun 2023 namun sudah rusak.

Gede menjelaskan bahwa saat awal memulai pekerjaan, pihaknya sudah mengusulkan agar dicari jalur lain dan jalan yang dikerjakan tidak melintas di titik yang longsor, namun masyarakat keberatan.

“Sebelum kerja kami sudah bilang ini tidak bisa. Kita harus cari jalan lain tapi masyarakat bilang tidak apa-apa. Kami siap kerja ulang tapi kerja harus pakai bronjong, tidak bisa kosong begitu.

BACA JUGA  Dihadapan Ribuan Masyarakat Kabupaten Belu, Prabowo Subianto Ungkapkan Soal Kesetiaan Warga Eks Tim-Tim

Ditanya soal volume jalan yang dikerjakan, Gede enggan menyampaikan kepada wartawan.

Ia meminta agar Pemdes Mandeu menyediakan bronjong sebelum pihaknya memperbaiki jalan yang ambruk tersebut.

Sementara, Pemdes belum bisa menyediakan bronjong karena anggaran belum tersedia.

Pantauan awak media ini di lokasi proyek pada Rabu 10 Januari 2024, nampak ketebalan material sirtu juga tidak merata, bahkan kelihatan bahu jalan lebih tinggi dari permukaan jalan.

Hingga berita ini diturunkan, media ini masih terus berupaya mendapatkan klarifikasi dari Pemerintah Kecamatan Raimanuk dan juga Dinas PMD Kabupaten Belu sebagai OPD yang ikut mengawasi pengelolaan DD. ***

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim
Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar
Komisi X DPR Usul Gaji Minimal Guru Rp 5 Juta, Bonnie Triyana: Anggaran Kita Cukup
Starlink Masuk Desa: SMPN 1 Fatuleu Barat Libas Kendala Sinyal saat TKA
Cegah Kebocoran Data, Kemendikdasmen Luncurkan Program Bug Bounty 2026
Atambua Menyala! Festival Obor Perdamaian 2026: Pesan Toleransi dari Tapal Batas untuk Dunia
Kasus Dana BOS SMAN 3 Kupang: Menanti Gelar Perkara Penetapan Tersangka
Rayakan Valentine, Legislator PSI Ajak Siswa & Warga Fatuleu Barat Tanam Pohon
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 08:35 WITA

Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim

Selasa, 14 April 2026 - 13:15 WITA

Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar

Selasa, 14 April 2026 - 05:02 WITA

Komisi X DPR Usul Gaji Minimal Guru Rp 5 Juta, Bonnie Triyana: Anggaran Kita Cukup

Sabtu, 11 April 2026 - 00:05 WITA

Starlink Masuk Desa: SMPN 1 Fatuleu Barat Libas Kendala Sinyal saat TKA

Minggu, 29 Maret 2026 - 06:01 WITA

Atambua Menyala! Festival Obor Perdamaian 2026: Pesan Toleransi dari Tapal Batas untuk Dunia

Berita Terbaru

Indografis oleh matatimor.net

MATA BERITA

Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim

Kamis, 16 Apr 2026 - 08:35 WITA

Indografis by matatimor.net

MATA BERITA

Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar

Selasa, 14 Apr 2026 - 13:15 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Belajar dari Thomas: Saat Keraguan Bertemu dengan Kerahiman Tuhan

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:06 WITA

error: Content is protected !!