Stunting Pada Anak Sebabkan Gangguan Kognitif dan IQ Rendah

- Editor

Rabu, 5 Oktober 2022 - 21:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA (matatimor)- Stunting pada anak masih menjadi masalah serius yang dihadapi bangsa. Hal ini dikarenakan stunting pada anak bisa menyebabkan gangguan kognitif, tumbuh kembang yang tidak optimal, hingga penurunan IQ. Guna membahas lebih lanjut mengenai permasalahan anak stunting, Danone Indonesia dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) pun menggelar workshop Cyber Media Forum dengan tema “Keterkaitan antara nutrisi dan kasus stunting di Indonesia”.

Corporate Medical Affairs Danone Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK selaku pembicara dalam workshop ini memaparkan bahwa stunting merupakan masalah yang kompleks di Indonesia. “Stunting adalah kondisi yang ditandai ketika panjang atau tinggi badan anak kurang jika dibandingkan dengan umurnya. Dampak jangka pendek yang terjadi akibat stunting adalah perkembangan otak dan tumbuh kembang yang tidak optimal. Sedangkan dampak stunting dalam jangka panjang adalah gangguan kognitif dan memiliki nilai IQ yang lebih rendah dibandingkan orang dewasa yang tidak pernah mengalami malnutrisi.” ungkap dr. Ray, Kamis, (29/9/2022).

BACA JUGA  Dirjen Dukcapil Gandeng Keuskupan Agats Asmat Bangun Sadar Adminduk

Menurut dr. Ray, kasus stunting pada anak harus mendapatkan perhatian dan penanganan yang serius karena bisa berdampak pada penurunan kecerdasan anak. “Perlu diperhatikan bahwa kekurangan gizi tidak hanya berdampak pada penurunan berat badan tetapi berkurangnya asupan energi ke otak. Pertumbuhan otak 80 persen terjadi ketika dua tahun pertama masa pertumbuhan anak, sehingga selama periode ini penting bagi anak mendapatkan asupan gizi yang cukup agar otak bisa berkembang maksimal,” tutur dr. Ray.

BACA JUGA  Tahun 2023 Mendatang Pemerintah akan Menghapus Tenaga Honorer.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk itu, ada beberapa hal perlu diperhatikan oleh para orang tua, dimulai dari faktor risiko dan potensi sumber penyebab stunting, seperti status gizi ibu dan status kesehatan selama masa kehamilan. “Terdapat beberapa aspek penting yang harus diperhatikan untuk pencegahan stunting, yaitu asupan nutrisi seimbang sejak masa kehamilan, pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang berkualitas pada anak, memperhatikan sumber protein terutama protein hewani yang mengandung asam amino, menjaga kebersihan secara menyeluruh, pemenuhan hidrasi yang cukup, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara teratur,” jelas dr. Ray.

BACA JUGA  Bersinergi Menjaga Perbatasan RI - RDTL, Polsubsektor Lakmaras bersama TNI dan UPF Timor Leste Gelar Patroli Perbatasan

Pentingnya pencegahan stunting pada anak dapat dilakukan dengan memastikan pemahaman dari masyarakat Indonesia tentang cara pemenuhan nutrisi yang tepat.

Adi Prasetya – Direktur Eksekutif AMSI mengatakan bahwa peran serta insan pers sebagai sumber penyedia informasi, harus bisa mengangkat isu kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat dengan sejelas-jelasnya, termasuk isu stunting pada anak. “Dengan adanya edukasi bagi para jurnalis seputar isu stunting, diharapkan informasi yang disampaikan dapat menjadi rujukan bagi publik agar mereka mampu menyikapi informasi dengan tepat sasaran serta dengan penerapannya,” pungkas Adi.

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI
Kadis Pendidikan NTT Apresiasi Inovasi MKKS SMA Kabupaten Kupang Hadapi TKA 2026
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:50 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 06:09 WITA

Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait

Senin, 28 September 2026 - 13:57 WITA

SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek

Senin, 28 September 2026 - 05:09 WITA

Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”

Berita Terbaru

Gambar oleh Komsos Sta. Helena

Iman & Gereja

Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita

Sabtu, 10 Okt 2026 - 07:31 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY amankan 1.820 liter solar dalam dua dugaan upaya penyelundupan di perbatasan RI–Timor Leste, Kabupaten Belu, NTT.

BERITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Jumat, 9 Okt 2026 - 09:50 WITA

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!