Komonitas Difabel ITA HANESAN di Belu Galang Dana dengan Jual Ikan Bakar

- Editor

Sabtu, 11 Februari 2023 - 07:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tuntutan hidup menjadi bagian dari setiap insan kehidupan tanpa mengenal kekurangan dan keterbatasan yang ada.

Sekalipun memiliki kterbatasan fisik, namun hal itu tidak menjadi sebuah halangan bagi para kaum difabel di Kabupaten Belu untuk berjuang untuk menyambung hidup.

Sebanyak 54 orang difabel yang tergabung dalam Komunitas “ITA HANESAN” yang artinya (Kita Semua Sama) menggalang dana dengan menjual ikan bakar ketiap – tiap Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) yang ada di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Komunitas difabel ITA HANESAN di Kabupaten Belu, Juan Nevez menyampaikan, tujuan penggalangan dana ini untuk mencari anggaran agar pihak komunitasnya bisa di daftarkan Akte Notaris sehingga secara legalitasnya sah.

“ iya tujuan kita untuk membuat akte notaris karena kita berencana untuk membuka Yayasan sehingga teman – teman difabel yang lain kita akan akomodir semua dalam Yayasan nantinya.” Tuturnya

Tujuannya, lanjut Juan, selain mencari anggaran untuk pembuatan akte notaris, disampaing itu juga untuk pemberdayaan sesama anggota difabel yang ada di Kabupaten Belu ini.

BACA JUGA  Hingga Juni 2025, 10 Juta Peziarah telah Melewati Porta Santa di Roma

Kegiatan penjualan ikan bakar ke dinas – dinas terkait ini adalah kegiatan perdana dari Komunitas ITA HANESAN.

“ ini adalah kegiatan pertama kita, akan berlangsung selama dua hari yakni jumat dan sabtu.” Terangnya.

Untuk kesiapannya, terang Juan, saat ini dia bersama teman komunitasnya sudah mempersiapakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangganya (AD/ART) serta susunan kepengurusannya. Pasalnya, tekat kebersamaan untuk membuat akte notaris agar komonitas bisa menjadi Yayasan.

“ kita sudah siapkan semua perangkatnya. Selain itu, kita juga sudah menyiapkan proposal – proposal.” Tandasnya.

Untuk hari ini, jelas Juan, pihaknya masih memenuhi pesanan dari pada instansi – instansi dulu, dan hari kedua pihaknya akan khusus mengantar untuk teman – teman dan kenalan yang melakukan pemesan, baik itu melalui watshap, facebook, dan juga byphone.

“ khusus untuk hari pertama dan kedua ini kita menyediakan 50 porsi, untuk lima instansi dengan satu porsi harga Rp.30

  1. modal awal kita 1 juta”ujarnya.
BACA JUGA  Internet Masuk Sekolah: Prabowo Tawarkan Solusi Lebih Murah dari Starlink

Ditegaskannya, untuk komunitas ITA HANESAN bukan hanya pihaknya saja, namun ada juga dewan pembinanya yakni Pdt. Melki Nobisa, dan juga Konsultan. Untuk konsultan terdiri dari 4 (empat) orang diantaranya, Filomena Loe (FPPA), Florida Roman (PPC), Konstan Ofir Kase (PPMD 3), dan Maria V. A. Fernandez.
“Khusus untuk Konsultan, tugas dan wewenangnya mereka sama atau setara dengan saya sebagai ketua.”pungkasnya.

Sementara ini, yakin Juan, untuk anggota yang datanya sudah masuk dan terdata oleh sekretaris baru 54 orang, tapi yang belum terdata masih kurang lebih 100 orang peserta. Dari 54 orang ini kita membagi menjadi 5 kelompok agar kegiatan yang komunitas kerjakan ini bisa terbagi semua tugas dan tanggung jawabnya.

“ kita harus bagi kelompok , agar semua merasa memiliki, satu kelompok kita membagi 5 orang untuk sementara. Kalo sudah terdata dan akomodir semua maka personil kelompok akan kita tambahkan, dan juga mungkin kita tambahkan lagi kelompok.”tandasnya.

BACA JUGA  Benediktus XVI: "Pekerja yang rendah hati di kebun anggur Tuhan"

Untuk sementara, akuinya, pihaknya bersama komunitasnya belum memiliki Sekretarita yang permanen. Namun, dirinya sudah mendapatkan titik terang soal Sekretariat, yakni pihaknya sudah ditawarkan Rumah oleh Lurah Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu tepat rumah lama Lurah yang berlokasi di Depan Bandara Haliwen, Manumutin.

“ kita sudah ditawarkan rumah, beliau mau memberikan rumah lamanya untuk dijadikan Sekretariat bersama dengan Hikbat.” Teranganya.

Sebelumnya, jelas Juan, dirinya bersama teman – teman difabel yang lain pernah tergabung dalam satu komunitas yakni, “KOMPESA” (Komunitas Penyandang Disabilitas) namun ada satu dan dua hal lain sehingga usia komonitas yang pertama tidak bertahan lama

“ iya komonitas lama itu bubar karena ada satu dan dua hal didalam tubuh komonitas itu sendiri dan setelah itu kita para difabel tidak lagi terurus dengan baik sehingga kita berinisiaatif untuk perbaharui lagi.Ungkap Juan

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas
Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup
FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM
Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia
Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:54 WITA

Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:48 WITA

Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:32 WITA

Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup

Kamis, 23 April 2026 - 06:32 WITA

FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Dari Loh Batu ke Hati Manusia: Karya Roh Kudus di Hari Pentekosta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:11 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Pesan Paus Leo XIV Untuk Hari Komsos Sedunia ke-60

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:10 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Bahasa, Doa, dan Komunikasi: Jalan Menuju Persatuan dalam Kristus

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:58 WITA

error: Content is protected !!