Ende, matatimor.net — Stadion Marilonga, Kabupaten Ende, bergemuruh pada Minggu malam, 9 November 2025. Ribuan penonton memenuhi setiap sudut tribun untuk menyaksikan seremoni pembukaan El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIV, pesta sepak bola terbesar di Nusa Tenggara Timur yang tahun ini mengusung tema “Sport and Culture”.
Upacara pembukaan berlangsung meriah dan penuh warna, menampilkan tarian kolosal yang digarap oleh ratusan pelajar dan mahasiswa dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Ende. Dalam pementasan itu, para penari menggambarkan dinamika suporter sepak bola — dari persaingan, pertikaian, hingga akhirnya berdamai dalam semangat sportivitas. Tepuk tangan meriah mengiringi setiap adegan yang memadukan gerak, musik tradisional, dan simbol-simbol budaya lokal Ende.
“Ini bukan sekadar turnamen sepak bola, tapi juga panggung budaya. Kita ingin memperlihatkan bahwa olahraga bisa menjadi sarana untuk memperkuat persaudaraan dan identitas daerah,” ujar salah satu panitia bidang acara, Yohanes Bata, usai pertunjukan pembuka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Malam itu ditutup dengan letusan kembang api yang menghiasi langit kota Ende — menandai dimulainya kompetisi antar kabupaten yang telah menjadi tradisi kebanggaan masyarakat NTT selama puluhan tahun.
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, hadir dan membuka secara resmi turnamen tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjadikan olahraga sebagai bagian dari pembangunan manusia NTT.
“Kita tidak hanya mencari juara di lapangan, tapi juga melahirkan generasi yang tangguh, berkarakter, dan bangga akan budayanya,” ujar Melki di hadapan para pemain dan ribuan penonton.
Sementara itu, Bupati Ende, Yosef Benediktus Tote Badeoda, berhalangan hadir karena sedang mengikuti pendidikan kepala daerah di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI di Jakarta. Tugas pembukaan kemudian diwakilkan kepada Wakil Bupati Ende, yang juga melepas tim tuan rumah Perse Ende untuk berlaga dalam pertandingan perdana melawan Citra Bakti Ngada.
Tercatat 28 tim dari seluruh kabupaten dan kota di NTT akan berlaga dalam ETMC 2025. Panitia berharap gelaran ini tidak hanya menjadi ajang prestasi sepak bola, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat Ende. Sejumlah pelaku UMKM, pedagang kaki lima, serta pengrajin lokal turut meramaikan area stadion selama pelaksanaan turnamen.
Lebih dari sekadar kompetisi, pembukaan ETMC 2025 di Ende telah menunjukkan bagaimana olahraga, budaya, dan kebersamaan bisa berpadu menjadi satu perayaan identitas masyarakat NTT.







