Sejumlah Tokoh Masyarakat Desa Renrua di Belu Bantah Adanya Laporan Dugaan Penyelewengan Dana Desa

- Editor

Sabtu, 24 Juni 2023 - 12:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Atambua, News.Matatimor – Net : Sejumlah tokoh masyarakat asal Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu Membantah adanya dugaan penyalahgunaan anggaran oleh Mantan Kepala Desa Renrua Eduardus Kidamanto Bau, SH yang dilaporkan oleh Yohanes Atok Arakat, beberapa bulan lalu.

Dalam laporan yang dilakukan Pelapor Yohanes Atok Arakat di Inspenktorat, Kejaksaan negeri Atambua, dan Tipikor diduga tidak sesuai fakta yang ada dilapangan. pasalnya, dari laporannya secara fisik buktinya ada dan bahkan lebih dari pembangunannya.

Seperti yang disampaikan oleh seorang tokoh masyarakat Desa Renrua, Yakobus Bria, bahwa apa yang dilaporkan oleh Yohanes Atok Arakat di inspektorat dan Kejaksaan serta Tipikor adalah hal yang tidak benar dan tidak sesuai fakta di lapangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

” Kita lihat dan rasakan bahwa apa yang menjadi laporan anak Oni semuanya fisik ada dan bahkan pembangunan ada yang lebih volume. yang dikatakan kurang volume itu tidak benar,”tegas Yakobus Bria ketika ditemui media ini pada kamis, 22 Juni 2023.

Mantan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) empat Priode ini, menegaskan bahwa semenjak Erwin Bau sapaan akrap dari Eduardus Kidamanto Bau, SH menjabat sebagai Kepala Desa Renrua terlihat ada perubahan, yang sebelumnya dikatakan Desa tertinggal kini menjadi Desa berkembang berkat hasil kinerja yang baik dari Mantan Desa Renrua satu periode itu.

” Kita sangat menyayang sekali terkait apa yang dilaporkan oleh anak Oni, kita melihat tidak sesuai karena kita merasakan sekali karena fisiknya semuanya lengkap dan bisa dicek,”tandas.

Sebagai masyarakat disini, Lanjut Yakobus, bahwa dirinya sangat merasakan prestasi yang diraih oleh mantan desa satu periode ini.

“Saya empat periode sebagai BPD yang juga mewakili masyarakat di desa ini sangat merasakan dampak dari kinerjanya. Bayangkan desa kami yang dulu sangat terisolasi dari semua akses seperti, rumah layak huni, listrik, air dan jalan sekarang semuanya sudah terpenuhi,”ungkapnya.

BACA JUGA  Jumat Curhat : Kapolsek Tastim Janji Tingkatkan Patroli & Tindak Tegas Pengganggu Kamtibmas

Pada lokasi yang berbeda, Klemens Kiik Tokoh Masyarakat Desa Renrua saat ditemui di kediamannya Menyampaikan, Sebagai masyarakat di desa ini, pihaknya merasa tidak ada yang kurang dari apa yang dilaporkan itu karena semuanya ada dan bisa di lihat dan buktikan dilapangan.

” Kami melihat semua yang dilaporkan itu, fisiknya dilapangan ada, dan kami adalah saksi yang merasakan manfaatnya,”tuturnya.

Dikatakan Klemens, pihaknya yang merasakan langsung apa yang dilakukan oleh mantan Desa Renrua Eduadus Kidamanto Bau, SH. berkat kepemimpinannya, Ia (Klemens) juga menjadi salah satu penerima manfaat rumah stimulan.

Diakui Klemens, dana yang ia menerima guna membangun rumahnya itu tidak di potong atau sedikitpun yang kurang hingga rumahnya selesai dan bisa di huni sampai saat ini.

Bukan hanya saja rumah, lanjut Klemens, tetapi juga air bersih tidak lagi susah di peroleh seperti sebelumnya yang dimana sangat susah, akses jalan dan lain sebagainya pun disediakan oleh pemerintah desa seperti air, jalan atau rabat, dan embun itu semua ada.

Berikut ini enam item yang dilaporkan oleh Pelapor Yohanes Atok Arakat:

Pertama, pagar tembok kantor desa Renrua tahun 2017 yang diduga volumenya kurang

Kedua, pembangunan 2 unit embun yang berlokasi di dusun tarutu dan oekufu yang juga di duga kurang volume

Ketiga, pembangunan gudang Kantor Desa Renrua tahun 2020 yang di duga fiktif.

Keempat, pembangunan jalan rabat yang berlokasi di dusun haliamanas dan oekufu diduga kurang volume.

Kelima, pembangunan jaringan perpipaan yang berlokasi di dusun lonis dan tarutu di duga masih kurang volume.

Keenam, pembangunan dapur rumah jabatan kepala desa yang masih berdinding seng.

BACA JUGA  Presiden Jokowi Beri Semangat Langsung Ke Timnas U-20

Berdasarkan hasil investigasi dilapangan, bahwa enam item yang dipersoalkan oleh pelapor Yohanes Atok Arakat secara bukti fisik lengkap. bahwa, ada beberapa pembangunan fisiknya secara volume pembangunannya lebih.

Beberapa item pembangunan yang secara volumenya lebih adalah, Jalan Rabat, Pagar tembok, embun dan gudang.

Pada kesempatan yang berbeda, saat dikonfirmasi, Mantan Kepala Desa Renrua Eduardus Kidamanto Bau, SH menjelaskan, enam item yang dilaporkan oleh pelapor dinilai tidak masuk akal pasalnya, tidak sesuai bukti fisik dilapangan dan juga apa yang dilaporkan itu sebelumnya sudah dilakukan pemeriksaan oleh pihak Inspektorat.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Inspektorat kabupaten Belu tidak ditemukan adanya indikasi penyelewangan atau dugaan korupsi dana desa di Desa Renrua seperti yang dilaporkan.

” Sebelumnya dilaporkan oleh adik Oni, Inspektorat sudah turun periksa bahkan mereka ukur semua fisik pembangunan dan hasilnya ada beberapa pembangunan yang volumen lebih,”tuturnya.

Dikatakan Mantan Kades Erwin Bau, seperti yang dilaporkan Yohanes Atok Arakat bahwa Gudang tidak ada, sementara dilapangan ada Gudang. berdasarkan RAB gudang ini dibangun dengan ukuran 4×6 tetapi dibuat lebih dengan 6×6 meter.

” iya kita tambah volume karena 4×6 itu terlalu kecil makanya kita tambah lagi jadi 6×6″ jelasnya.

Soal dapur rumah jabatan kepala Desa, terang Erwin, bahwa pembangunan dapur di rumah jabatan Desa itu tidak menggunakan dana Desa tapi adalah dana swadaya.

” Karena Dapur itu, Saudara oni persoalkan kenapa tidak seluruh tembok tapi ko dinding pake seng. iya saya bilang bahwa dapur bukan dibangun dari uang Negara tapi dari dana swadaya masyarakat, agar bisa digunakan untuk masak,”tandas.

Sementara,Pembangunan embun, dipersoalkan bahwa pembangunan embun volumenya kurang. Dikatakan Mantan Kades Erwin bahwa, sementara yang dibangun oleh pemerintah Desa itu berjumlah empat unit Embun yang tersebar di empat dusun di Desa Renrua, yakni Dusun Oekufu, Tarutu, Maurae, dan Lonis.

BACA JUGA  Gubernur NTT Kunjungi Kelompok Tani di Baumata

” Yang pelapor laporkan itu kurang volume sementara yang kita bangun ada empat embun sesuai RAB yang tersebar di empat dusun dan satu dusun dapat satu embun. dia (Pelapor) bilang embun kurang volume sementara sudah diperiksa oleh Inspektorat semuanya lengkap ,”ujarnya.

Selain itu, sambung mantan Kades erwin, soal jalan rabat yang dilaporkan bahwa kurang volume, namun berdasarkan hasil ukur dari Inspektorat Kabupaten Belu Volume pembangunan Jalan rabat telah lebih 14 meter.

” Dibilang kurang volume tapi ko hasil dari Inspektorat lebih 14 meter, kalo begitu yang lebih
dikembalikan uang saja hehehehe,”candanya.

Sementara, secara kualitas dari jalan rabat tersebut sudah tiga tahun namun sampai hari ini masih kokoh bahkan dikatakan bahwa super kuat karena kondisi masih utuh.

Berikutnya, sambung mantan Kades Erwin, soal perpipaan bahwa yang dilihat hanya pipa Pamsimmas. Memang betul pamsimmas, tapi pemerintah Desa Renrua melakukan sharing dana dengan pamsimmas, saat itu, pemerintah Desa Renrua angarkan Rp 50 juta.

” Rp 50 juta yang kita berikan adalah sharing dana dengan Pamsimas untuk dibangunan perpipaan air sepanjang 4 kilometer, kalo dilihat satu pipa iya memang betul karena kita sharing dana antara desa dan Pamsimas,”pungkasnya.

berikutnya, Pembangunan Pagar Tembok, Dikatakan mantan Kades Erwin, berdasarkan RAB pembangunan pagar tembok itu hanya 55 meter, yang dilaporkan oleh pelapor adalah 83. karena berdasarkan hasil data pembangunan pembangunan pagar tembok itu lebih .

” iya kita bangun berdasarkan RABs yaitu 55, tapi dia lapor 83. karena pagar tembok kita bangun lebih itu,”jelasnya.

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI
Kadis Pendidikan NTT Apresiasi Inovasi MKKS SMA Kabupaten Kupang Hadapi TKA 2026
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:50 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 06:09 WITA

Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait

Senin, 28 September 2026 - 13:57 WITA

SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek

Senin, 28 September 2026 - 05:09 WITA

Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”

Berita Terbaru

Gambar oleh Komsos Sta. Helena

Iman & Gereja

Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita

Sabtu, 10 Okt 2026 - 07:31 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY amankan 1.820 liter solar dalam dua dugaan upaya penyelundupan di perbatasan RI–Timor Leste, Kabupaten Belu, NTT.

BERITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Jumat, 9 Okt 2026 - 09:50 WITA

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!