Puisi-puisi Gregorius Owa Uran

- Editor

Sabtu, 19 Oktober 2024 - 23:48 WITA

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Puisi 5 Dari Anak Pemana untuk Nusantara

Aku, anak Pemana, mengarungi perjuangan ini,
Bukan hanya dengan tubuh, tetapi dengan semangat jiwa,
Mata ini bercahaya seperti bintang di malam kelam,
Menggapai cita di antara riak gelombang yang menggulung.

Sekolah sederhana di tepian pantai yang damai,
Menjadi tempat aku menimba ilmu dengan penuh tekad dan cinta,
Di bawah atap yang sederhana, papan tulis dan kursi kayu setia mendampingi,
Saksi bisu dari perjalanan mimpi-mimpiku yang berlayar dalam harapan.

Setiap pagi, aku memulai perjalanan panjang,
Bersama buku-buku dan harapan yang menyala di hati,
Berlayar dengan ombak, dan angin lembut sebagai teman,
Dalam ruang kelas kecil yang sarat dengan impian yang tak terbagi.

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

MURAH! Hubungi 08113810024

Di antara pelajaran dan lantunan ombak yang bersenandung lembut,
Terdengar kerinduan mendalam yang mengalir dalam diriku,
Mimpi-mimpi ini melayang tinggi menuju dunia yang lebih luas,
Dengan pena dan tinta, aku menulis kisah untuk mengubah nasib.

Jauh dari gemerlap kota dan gedung pencakar langit,
Aku membangun jembatan ilmu dan kasih dengan segala usaha,
Dengan setiap tetes keringat dan harapan yang tak pernah padam,
Aku membuktikan bahwa tekad dan keberanian mampu menembus batas.

Aku, anak Pemana yang mungkin tampak terasing dalam pandangan dunia,
Namun di dalam diriku terukir kekuatan dan keindahan perjuangan,
Di setiap riak lautan dan langkah kaki yang mantap,
Aku menulis sajak yang menginspirasi dan menyentuh hati Nusantara.

Untuk setiap nelayan yang berjuang di laut biru yang tak terhingga,
Untuk setiap mimpi yang membara di malam yang hening,
Dari pulau terpencil ini, dipenuhi doa dan harapan,
Aku menulis puisi dari lubuk hati yang terdalam,
Untuk Nusantara, tanah tercinta yang menjadi saksi setiap langkahku.

Salam dariku, anak Pemana.

***

Facebook Coment

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

19 Tim Ramaikan Turnamen Voli Milenial Cup I Desa Kalali
Saling Menegur dalam Kasih: Jalan Menuju Kesucian Hidup
Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN
Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti
Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi
Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
Berita ini 78 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 19:37 WITA

19 Tim Ramaikan Turnamen Voli Milenial Cup I Desa Kalali

Sabtu, 5 September 2026 - 07:38 WITA

Saling Menegur dalam Kasih: Jalan Menuju Kesucian Hidup

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:03 WITA

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN

Senin, 29 Juni 2026 - 20:16 WITA

Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:20 WITA

Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Berita Terbaru

BERITA

19 Tim Ramaikan Turnamen Voli Milenial Cup I Desa Kalali

Minggu, 13 Sep 2026 - 19:37 WITA

Iman & Gereja

Mengampuni Tanpa Batas: Jalan Menuju Damai dan Belaskasih Allah

Sabtu, 12 Sep 2026 - 08:08 WITA

BERITA

Saling Menegur dalam Kasih: Jalan Menuju Kesucian Hidup

Sabtu, 5 Sep 2026 - 07:38 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan

Sabtu, 29 Agu 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!
Exit mobile version