Puisi-puisi Gregorius Owa Uran

- Editor

Sabtu, 19 Oktober 2024 - 23:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puisi 5 Dari Anak Pemana untuk Nusantara

Aku, anak Pemana, mengarungi perjuangan ini,
Bukan hanya dengan tubuh, tetapi dengan semangat jiwa,
Mata ini bercahaya seperti bintang di malam kelam,
Menggapai cita di antara riak gelombang yang menggulung.

Sekolah sederhana di tepian pantai yang damai,
Menjadi tempat aku menimba ilmu dengan penuh tekad dan cinta,
Di bawah atap yang sederhana, papan tulis dan kursi kayu setia mendampingi,
Saksi bisu dari perjalanan mimpi-mimpiku yang berlayar dalam harapan.

BACA JUGA  Timor, Aku Cinta Padamu

Setiap pagi, aku memulai perjalanan panjang,
Bersama buku-buku dan harapan yang menyala di hati,
Berlayar dengan ombak, dan angin lembut sebagai teman,
Dalam ruang kelas kecil yang sarat dengan impian yang tak terbagi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di antara pelajaran dan lantunan ombak yang bersenandung lembut,
Terdengar kerinduan mendalam yang mengalir dalam diriku,
Mimpi-mimpi ini melayang tinggi menuju dunia yang lebih luas,
Dengan pena dan tinta, aku menulis kisah untuk mengubah nasib.

BACA JUGA  PMKRI Malaka Kutuk Keras Pelaku Kekerasan Seksual Anak Bawah Umur di Malaka

Jauh dari gemerlap kota dan gedung pencakar langit,
Aku membangun jembatan ilmu dan kasih dengan segala usaha,
Dengan setiap tetes keringat dan harapan yang tak pernah padam,
Aku membuktikan bahwa tekad dan keberanian mampu menembus batas.

Aku, anak Pemana yang mungkin tampak terasing dalam pandangan dunia,
Namun di dalam diriku terukir kekuatan dan keindahan perjuangan,
Di setiap riak lautan dan langkah kaki yang mantap,
Aku menulis sajak yang menginspirasi dan menyentuh hati Nusantara.

BACA JUGA  Au Aok Bian - Falsafah Kasih Atoni Pah Meto

Untuk setiap nelayan yang berjuang di laut biru yang tak terhingga,
Untuk setiap mimpi yang membara di malam yang hening,
Dari pulau terpencil ini, dipenuhi doa dan harapan,
Aku menulis puisi dari lubuk hati yang terdalam,
Untuk Nusantara, tanah tercinta yang menjadi saksi setiap langkahku.

Salam dariku, anak Pemana.

***

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI
Kadis Pendidikan NTT Apresiasi Inovasi MKKS SMA Kabupaten Kupang Hadapi TKA 2026
19 Tim Ramaikan Turnamen Voli Milenial Cup I Desa Kalali
Berita ini 79 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 11:43 WITA

Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat

Rabu, 30 September 2026 - 06:09 WITA

Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait

Senin, 28 September 2026 - 05:09 WITA

Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”

Sabtu, 26 September 2026 - 10:25 WITA

Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI

Berita Terbaru

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!