Tanggapan pada Puisi Felixianus Ali : Anjing – anjing Keuskupan

- Editor

Jumat, 12 April 2024 - 04:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepada Felixianus Ali
seorang Wartawan, sekaligus penyair
Aku salut dengan tulisanmu
; Menyudut kaum gerejawi.

Ada apa?
puisimu penuh amarah
Bagai kehilangan cinta
; Kehilangan cinta dalam bertutur kata
pada mereka (Uskup dan Pastor-pastor Khatolik)

Kamu marah
; Tajam kata-kata mu
Seperti belati menusuk dada
sakit perih pun kau masih membangga
mengotori aksara
dengan syair penuh makna
; Penuh makna kurang etika

BACA JUGA  Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

ads

MURAH! Hubungi 08113810024

Gereja itu tubuhmu
ia menyatu dalam nama Bapak, Putra dan Roh Kudus.
Seperti kata-kata imam yang membabtis mu sejak kecil, dan saat itu, engkau dikenal Allah dengan nama Felixianus Ali.

Menghujat para uskup dan pastor
; menghujat gereja.
Menghujat gereja, menghujat umat.
Engkau, Felixianus seperti diperbudak teori retorika.

BACA JUGA  Timor, Aku Cinta Padamu

Felixianus Ali,
Aku tak pandai merangkai kata.
Merangkai kata menjadi puisi.
apa lagi memarahimu karena tidak belajar etika.

Malaka, 12 April 2024

Theo Kiik, seorang petani ladang. Kesehariannya hanya bekerja sebagai seorang petani. Theo Kiik tidak pernah menulis di media manapun, baik media cetak maupun media online

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Duka Flores, Goyang “Bosan Hala” dan Jebakan Kacamata Hitam Media Sosial
Dari Konten ke Pewartaan: Misi Komsos Menjangkau Dunia
Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Rayakan Valentine, Legislator PSI Ajak Siswa & Warga Fatuleu Barat Tanam Pohon
Ketua Diaspora Rote Ndao Paparkan Akar Kemiskinan & Strategi Penanggulangan
Legenda Nepo, Kolu, dan Kelahiran Koru
Hilangnya “Budi” di Ruang Kelas NTT: Alarm Serius Krisis Moral
Berita ini 47 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:31 WITA

Duka Flores, Goyang “Bosan Hala” dan Jebakan Kacamata Hitam Media Sosial

Senin, 1 Juni 2026 - 10:47 WITA

Dari Konten ke Pewartaan: Misi Komsos Menjangkau Dunia

Senin, 1 Juni 2026 - 08:49 WITA

Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

Sabtu, 14 Februari 2026 - 09:37 WITA

Rayakan Valentine, Legislator PSI Ajak Siswa & Warga Fatuleu Barat Tanam Pohon

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan

Sabtu, 29 Agu 2026 - 10:36 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

“Siapakah Aku Ini?” – Pengakuan Petrus dan Dasar Iman Gereja

Sabtu, 22 Agu 2026 - 20:32 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Maria Diangkat ke Surga: Tanda Harapan bagi Umat Beriman

Sabtu, 15 Agu 2026 - 07:36 WITA

Oplus_131072

KOTBAH & RENUNGAN

​Doa, Iman, dan Kuasa yang Meredakan Badai Hidup

Sabtu, 8 Agu 2026 - 06:01 WITA

error: Content is protected !!