BELU – Memasuki H-1 pemungutan suara, pendistribusian logistik Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di seluruh wilayah Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), dipastikan berjalan lancar. Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Raimanuk menjadi salah satu wilayah yang bergerak cepat memastikan seluruh logistik tiba di Tempat Pemungutan Suara (TPS) tepat waktu.
Setelah menerima logistik dari KPUD Kabupaten Belu pada Senin (12/2), PPK Raimanuk langsung melanjutkan pendistribusian ke 54 TPS yang tersebar di 9 desa pada Selasa (13/2) pagi. Sebanyak 270 kotak suara dikawal ketat oleh personel gabungan TNI-Polri, Panwascam, dan Linmas.
Antisipasi Cuaca Buruk dan Medan Ekstrem
Ketua PPK Raimanuk, Andro Hipir, menyatakan bahwa meskipun cuaca di wilayah tersebut sedang mendung dan gerimis, proses distribusi tetap berjalan sesuai target. Pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi untuk melindungi dokumen negara tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kendaraan yang kami siapkan, baik truk maupun mobil pick-up, semuanya dilengkapi dengan terpal sebagai pelindung. Kami sudah mengantisipasi cuaca yang kurang bersahabat ini agar logistik tetap aman dan kering,” ujar Andro.
Tantangan distribusi di Kecamatan Raimanuk bukan hanya soal cuaca, melainkan juga medan geografis yang sulit. Terdapat dua desa dengan akses ekstrem, yakni Desa Teun dan Desa Faturika.
- Di Desa Faturika, petugas harus melewati jalan raya yang sangat terjal di Dusun Sanina.
- Di Desa Teun, petugas bahkan harus melintasi sungai selebar 100 meter menuju Dusun Oereu.
Untuk mengatasi hal ini, PPK Raimanuk telah melakukan rekayasa rute alternatif agar logistik dapat mencapai lokasi TPS dengan selamat tanpa hambatan berarti.
Pengamanan Ketat Berdasarkan Zona Kerawanan
Di sisi keamanan, Kapolsek Raimanuk IPDA Illumudin menjelaskan bahwa Polri menerapkan dua pola pengamanan berdasarkan tingkat kerawanan wilayah.
“Kami membagi penempatan personel dalam dua pola, yaitu daerah kurang rawan dan daerah rawan. Untuk daerah kurang rawan, 2 personel Polri dan 12 Linmas akan mengawasi maksimal 8 TPS. Sedangkan untuk kategori rawan, jumlah personelnya sama namun dengan jumlah TPS yang lebih sedikit, minimal 2 TPS,” jelas IPDA Illumudin.
Ia menegaskan bahwa Polri berkomitmen penuh menjalankan misi pengawalan guna memastikan pesta demokrasi ini berjalan dengan aman, damai, dan kondusif hingga seluruh tahapan selesai.