Renungan Minggu Biasa XXII
Bacaan: Yeremia 20:7-9; Roma 12:1-2; Matius 16:21-27
Kita menyebut diri sebagai orang Kristen Katolik, pengikut Kristus. Kita bangga menjadi orang Kristen Katolik.
Menjadi orang Kristen Katolik adalah sebuah panggilan—panggilan untuk mengikuti Yesus Kristus. Namun, panggilan untuk mengikuti Yesus Kristus bukanlah panggilan yang gampang dan selalu menyenangkan. Mengikuti Yesus berarti mengikuti jejak dan jalan hidup-Nya. Ia datang untuk menyelamatkan kita melalui jalan salib dan penderitaan.
PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

MURAH! Hubungi 08113810024
Dalam Injil hari ini, Yesus menubuatkan penderitaan yang akan dialami-Nya. Ia mengatakan bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala, dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga (Mat. 16:21).
Ketika Yesus menyampaikan hal itu, Petrus berkata kepada-Nya, “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu!” Namun, Yesus menegur Petrus dengan keras, “Enyahlah, Iblis! Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku.”
Setelah itu, Yesus menyampaikan syarat-syarat untuk mengikuti-Nya. Ada tiga syarat utama yang harus dijalankan oleh setiap orang yang ingin menjadi pengikut-Nya.
1. Menyangkal Diri
Setiap orang yang mau mengikuti Yesus harus berani mengatakan “tidak” kepada diri sendiri dan “ya” kepada kehendak Allah, apa pun tuntutannya.
Allah dan kehendak-Nya harus ditempatkan di atas segala-galanya. Mengikuti Yesus menuntut keberanian untuk tidak menjadikan kepentingan pribadi sebagai pusat kehidupan. Kita harus berani menyangkal ego, keinginan, ambisi, dan kesenangan diri apabila semuanya itu bertentangan dengan kehendak Allah.
2. Memikul Salib
Setiap orang yang mau mengikuti Yesus harus bersedia berkorban dan menderita. Kita harus siap meninggalkan segala sesuatu yang dapat menghalangi kita untuk setia kepada Tuhan.
Harta kekayaan, jabatan, kekuasaan, kenyamanan, dan berbagai kenikmatan hidup tidak boleh menjadi tujuan utama kehidupan. Semuanya harus ditempatkan secara benar di hadapan Allah.
Memikul salib berarti berani menerima tanggung jawab, kesulitan, pengorbanan, bahkan penderitaan sebagai bagian dari perjalanan iman.
3. Mengikuti Yesus
Setiap orang harus sadar bahwa mengikuti Yesus adalah sebuah panggilan menuju keselamatan. Panggilan ini menuntut komitmen yang kuat dan kesetiaan sepanjang hidup.
Menjadi pengikut Kristus bukanlah keputusan sesaat. Iman membutuhkan ketekunan dan kesetiaan. Sekali memilih untuk mengikuti Kristus, kita dipanggil untuk tetap setia kepada-Nya.
Jalan Salib Menuju Kemuliaan
Inti pesan Injil hari ini adalah bahwa Yesus Kristus mengundang kita untuk mengikuti-Nya dengan memperjuangkan nilai-nilai penyangkalan diri, pengorbanan, ketaatan, dan kesetiaan.
Kita diajak untuk mengesampingkan kepentingan diri dan mengutamakan kehendak Allah. Allah harus menjadi segala-galanya dalam kehidupan kita, sebagaimana Yesus sendiri menempatkan kehendak Bapa sebagai yang utama.
Ini memang merupakan jalan hidup yang berat. Namun, di balik segala penderitaan dan pengorbanan itu, tersedia mahkota kemuliaan abadi yang tidak tertandingi.
Hal yang sama kita lihat dalam diri Nabi Yeremia pada bacaan pertama. Yeremia sungguh menyadari bahwa ia dipanggil Allah untuk mewartakan sabda-Nya. Tugas itu tidak mudah. Ia ditolak, dihina, dicemooh, bahkan seolah-olah tidak ada seorang pun yang membelanya.
Namun, sesuatu yang menarik terjadi: cinta kasih Yeremia kepada Allah justru semakin menyala. Ia merasa bahwa Tuhan terlalu kuat menggenggam dirinya dengan tangan-Nya yang berkuasa (Yer. 20:7-9).
Yeremia menunjukkan kepada kita bahwa kesetiaan kepada Allah tidak selalu membuat hidup menjadi mudah. Ada saat-saat ketika kita mengalami penolakan, kesulitan, penderitaan, dan kekecewaan. Tetapi semuanya itu tidak boleh membuat kita meninggalkan Tuhan.
Pesan Iman
Jalan mengikuti Yesus adalah jalan salib dan penderitaan. Namun, di balik salib ada mahkota kemuliaan yang tak tertandingi.
Karena itu, janganlah kita mudah menyerah dalam mengikuti Kristus. Tetaplah tekun, setia, dan berani memikul salib kehidupan.
Tekun mengikuti Yesus, maka engkau akan memperoleh keselamatan.
Amin.
Penulis : Rm. Chris Taus, Pr
Editor : Del Neonub







