Kemendagri Akan ganti E-KTP dengan IKD

- Editor

Sabtu, 11 Februari 2023 - 13:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil  Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagri), mengumumkan penerbitan e-KTP akan mulai dihapuskan. Sebagai gantinya adalah penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD) atau KTP Digital.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakhrulloh, melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (11/2/2023).

“Banyak keluhan masyarakat yang belum memiliki e-KTP karena keterbatasan blangko,” kata Zudan.

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

ads

MURAH! Hubungi 08113810024

Sejumlah daerah seperti di Papua, penerbitan e-KTP mangkrak akibat kosongnya stok blangko. Sehingga, langkah ke depannya pemerintah akan menerapkan sistem digitalisasi untuk semua pengurusan dokumen kependudukan.

BACA JUGA  Mimpi Untuk Memiliki Rumah Layak Huni dari Pemda Belu Hingga Peti Jenazah Yang Diterima dari Dinsos

Zuldan menegaskan, pengadaan blangko beserta peralatan lain untuk penerbitan e-KTP dinilai sangat mahal. Hal tersebut dikatakannya akan menggerus anggaran Dukcapil. Selain itu, masalah jaringan tak kalah menyulitkan saat proses penerbitan e-KTP. 

“Ini untuk mengatasi kendala jaringan, ditambah pengadaan peralatan dan blangko itu mahal sekali,” beber Zudan.

Zuldan menyebutkan, masalah ini menjadi sorotan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M.Tito Karnavian. Tito akhirnya memutuskan agar semua jenis identitas kependudukan harus berbasis digital. Seperti e-KTP yang berupa fisik perlahan akan digantikan IKD.

“Maka Pak Mendagri Tito Karnavian memberikan arahan agar menggunakan pendekatan asimetris, yakni dengan digitalisasi dokumen kependudukan termasuk penerapan IKD,” kata  Zudan.

BACA JUGA  Awali Operasi, Satgas Ops Bina Kusuma Polres Belu Menemui Pedagang dan Menghimbau Jauhi Penyakit Masyarakat

Zudan menyatakan, porsi pendanaan untuk blangko terbilang cukup besar. Hal ini yang menurutnya menjadikan anggaran Dukcapil akan semakin tergerus.

Zudan menuturkan, peralatan untuk mencetak e-KTP juga dianggap sangat mahal. Dukcapil di setiap daerah perlu menyediakan printer dengan ribbon, cleaning kit dan film.

Menurutnya, peralatan tersebut harganya sangat mahal sehingga anggaran Dukcapil akan membengkak.

“Jaringan internet di daerah yang belum memadai juga menjadi kendala besar saat pencetakan e-KTP,” urainya.

Kendala yang kerap dialami adalah pemberkasaan selalu gagal akibat lambatnya internet di daerah.

BACA JUGA  79 KK di Desa Oefeto Terima Bantuan Langsung Tunai

Pengiriman hasil perekaman e-KTP sering kali tidak sempurna. Penyebabnya, failer enrollment dan rekaman hasil sidik jari tak jarang gagal terkirim ke pusat. Alhasil, e-KTP pun tidak jadi.

Sehingga, Kemendagri memutuskan akan mengganti KTP elektronik dengan IKD. “Jadi kita tidak lagi menambahkan blangko tetapi kita mendigitalkan pelayanan adminduk. KTP elektronik diganti IKD” katanya.

Selain masalah itu, salah satu pertimbangan pemerintah akhirnya memutuskan perubahan ini, karena pemekaran 11 Kecamatan dan 300 Desa/Kelurahan di Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua.

Zuldan mengatakan, hal tersebut menjadi kendala besar, khususnya pemberkasaan dengan jaringan internet.

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi
Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas
Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup
FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:20 WITA

Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Senin, 1 Juni 2026 - 08:49 WITA

Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:54 WITA

Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa

Kamis, 14 Mei 2026 - 23:21 WITA

200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama

Berita Terbaru

Gambar oleh: matatimor.net

KOTBAH & RENUNGAN

Ekaristi Kudus: Roti Hidup Penjamin Kehidupan Kekal

Sabtu, 6 Jun 2026 - 15:34 WITA

Gambar oleh: matatimor.net

INSPIRASI

Dari Konten ke Pewartaan: Misi Komsos Menjangkau Dunia

Senin, 1 Jun 2026 - 10:47 WITA

Oplus_131072

INSPIRASI

Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya

Senin, 1 Jun 2026 - 08:49 WITA

error: Content is protected !!