Keluhan Masyarakat Desa Leuntolu : Tiang Listrik Tanpa Kabel sejak 2018

- Editor

Jumat, 2 Desember 2022 - 07:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Leuntolu merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu hingga saat ini akses jaringan listrik hanya tiang tanpa kabel.

Keadaan ini membuat masyarakat dusun Kuanitas dan Kota Sukaer merasa dianak tirikan dan benar-benar kecewa dengan pihak PLN atambua.

Desa yang berada tepat di jalan timor Raya atambua- Kupang yang seharus tidak susah untuk masyarakat mengakses jaringan listrik, namun hal itu berbeda dengan kenyataan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

BACA JUGA  Tingkatkan Kepatuhan Masyarakat dalam Berlalu Lintas, Polres Belu Selama Dua Pekan Gelar Operasi Patuh Turangga 2023

Masyarakat dusun Kuanitas harus swadaya kabel untuk memperoleh listrik dari Desa Rinbesihat, Kecamatan Tasifeto Barat untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari walau tegangan listrik yang diperoleh tidak stabil (spaning naik turun).

Manuel, salah seorang warga Dusun Kuanitas, kepada media ini menyampaikan kalau tiang – tiang listrik sudah berdiri sejak tahun 2018 namun instalasi kabel hingga saat ini belum direalisasikan.

“Kami di dusun Kuanitas ini hanya mendapat tiang listrik tanpa kabel sejak 4 tahun lalu, pada hal desa lain yg jauh dari jalan umum bahkan jaraknya puluhan kilo meter tapi listriknya menyala dan sebenarnya ada apa dengan kami di dusun ini?” Tanya Manuel.

BACA JUGA  Ini dia Arti Logo Hari Pahlawan 2022

Hal yang sama disampaikan Yan warga dusun Kota Sukaer, “Kami di dusun Kota Sukaer khususnya Roti Laran ini ada belasan kepala keluarga (KK) namun kami juga hanya bisa swadaya sendiri membeli kabel dan tarik dari meteran utama yang ada di kantor desa. Bahkan dari jalan umum ke kantor desapun tidak ada satu tiang listrik, jadi kami menumpang listrik dari satu meteran milik kantor desa untuk belasan bahkan puluhan keluarga ini sehingga kadang arus listriknya naik turun (spaning) dan mengakibatkan alat elektronik yang ada kadang rusak. Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah melalui PLN Atambua untuk bisa perhatikan keadaan kami ini” harap Yan

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas
Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup
FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM
Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia
Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:54 WITA

Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:48 WITA

Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:32 WITA

Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup

Kamis, 23 April 2026 - 06:32 WITA

FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Dari Loh Batu ke Hati Manusia: Karya Roh Kudus di Hari Pentekosta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:11 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Pesan Paus Leo XIV Untuk Hari Komsos Sedunia ke-60

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:10 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Bahasa, Doa, dan Komunikasi: Jalan Menuju Persatuan dalam Kristus

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:58 WITA

error: Content is protected !!