Cari Ikan di Cekdam, Warga di Malaka Hilang Tenggelam

- Editor

Minggu, 6 Februari 2022 - 21:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Setelah itu, korban bersama saksi Rio masuk lagi ke dalam cekdam dan mencari ikan lagi, beberapa saat kemudian korban datang lagi mengantarkan hasil tangkapan ikan yg didapat, setelah menyerahkan ikan hasil tangkapan yang kedua, korban mengatakan kepada saksi-saksi

“kamu datang ganti saya dulu, saya mau mandi”, kata Kunera mengulangi pernyataan korban.

BACA JUGA  BREAKINGNEWS - Supra vs Mobil Box, Dua Pelajar SMA dilarikan ke RSU

Kemudian korban langsung masuk ke dalam cekdam bersama anaknya Geri Gerson Asa, sementara saksi dirinya (saksi, Kunera) bersama saksi lainnya sibuk menangkap ikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selang beberapa saat sekira 30 menit kemudian saksi Jeri berteriak memanggil mamanya.

“Mama… mama. Bapak tenggelam dari tadi tidak keluar keluar”, teriak Jeri.

BACA JUGA  Putusnya JUT Mausaka penghubung BELU-MALAKA dan TTU, ini Pernyataan Bupati Simon Nahak

Selanjutnya, Kunera Hoar bersama saksi lainya langsung melakukan upaya pencarian dengan cara berjalan mengelilingi cekdam sambil berteriak memanggil nama korban. Namun korban tidak juga muncul atau ditemukan sehingga warga masyarakat di sekitar cekdam pun berdatangan untuk membantu mencari korban namun sampai dengan saat ini korban belum juga ditemukan, pungkas Kunera.

BACA JUGA  Setelah Dipolisikan Atas Dugaan KDRT, Kadis Perhubungan Belu Diadukan Lagi ke DPRD Gegara Ini.

Menurut Kunera (istri korban) bahwa pada hari minggu, 06 Februari 2022, sekira pukul 10.00 wita, korban pergi mengikuti acara adat di Kianren, saat datang ke TKP korban masih dalam kondisi mabuk miras.

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu
Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu
Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru
40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan
Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:49 WITA

Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:19 WITA

Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:46 WITA

40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:50 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Berita Terbaru

Iman & Gereja

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani

Sabtu, 24 Okt 2026 - 10:31 WITA

Pater Frans Lackner & Rd. Ama Kolo Imam Perdana dari Pulau Sabu

Iman & Gereja

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:52 WITA

error: Content is protected !!