Aula Gereja di Kampung Yakonde dijadikan Tempat Salat Peserta KMAN VI

BERITA42 Dilihat

Sentani, MataTimor– Aula Jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Ebenhaezer di kampung adat Yakonde, Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, dijadikan warga setempat sebagai tempat salat bagi peserta Sarasehan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI.

Penyediaan lokasi salat itu diapresiasi oleh para peserta sarasehan yang hadir di lokasi, khususnya yang beragama Islam, karena seluruh masyarakat kampung Yakonde beragama Kristen.

“Menurut kami di sini (kampung Yakonde) sangat bagus dan berkesan, karena kami sebagai komunitas Islam sudah disediakan tempat Ibadah yang ditempatkan di Gereja Ebenheizer di lantai dua,” ujar Rita Munggol, peserta saresehan dari Kabupaten Boolang Mogondow, Provinsi Sulawesi Utara kepada media ini pada Rabu (26/10/2022).

Baca Juga  Lirik Lagu PULU BI Timo, Ciptaan Bupati Kupang, Bapak Ayub Titu Eki

Menurut Rita, kerelaan masyarakat adat Yakonde untuk menyediakan tempat ibadah mereka dipakai peserta sarasehan beragama lain selama dua hari ini merupakan bentuk perwujudan toleransi yang nyata di Papua.

Toleransi dan keramahtamahan masyarakat setempat dinilai mencerminkan kesiapan panitia dalam menggelar rangkaian acara kongres yang berlangsung setiap lima tahun sekali tersebut.

“Jadi kami sangat salut atas panitia-panitia yang telah menyediakan tempat ibadah kami di gereja,” imbuh dia.

Baca Juga  Telah Dibuka Registrasi Akun LTMPT berikut cara-caranya

Senada, Ketua Rombongan Komunitas Amabom Raya, Saud Kumangki mengatakan penyediaan tempat ibadah peserta muslim di gereja menunjukkan bahwa nilai toleransi antara sesama pemeluk agama di Papua masih sangat terjaga dengan baik dalam keutuhan bingkai negara kesatuan republik Indonesia.

Dia mengakui, tersedianya tempat Salat di Aula Jemaat di Kompleks Gereja adalah hal unik dan bernilai toleransi tinggi yang pernah ditemui.

“Bagi kami, itu adalah sebuah penghargaan karena kebutuhan kami untuk melaksanakan salat bisa terpenuhi. Sebenarnya, itulah wujud dari nilai-nilai luhur dalam rangkah meningkatkan toleransi antara umat beragama,” jelas Saud.

Baca Juga  Pemprov NTT Kirim Pelajar Ke Jerman

Pada awalnya, Saud bersama rekan-rekan yang beragama Muslim yang di tempatkan di Yakonde sempat kebingungan mencari tempat untuk salat karena Kampung Yakonde dihuni oleh penduduk Nasrani.

Kebingungan itu kemudian sirna ketika di beritahu oleh warga setempat jika Aula Jemaat GKI Ebenhaezer telah disiapkan untuk digunakan salat.

“Sikap toleransi yang dimilki oleh warga Papua bukan saja muncul saat adanya kongres, tetapi sikap toleransi di Papua sudah menjadi bagian yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan orang Papua,” katanya.

Foto: Amiri Yandi/InfoPublik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *