Atase Dikbud KBRI Dili Terima Penghargaan Tinggi dari Pemerintah Timor Leste
Dili – matatimor.net – Menjelang akhir masa tugasnya, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dili, Ikhfan Haris, menerima dua penghargaan bergengsi dari Pemerintah Republik Demokratik Timor-Leste. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Timor-Leste, khususnya di bidang pendidikan, budaya, bahasa, sosial, dan seni.
Penghargaan pertama diberikan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Kebudayaan Timor-Leste (MESCC) dalam sebuah acara resmi yang berlangsung di Aula MESCC, Dili, pada Selasa (22/7). Piagam penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Koordinator Bidang Sosial, Mariano Assanami Sabino, dan disaksikan oleh sejumlah pejabat tinggi kementerian.
Sementara itu, penghargaan kedua datang langsung dari Presiden Republik Demokratik Timor-Leste, José Ramos-Horta, dalam bentuk Ordem de Timor-Leste – Grau Medalha. Penghargaan negara tertinggi yang diberikan kepada individu dengan kontribusi luar biasa terhadap pembangunan nasional dan hubungan internasional Timor-Leste. Prosesi penganugerahan berlangsung secara khidmat di Istana Kepresidenan pada Kamis (24/7).
Dalam sambutannya, Presiden José Ramos-Horta menyampaikan penghargaan mendalam atas peran Atdikbud KBRI Dili yang dinilai aktif dan berdampak nyata dalam mempererat kerja sama di bidang pendidikan dan kebudayaan. Selama tiga tahun terakhir, berkat fasilitasi dari Atdikbud, Indonesia telah memberikan lebih dari 1.767 beasiswa kepada mahasiswa Timor-Leste untuk melanjutkan pendidikan di berbagai perguruan tinggi di tanah air.
Menanggapi penghargaan tersebut, Ikhfan Haris menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya. “Apresiasi ini saya terima bukan untuk saya pribadi semata, melainkan untuk seluruh elemen bangsa Indonesia yang telah turut membangun jembatan kerja sama pendidikan dan budaya dengan semangat kesetaraan dan saling menghormati,” ungkapnya usai menerima penghargaan.
Ia menegaskan bahwa diplomasi pendidikan dan budaya bukan hanya soal hubungan antarnegara, melainkan juga tentang membangun relasi hangat antar masyarakat. “Pendidikan dan kebudayaan adalah jembatan kokoh untuk saling mengenal dan memahami. Kita tidak hanya berbagi ilmu, tetapi juga nilai, harapan, dan persahabatan,” tambahnya.
Selama masa tugasnya, Atdikbud KBRI Dili juga sukses mendorong berbagai program soft diplomacy seperti kursus Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA), pameran pendidikan, pertunjukan budaya, pelatihan seni, serta penguatan kerja sama antar lembaga pendidikan.
Tak hanya itu, keberadaan Pusat Budaya Indonesia (PBI) yang di -kelola Atdikbud turut menjadi ruang strategis bagi interaksi lintas budaya yang inklusif dan produktif bagi masyarakat Timor-Leste.
Penghargaan-penghargaan ini menjadi penanda kuat atas peran penting Indonesia dalam pembangunan sumber daya manusia di negara tetangga, sekaligus memperkuat komitmen kerja sama bilateral yang edukatif, humanis, dan berkelanjutan.








