Antara CASIS AKPOL dan Pendidikan KITA, MARI BERKACA!

- Editorial Staff

Selasa, 9 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Hanya Pemanis Buatan, bukan gula asli!

Gambar Hanya Pemanis Buatan, bukan gula asli!

Beberapa waktu terakhir ini di warganet di NTT sedang ramai memperbincangkan terkait seleksi calon siswa taruna Akademi Kepolisian (Casis Akpol). Sebanyak 11 orang calon siswa telah lulus seleksi dan siap berangkat ke Semarang untuk ikut tahapan selanjutnya.

Ramainya perbincangan warganet di NTT terkait 11 nama yang telah lolos seleksi ini. Menurut beberapa warganet, bahwa beberapa nama dari 11 orang itu bukan merupakan anak asli NTT. Masi menurut komentar-komentar netizen, bahwa 11 orang casis ini ada sedikitnya 4 atau 5 nama yang berasal dari luar provinsi.

Semua ikut bersuara, dari saya yang adalah orang biasa, sampai ke para petinggi dan politisi asal NTT, sebut saja Pak Beni K. Harman, Pak Ansi Lema, dan lainnya. Dari setiap pernyataan para petinggi, selalu adanya keberatan terkait dengan hasil seleksi ini. Namun, pihak Polda NTT menyatakan bahwa seleksi tersebut sudah sesuai dengan standar, sangat ketat, dan tidak ada yang mengintervensi.

Saya pribadi tidak ada urusan sampai urusan nama hingga marga. Siapapun yang mewakili NTT, saya anggap dia pantas. Dari Segala aspek! karena saya lebih tau diri. Ini pendapat pribadi ya!.

Menoleh ke belakang, beberapa waktu yang lalu, salah seorang anggota legislatif begitu garangnya menyuarakan terkait permasalahan pendidikan di NTT. Ini tentu ada keterkaitan dengan hasil seleksi calon siswa akpol ini. Anak NTT mimpinya bukan baru terkubur saat seleksi calon siswa. Banyak yang terkubur mimpi mereka saat masih di bangku sekolah. Pendapat pribadi ya! anda boleh punya argumen dan pendapat lain dalam hal ini.

Baca Juga  Mendidik APA ADANYA bukan ADA APANYA

Sekolah-sekolah yang ada di kota, tentu memiliki kelengkapan fasilitas, ketersediaan guru bahkan sampai menumpuk. Sementara yang ada di kampung-kampung di pedalaman ? mari kita sapu dada! (dada sendiri, jangan pi sapu dada orang lain!)

Mari berkaca. Persoalan Casis Akpol tahun 2024 ini adalah tamparan keras bagi kita khususnya di dunia pendidikan. Dalam hal ini perlu adanya langkah ekstrim! Seperti Gubernur periode lalu Bapak Viktor Bungtilu Laiskodat, yang dengan “gila” mengambil kebijakan sekolah jam 5 pagi. Ini semacam efek kejut! Pendidikan di NTT perlu dikasih strum, agar bisa lancar kembali! Sayangnya efek kejut itu baru terjadi di akhir masa kepemimpinan Pak Viktor. Kebijakan beliau viral sebentar lalu pudar, bahkan dibatalkan setelah datang penjabat gubernur. Selesai.

Baca Juga  Hadapai Tantangan Global, Presiden Jokowi minta Dunia Lakukan ini

Padahal, sekolah jam lima pagi bila saya terjemahkan maka, kita perlu mengadakan asrama di setiap sekolah! Sekolah WAJIB ASRAMA! apapun resikonya, kita harus bisa! agar lebih banyak kegiatan kita bersama anak-anak lebih berproses menuju ke cita-cita yang luhur.

Kita lihat contoh. Di seminari-seminari (sekolah calon imam Katolik) punya asrama, segala kegiatan dijadwalkan, dan apa hasilnya? mereka pintar-pintar!.

eh cukup dulu di sini. kita sambung di lain kesempatan. Silakan kasi komentar kalau tulisan ini blepotan. Saya memang sedang belajar menulis tanpa edit.

o iya yang mau tonton pembahasan saya tentang persoalan ini di youtube, bisa klik channel saya dengan nama di youtube : matatimor

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kamis Putih : Paus Fransiskus Kunjungi Narapidana
PERTRANSIIT BENEFACIENDO, AD VITAM AETERNAM
Sebesar 75 Persen Nara Pidana di NTT Pelaku Kekerasan Seksual
Refleksi Surat Gembala Prapaskah 2025 Sebuah Perspektif Filsafat Realistik
Tekunlah dengan Salib Hidupmu – Kotbah Minggu Prapaskah II
Keluarkanlah dahulu balok dalam matamu! – Kotbah Katolik
Ke Vatican, ini yang Dibahas Megawati dan Paus Fransiskus
HATI-HATI PENIPUAN Terkait Diskon Listrik 50%

Berita Terkait

Kamis, 17 April 2025 - 21:19

Kamis Putih : Paus Fransiskus Kunjungi Narapidana

Rabu, 2 April 2025 - 01:52

Sebesar 75 Persen Nara Pidana di NTT Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 24 Maret 2025 - 23:38

Refleksi Surat Gembala Prapaskah 2025 Sebuah Perspektif Filsafat Realistik

Jumat, 14 Maret 2025 - 23:39

Tekunlah dengan Salib Hidupmu – Kotbah Minggu Prapaskah II

Jumat, 28 Februari 2025 - 14:17

Keluarkanlah dahulu balok dalam matamu! – Kotbah Katolik

Berita Terbaru

Oplus_131072

RENUNGAN KATOLIK

Homili Minggu Paskah II – Minggu Kerahiman Ilahi

Sabtu, 26 Apr 2025 - 00:03

Sumber : Vaticannews.va

BERITA

Kamis Putih : Paus Fransiskus Kunjungi Narapidana

Kamis, 17 Apr 2025 - 21:19

Renungan Jumat Agung Oleh RD. Leo Mali

RELIGI

Salib, Derita, dan Harapan | Renungan Jumat Agung

Kamis, 17 Apr 2025 - 20:52

RELIGI

Pesan Paskah 2025 Uskup Keuskupan Agung Kupang

Kamis, 17 Apr 2025 - 03:08

RELIGI

Homili Minggu Palma, 13 April 2025

Sabtu, 12 Apr 2025 - 10:48

error: Content is protected !!