Rhytm 0 & SISI GELAP manusia!

- Editor

Sabtu, 18 Juni 2022 - 21:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manusia memiliki sisi gelap yang akan nampak jika mereka memiliki kuasa untuk melakukannya. kira-kira seberapa besar sisi gelap tersebut? Pernah dengar Rhythm 0? Berawal dari seni pertunjukan, Rhythym 0 menjadi penemuan psikologi paling mengerikan.

Marina Ibramovic, mengadakan penampilan paling kontroversial, mengerikan, dan berbahaya dalam sejarah seni. Limbad pun lewat jauh

Intruksi yang diberikan Marina dalam pertunjukan tersebut:

Instructions :

There are 72 objects on the table that one can use on me as desired. PerformanceI am the object. During this period I take full responsibility. Duration: 6 hours (8 pm – 2 am)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Maksudnya: selama 6 jam, Marina tidak bergerak. Ia memperbolehkan para penonton melakukan apapun padanya, dan dia tidak akan memberontak ataupun memprotes. 72 jenis barang diletakkan di atas meja, mulai dari bunga mawar sampai pist0l, dan itu boleh digunakan pada Marina sesuka hati. Marina akan berlagak sebagai objek. Ia menyebut seni kontemporer ini Rhthym 0.

Gambar di atas adalah barang-barang yang menjadi alat para penonton. ada juga pisau.

Pada awalnya, para penonton bersikap lembut.

BACA JUGA  Sambut Listrik PLN, Warga Fatuleu Barat, Antusias Tebang Pohon Penghalang Jalur Kabel

Hanya sedikit bermain-main. Ada yang menaruh mawar di tangannya, ada yang menciumnya, ada yang menyuapinya kue.

Lalu, ketika mereka sadar bahwa Marina benar-benar tidak akan melakukan apapun, sisi gelap mereka mulai muncul.

“it was six hours of real horror,” ucap Marina di sebuah interview.

Seseorang mendudukkannya. Ia dipermalukan. Tubuhnya dipindahkan. Ada yang menyiramkan air padanya.

Tiga jam berjalan, pisau mulai menyentuh kulit Marina.

Ada yang mengukir tulisan di tubuhnya. Tidak tanggung-tanggung, ada yang menggoreskan pisau dekat leher Marina dan meminum darahnya.

BACA JUGA  SMP dan SMA PGRI Kota Kupang Terima Siswa Baru

Penderitaan Marina tidak berakhir sampai situ.

Seseorang bahkan membuatnya menempelkan pist0l berpeluru ke lehernya sendiri.

Mata Marina berkaca-kaca, tapi ia tetap tidak bergerak.

Mereka menggunting pakaian Marina. Pelecehan seksual mulai terjadi.

Marina bersaksi bahwa ia tidak diperkosa karena kebanyakan penonton membawa pasangannya waktu itu.

Ia dibawa-bawa setengah telanjang, didudukkan di atas meja, dan ada yang menancapkan pisau ke kayu dekat kakinya.

Seseorang mengambil gambar dengan kamera ketika kekerasan itu terjadi, dan membuat Marina memegang foto-foto itu.

Kekerasan mulai mereda ketika seorang wanita memeluk Marina, dan beberapa orang yang takut menolong akhirnya mulai beraksi dan mengobati luka-luka yang dialami Marina.

Perpecahan terjadi, ada yang berusaha menahan yang lain melakukan kekerasan lebih parah, ada yang ingin menikmati momen ini selagi bisa.

BACA JUGA  Au Aok Bian - Falsafah Kasih Atoni Pah Meto

Menariknya, ketika waktu habis, dan Marina mulai bergerak, para pelaku kekerasan melarikan diri ketakutan.

Sulit rasanya menerima Marina kembali sebagai seorang manusia setelah melihatnya sebagai objek dalam waktu beberapa lama.

Inilah yang terjadi jika manusia dihadapkan dengan kekuasaan tanpa batas dan konsekuensi.

Apalagi jika target kekuasaan itu adalah manusia lagi, terutama wanita.

Inilah seberapa keji sisi gelap manusia.

Orang bisa berusaha keras akan melakukan segala cara selagi posisi kekuasaan berada di tanganya karena mereka tidak akan membedakan antara mana yang benar dan salah serta baik dan buruk. (dari berbagai sumber)

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu
Satu Malam di Nauen: Doa, Jamuan, dan Cerita Persaudaraan
Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Duka Flores, Goyang “Bosan Hala” dan Jebakan Kacamata Hitam Media Sosial
Dari Konten ke Pewartaan: Misi Komsos Menjangkau Dunia
Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:52 WITA

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:50 WITA

Satu Malam di Nauen: Doa, Jamuan, dan Cerita Persaudaraan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:36 WITA

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Senin, 28 September 2026 - 13:57 WITA

SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:31 WITA

Duka Flores, Goyang “Bosan Hala” dan Jebakan Kacamata Hitam Media Sosial

Berita Terbaru

Iman & Gereja

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani

Sabtu, 24 Okt 2026 - 10:31 WITA

Pater Frans Lackner & Rd. Ama Kolo Imam Perdana dari Pulau Sabu

Iman & Gereja

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:52 WITA

error: Content is protected !!