Kab. KUPANG, matatimor.net — Suasana penuh sukacita dan nuansa budaya yang kental mewarnai perayaan syukur 30 tahun berdirinya Paroki Santo Petrus Pariti – Sulamu, Kabupaten Kupang, Senin (29/6/2026). Perayaan yang bertepatan dengan Hari Raya Santo Petrus dan Paulus ini menjadi momentum refleksi sejarah panjang masuknya iman Katolik di tanah Pariti.
Kunjungan perdana Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakenoni, di paroki yang mekar dari Paroki Santa Helena Camplong pada tahun 1996 ini, disambut secara khusus dengan tradisi Lamaholot.
Merawat Ingatan Sejarah Tahun 1942
Penyambutan dengan tradisi Lamaholot ini bukan tanpa alasan. Secara historis, benih iman Katolik pertama kali dibawa dan ditanam di bumi Pariti oleh orang-orang asal Flores Timur (Lamaholot) pada tahun 1942 silam. Kehadiran para perintis ini menjadi cikal bakal lahirnya komunitas umat Katolik hingga akhirnya resmi berdiri menjadi paroki mandiri 30 tahun yang lalu.
PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

MURAH! Hubungi 08113810024
Tiba di gerbang Gereja Sto. Petrus Pariti, Uskup Agung Kupang yang didampingi oleh Sekretaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, RD. Erik Fkun, serta Asisten 2 Setda Kabupaten Kupang yang mewakili Bupati Kupang, langsung disambut hangat dengan ritual adat Lamaholot.
Prosesi diawali dengan pemakaian busana adat Lamaholot kepada Uskup oleh Pastor Paroki, RD. Kun Lopis, bersama Pastor Rekan, RD. Pixel. Sebagai bentuk penghormatan tertinggi dan ungkapan persaudaraan, rombongan agung ini kemudian disuguhkan tuak putih, sirih pinang, serta tembakau lontar, yang diiringi hentakan gagah Tarian Hedung (tarian perang khas Lamaholot).
Pesan Uskup Mgr. Hironimus: “Jangan Takut Menjadi Orang Katolik”
Perayaan Ekaristi Kudus dipimpin langsung oleh Mgr. Hironimus Pakenoni. Dalam misa syukur ini, sebanyak 82 umat Katolik Paroki Pariti menerima Sakramen Krisma (Sakramen Kedewasaan Iman).
Dalam khotbahnya, Uskup Agung Kupang memberikan pesan mendalam agar umat meneladani keberanian para saksi iman, termasuk para perintis terdahulu. Beliau meminta para penerima krisma agar menjadi saksi Kristus yang berani mewartakan kebenaran Kitab Suci.
“Jangan takut menjadi orang Katolik. Kita harus berani membuat tanda salib di mana pun kita berada,” tegas Mgr. Hironimus, membakar semangat iman umat.
Ramah Tamah dan Kehadiran Para Tokoh
Usai perayaan misa yang agung, acara dilanjutkan dengan ramah tamah bersama di pastoran paroki. Kegembiraan ulang tahun ke-30 ini ditandai dengan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun secara bersama-sama.
Hadir dalam acara syukur ini sejumlah pejabat daerah dan tokoh lintas agama, antara lain:
- Gubernur NTT yang diwakili oleh Kepala Dinas ESDM Provinsi NTT.
- Bupati Kupang yang diwakili oleh Asisten 2 Setda Kabupaten Kupang.
- Camat Sulamu.
- Kepala Puskesmas (Kapus) Sulamu – Pariti.
- Ketua Majelis Jemaat (KMJ) Yakin Pariti (menunjukkan indahnya toleransi antarumat beragama).
- Para Imam/Pastor undangan: Pastor Kuasi Paroki Raknamo, Pastor Stasi Sto. Martinus Naibonat, Pastor Sto. Bernardus Oelbeba, serta Pastor Rekan Paroki Sto. Yohanes Pembabtis Buraen.
Perayaan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi umat Paroki Sto. Petrus Pariti – Sulamu untuk terus merawat akar sejarah iman, mempererat persaudaraan, dan bertumbuh dalam pelayanan di tengah masyarakat. (MT/Red)
Foto-fotonya di di SINI
Penulis : Del
Editor : Del Neonub







