Farisi vs Pemungut Cukai: Siapa yang Doanya Diterima?”

“Belajar Rendah Hati dalam Doa: Dari Farisi dan Pemungut Cukai”

- Editor

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 00:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Kotbah Minggu Biasa XXX, Oleh Rm. Chris Taus, Pr
(Sirakh 35:12-14,16-18 | Lukas 18:9-14)

Sudah dua minggu berturut-turut, Yesus terus mengajarkan dan mengingatkan kita tentang pentingnya berdoa.
Doa adalah napas hidup dan sumber kekuatan bagi seluruh karya Yesus. Hidup dan karya-Nya tidak dapat dipisahkan dari doa.

Itulah sebabnya, di tengah kesibukan-Nya setiap hari, Yesus selalu menyempatkan diri untuk mencari tempat yang sunyi guna berdoa — kadang sendirian, kadang bersama murid-murid-Nya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Puncak doa Yesus tampak jelas di Taman Getsemani. Di sana, Ia berdoa dengan begitu mendalam hingga peluh-Nya seperti tetesan darah. Itulah momen ketika Yesus memulai penderitaan-Nya, dan melalui doa itu pula keselamatan kita dimulai.

Yesus bukan hanya mengajarkan kita untuk berdoa, tetapi juga meneguhkannya dengan teladan nyata. Karena pentingnya doa, Yesus terus mengingatkan para murid-Nya — dan juga kita, para pengikut-Nya — agar menjadi orang-orang pendoa.

BACA JUGA  Kotbah Katolik Hari Raya Maria Diangkat Ke Surga

Beberapa pengajaran Yesus tentang doa antara lain:

Ia mengajarkan Doa Bapa Kami, doa yang paling sempurna.

Ia mengingatkan agar kita berdoa di tempat tersembunyi, karena Bapa yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya.

Ia menasihati agar kita berdoa tanpa henti dan tidak jemu-jemu (Injil minggu lalu).

Dan dalam Injil minggu ini, Yesus mengajarkan tentang sikap hati dan batin yang benar ketika berdoa, melalui perumpamaan orang Farisi dan pemungut cukai yang sama-sama berdoa di Bait Allah.

Orang Farisi dikenal sebagai ahli agama yang sangat paham ajaran doa.
Sedangkan pemungut cukai dianggap pendosa publik, dijauhi dan direndahkan masyarakat.

BACA JUGA  Kotbah Katolik Pesta Keluarga Kudus Nazareth - Minggu 31/12/2023

Doa orang Farisi berbunyi:

“Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu karena aku tidak sama seperti orang lain — bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah, dan bukan seperti pemungut cukai ini. Aku berpuasa dua kali seminggu dan memberikan sepersepuluh dari penghasilanku.”

Secara kata-kata, doa ini tampak baik. Namun di baliknya tersembunyi kesombongan dan sikap menghakimi orang lain.

Sementara itu, pemungut cukai hanya berdiri jauh-jauh, tidak berani menengadah, sambil menundukkan kepala dan berdoa dengan penuh penyesalan:

“Ya Allah, kasihanilah aku, orang berdosa ini.”

Yesus menegaskan bahwa pemungut cukai inilah yang pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan oleh Allah, bukan orang Farisi.

BACA JUGA  Tuaian Melimpah, Pekerja Sedikit: Panggilan Menjadi Perpanjangan Tangan Yesus

Kitab Putra Sirakh juga menegaskan bahwa Allah adalah Hakim yang adil. Ia mendengarkan doa semua orang, terutama doa mereka yang tertindas, yatim piatu, janda, dan orang miskin.

“Doa orang miskin menembus awan.”

Pesan Iman

Sebagai pengikut Kristus, marilah kita menjadi pribadi yang pendoa.
Jangan biarkan satu hari pun berlalu tanpa doa, terutama Doa Bapa Kami yang diajarkan Yesus sendiri.

Ketika kita berdoa dengan hati yang rendah, menundukkan kepala, dan mengakui diri sebagai orang berdosa, kita membuka hati bagi belas kasih dan pengampunan Allah.

Seperti pemungut cukai, mari kita berdoa dengan tulus:

“Ya Allah, kasihanilah aku, orang berdosa ini.”
Amin.

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu
Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:50 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:05 WITA

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 11:43 WITA

Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat

Senin, 28 September 2026 - 13:57 WITA

SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek

Berita Terbaru

Satgas Yonarhanud 14/PWY amankan 1.820 liter solar dalam dua dugaan upaya penyelundupan di perbatasan RI–Timor Leste, Kabupaten Belu, NTT.

BERITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Jumat, 9 Okt 2026 - 09:50 WITA

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!