Sekda NTT Harus Dipimpin Jenderal Kopassus

Oleh: Jusup Koe Hoea, Ketua Forum Guru NTT

- Editor

Selasa, 16 September 2025 - 03:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda NTT Harus dipimpin Jenderal Kopassus

Pada 1 Oktober 2025, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan memasuki masa pensiun. Pergantian pejabat tinggi pratama ini adalah momentum penting yang tidak boleh dilewatkan sekadar sebagai rutinitas birokrasi. Posisi Sekda bukan hanya jabatan administratif, tetapi jantung yang menggerakkan mesin pemerintahan daerah.

Di tengah kondisi NTT sebagai provinsi kepulauan yang masih menghadapi kemiskinan struktural, infrastruktur minim, serta reputasi sebagai salah satu provinsi dengan tingkat korupsi tinggi, penentuan figur Sekda menjadi penentu arah perubahan. NTT membutuhkan pemimpin birokrasi yang berani, bersih, tegas, serta memiliki visi kemanusiaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekda Bukan Sekadar Putra Daerah

Forum Guru NTT berpandangan bahwa Sekda NTT tidak harus berasal dari putra daerah. Yang dibutuhkan adalah seorang warga negara Indonesia yang benar-benar mencintai NTT, memiliki integritas, serta komitmen untuk melayani masyarakat.

BACA JUGA  Setelah Dipolisikan Atas Dugaan KDRT, Kadis Perhubungan Belu Diadukan Lagi ke DPRD Gegara Ini.

Kami tidak mempermasalahkan asal suku maupun agama. Yang utama, jabatan Sekda harus digunakan sebagai sarana pelayanan publik, bukan untuk memperkaya diri atau kelompok. Jika jabatan itu dijalankan dengan asas keadilan sosial dan kemanusiaan, maka pejabat tersebut sesungguhnya adalah utusan Tuhan bagi masyarakat NTT.

Mengapa Jenderal Kopassus?

Kami mengusulkan agar jabatan Sekda NTT dipercayakan kepada seorang Jenderal Kopassus. Alasan ini bukan tanpa dasar. Ada beberapa pertimbangan:

  1. Disiplin dan Integritas Tinggi
    Latar belakang Kopassus membentuk pribadi dengan disiplin, keberanian, serta loyalitas tinggi pada bangsa dan negara. Hal ini sangat dibutuhkan dalam menata birokrasi yang selama ini rentan terhadap praktik korupsi dan penyalahgunaan kewenangan.
  2. Ketegasan dalam Memberantas Korupsi
    NTT masih menyandang predikat sebagai salah satu provinsi terkorup. Dibutuhkan figur yang tidak kompromi terhadap praktik-praktik koruptif. Seorang Jenderal Kopassus diyakini mampu membawa ketegasan itu.
  3. Kemampuan Mengelola Daerah Kepulauan
    NTT adalah provinsi kepulauan yang membutuhkan koordinasi lintas sektor dengan kecepatan, ketegasan, dan keandalan logistik. Karakter kepemimpinan militer, khususnya dari korps elite Kopassus, sesuai untuk menghadapi kompleksitas ini.
  4. Memutus Pola Feodalisme Birokrasi
    Selama ini birokrasi NTT sering tersandera kepentingan politik lokal dan budaya patronase. Kehadiran figur dari luar lingkaran tersebut—yang bebas dari beban politik lokal—akan membawa angin segar perubahan.
BACA JUGA  Awali Operasi, Satgas Ops Bina Kusuma Polres Belu Menemui Pedagang dan Menghimbau Jauhi Penyakit Masyarakat

Intervensi Serius dari Presiden dan Mendagri

Usulan ini tentu membutuhkan perhatian serius dari Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Tanpa campur tangan pemerintah pusat, NTT akan terus terjebak dalam lingkaran setan kemiskinan dan korupsi.

Kami percaya Presiden Prabowo memiliki visi kuat untuk memperkuat daerah-daerah perbatasan dan kepulauan. Menempatkan figur Jenderal Kopassus sebagai Sekda NTT akan menjadi langkah nyata menegaskan komitmen tersebut.

Harapan untuk NTT

Forum Guru NTT berharap agar figur Sekda yang akan datang dapat menggerakkan roda birokrasi dengan prinsip:
Kebenaran dan keadilan sosial sebagai landasan.

BACA JUGA  Mengaku Senang dan Bangga, AKBP Yosep Krisbiyanto mendapat tugas Sebagai Kapolres di Tapal Batas RI-RDTL

Transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola keuangan daerah.

Disiplin dan efisiensi dalam pelayanan publik.

Humanitas: menjadikan jabatan bukan sebagai alat kekuasaan, tetapi sarana pelayanan rakyat.

Kami yakin, dengan Sekda yang tepat, NTT bisa keluar dari stigma sebagai provinsi termiskin dan terkorup. Saatnya NTT bangkit melalui birokrasi yang bersih, tegas, dan berintegritas.

Momentum pensiun Sekda pada 1 Oktober 2025 adalah kesempatan emas. Jangan biarkan posisi vital ini kembali jatuh pada kompromi politik dan kepentingan sempit. NTT membutuhkan figur luar biasa.

Dan bagi kami, tidak ada pilihan yang lebih tepat selain menghadirkan seorang Jenderal Kopassus di kursi Sekretaris Daerah Provinsi NTT.

Sebagai penutup, jika memang memungkinkan melalui sekda nantinya seluruh pejabat pemerintah eselon II DAN III provinsi NTT di kirim ke barak militer sebagai bentuk pembekalan kepemimpinan

Facebook Coment

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia
Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim
Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar
Komisi X DPR Usul Gaji Minimal Guru Rp 5 Juta, Bonnie Triyana: Anggaran Kita Cukup
Cegah Kebocoran Data, Kemendikdasmen Luncurkan Program Bug Bounty 2026
Korupsi Rampas Hak Rakyat, Forum Guru NTT Ajak Warga Melapor
Kepala Sekolah Bukan Jabatan Permanen: Pemberhentian adalah Corrective Action, Bukan Hukuman
Obor Lintas Agama dari Pelosok SD Muhammadiyah Tli’u
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 13:55 WITA

Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia

Kamis, 16 April 2026 - 08:35 WITA

Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim

Selasa, 14 April 2026 - 13:15 WITA

Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar

Selasa, 14 April 2026 - 05:02 WITA

Komisi X DPR Usul Gaji Minimal Guru Rp 5 Juta, Bonnie Triyana: Anggaran Kita Cukup

Rabu, 8 April 2026 - 13:41 WITA

Cegah Kebocoran Data, Kemendikdasmen Luncurkan Program Bug Bounty 2026

Berita Terbaru

Desain Oleh: Tim Kreatif matatimor.net

MATA BERITA

Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia

Minggu, 19 Apr 2026 - 13:55 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Tuhan dalam Keseharian

Sabtu, 18 Apr 2026 - 06:16 WITA

Indografis oleh matatimor.net

MATA BERITA

Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim

Kamis, 16 Apr 2026 - 08:35 WITA

Indografis by matatimor.net

MATA BERITA

Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar

Selasa, 14 Apr 2026 - 13:15 WITA

error: Content is protected !!