Kotbah Katolik Minggu Biasa XII, 23 Juni 2024

- Editor

Sabtu, 22 Juni 2024 - 03:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rm. Chris Taus dan Anggota Koor TNI Katolik Paroki Camplong (Doc. Komsos Paroki)

Rm. Chris Taus dan Anggota Koor TNI Katolik Paroki Camplong (Doc. Komsos Paroki)

Kotbah Katolik Minggu Biasa XII, 23 Juli 2024 oleh Rm. Jhon Chris Taus, Pr, Paroki Santa Helena Lili – Camplong.

Yesus tampil di Galilea, mewartakan kabar gembira Injil Kerajaan Allah, dan meneguhkannya dengan tanda-tanda mukjizat.

Dalam Injil minggu ini, Yesus meredakan angin badai dan gelombang laut untuk menyatakan bahwa DiriNya sebagai Tuhan yang berkuasa atas segala kekuatan alam semesta ini. Dan memang kekuatan-kekuatan alam apapun tunduk di bawah kuasaNya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yesus Kristus yang bangkit dari alam maut ini adalah Tuhan yang berkuasa atas alam semesta ini. Dengan meresahkan angin badai dan gelombang laut, Yesus mau menyatakan bahwa Dirinya adalah TUHAN yang berkuasa atas segala kekuatan alam ini. Dan segala kekuatan alam ini tunduk kepadaNya, termasuk angin badai dan gelombang laut.

BACA JUGA  Iman Sebesar Biji Sesawi: Benarkah Bisa Mengalahkan yang Mustahil?”

Hal ini penting karena Laut bagi orang Yahudi gambaran dari kekuatan alam yang MENCELAKAKAN manusia. Dengan bangkit dari alam maut, maka maut tak akan menguasaiNya lagi. Karena itu hanya kepada Dia saja kita berharap dan percaya bahwa Yesus inilah yang punya kuasa menyelamatkan kita dari segala kuasa kejahatan apapun di dunia ini. Maka Kerajaan Allah yang Yesus dirikan adalah kerajaan yang menguasai segala kekuatan alam semesta ini.

Kotbah Katolik Mingguan ( Minggu Biasa XII )

Dalam kisah Injil ini Yesus meredakan angin badai dan gelombang laut. Sangat kentara bahwa Allah membiarkan atau mengijinkan kekuatan jahat melanda kita, membiarkan kita mendapat tantangan dalam perjuangan hidup keseharian. Akan tetapi Allah TIDAK Membiarkan kita berjuang sendiri mencari jalan keluar untuk mengatasinya. Allah selalu Bersama dan berpihak pada kita, dengan memberikan segala hal yang perlu untuk mengatasi badai perjuangan hidup.

BACA JUGA  Pekan OMK, Paroki Sto. Mikhael Oelani Adakan Pertandingan Voli

Nabi Ayub adalah seorang nabi yang sangat saleh dan jujur. Tetapi dia adalah seorang nabi yang menderita sepanjang hidupnya. Dalam penderitaannya ketiga Sabahatnya meyakinkan dia bahwa penyakit yang ia derita adalah akibat dari hukuman atas dosa-dosa dan kesalahannya.

Tetapi Ayub sendiri dengan sangat kuat membantah bahwa penyakit yang ia derita BUKAN KARENA HUKUMAN ATAS DOSA-DOSANYA, TETAPI ALLAH SENDIRI YANG MEMBIARKANNya, agar Allah turut menderita bersamaannya dan Allah sendiri memberikan rahmat kekuatan untuk mengatasi penderitaan penyakitnya. Allah selalu berpihak kepada orang yang menderita sakit atau kemalangan.

BACA JUGA  Kotbah Katolik Minggu Paskah VII - Hari KomSos Sedunia - 12 Mei 2024

PESAN IMAN.

  1. Allah membiarkan kita mengalami tantangan, penderitaan, dan Kemalangan, tetapi Allah tidak pernah membiarkan kita berjuang sendiri untuk mengatasi segala kemalangan badai hidup. Allah selalu bersama kita dan berpihak pada kita, untuk mengatasi segala kemalangan hidup, dengan memberikan kita kekuatan dan jalan keluar untuk mengatasi penderitaan dan Kemalangan hidup.
  2. Tantangan, penderitaan penyakit, adalah bagian utuh dari hidup kita. Kita tidak boleh menolaknya atau kambing hitamkan orang lain, tetapi terimalah dan nikmatilah bersama Allah, karena bersama Allah segala badai hidup apapun akan berlalu. Bersama dengan Allah segala bentuk badai hidup akan berlalu.

BADAI PESTI BERLALU..AMEN.

MINGGU BIASA 12
Ayub 38,1.8.11
Mk,4,35-40

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peserta BPJS PBI JK Desil 6–10 Diberi Waktu 90 Hari, Ini 3 Langkah yang Harus Dilakukan
SMA di Kabupaten Kupang Bangun Optimisme Tingkatkan Hasil TKA 2026
Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu
Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu
Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru
40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan
Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:08 WITA

Peserta BPJS PBI JK Desil 6–10 Diberi Waktu 90 Hari, Ini 3 Langkah yang Harus Dilakukan

Minggu, 1 November 2026 - 18:54 WITA

SMA di Kabupaten Kupang Bangun Optimisme Tingkatkan Hasil TKA 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:49 WITA

Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:19 WITA

Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:56 WITA

Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru

Berita Terbaru

RD. Ansel Leu

Iman & Gereja

Jubah Putih Kita Telah Dicuci dalam Darah Anak Domba

Minggu, 1 Nov 2026 - 18:23 WITA

error: Content is protected !!