Wagub NTT : Pemuda Katolik Harus Jadi Pelopor Kemandirian Ekonomi

Sumber Foto : Tangkapan Layar YouTube : Biro Administrasi Pimpinan NTT

Wakil Gubernur NTT Buka Rakerda Pemuda Katolik 2025, Dorong Kemandirian dan Jiwa Kewirausahaan

Kupang – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol (Purn) Dr. Johni Asadoma, M.Hum, secara resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pemuda Katolik Komisariat Daerah NTT tahun 2025. Acara ini berlangsung dengan meriah dan penuh semangat kebersamaan, diawali dengan tarian tradisional dari siswa SMPK Santa Theresia Kupang.

Turut hadir dalam kegiatan ini Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antarlembaga, Irjen Pol (Purn) Viktor Gustaf Manoppo, M.H., Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma, serta jajaran pengurus Pemuda Katolik Komda NTT.

BACA JUGA  Kapolda NTT Bertamu di Istana Keuskupan Atambua

Dalam sambutannya, Wagub Johni Asadoma menyampaikan permohonan maaf dari Gubernur NTT yang berhalangan hadir. Ia juga memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi Pemuda Katolik dalam mendukung pembangunan daerah dan menjadi mitra strategis pemerintah serta masyarakat.

“Pemuda Katolik bukan sekadar organisasi kepemudaan biasa, melainkan mitra dalam memperjuangkan nilai kebangsaan, kemanusiaan, dan sosial. Pemerintah provinsi mendukung penuh kiprah Pemuda Katolik, terutama dalam sektor-sektor ekonomi produktif,” ujarnya.

Dorong Kemandirian Organisasi dan Kewirausahaan

Mengangkat tema “Optimalisasi Organisasi Berbasis Potensi Kader Menuju Kemandirian”, Wagub menekankan pentingnya membangun jiwa kewirausahaan di kalangan kader Pemuda Katolik. Ia mengajak pemuda untuk aktif menciptakan lapangan kerja, mengembangkan usaha kreatif, dan memperkuat ekonomi lokal.

BACA JUGA  Cara Cek Apakah DATAMU dipakai Pinjam Online?

Beberapa poin penting yang ditekankan antara lain:

  1. Menjadi mitra pemerintah dalam mengedukasi masyarakat, menyebarkan optimisme, serta membangun budaya disiplin.
  2. Menghadirkan solusi konkret bagi persoalan sosial-ekonomi di akar rumput, seperti akses air bersih, keterampilan, dan peluang kerja.
  3. Mendorong inovasi berbasis kearifan lokal, melalui program One Village One Product dan penguatan produk-produk khas NTT agar mampu bersaing di pasar modern.

“Bayangkan jika di setiap kabupaten/kota, kader Pemuda Katolik memiliki satu usaha produktif berbasis potensi daerah masing-masing. Maka kemajuan itu akan bisa kita raih bersama,” tegasnya.

Pemuda Katolik Harus Jadi Pelopor

Lebih lanjut, Wagub Asadoma menyinggung potensi besar NTT dalam sektor kelautan, pertanian, peternakan, pariwisata, hingga energi terbarukan. Ia berharap Pemuda Katolik dapat menjadi pencerah masyarakat terkait pemanfaatan energi baru dan terbarukan yang kini tengah dikembangkan pemerintah.

BACA JUGA  Amankan Pemilu 2024, Kapolres Belu Larang Anggota Bawa Senjata Api Saat Pengamanan di TPS

Ia juga mencontohkan keberhasilan investasi perkebunan tebu di Melolo, Sumba Timur, sebagai bukti bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang jika ada semangat, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

“Israel adalah contoh negara kecil yang bisa mandiri dengan segala keterbatasan. NTT pun bisa, asal ada optimisme dan semangat kemandirian,” ucapnya penuh keyakinan.

Semangat Persatuan

Di akhir sambutannya, Wagub mengajak seluruh kader Pemuda Katolik untuk menjadikan Rakerda ini sebagai momentum strategis dalam merumuskan langkah nyata, bukan hanya sekadar menghasilkan dokumen.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas organisasi kepemudaan, termasuk dengan GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah, demi menjaga persatuan bangsa.

Dengan penuh semangat, Wagub menutup sambutannya:
“Ayo bangun Pemuda Katolik. Ayo bangun NTT. Ayo bangun Indonesia!”