Wagub NTT : Pemuda Katolik Harus Jadi Pelopor Kemandirian Ekonomi

- Editor

Jumat, 22 Agustus 2025 - 07:49 WITA

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Sumber Foto : Tangkapan Layar YouTube : Biro Administrasi Pimpinan NTT

Wakil Gubernur NTT Buka Rakerda Pemuda Katolik 2025, Dorong Kemandirian dan Jiwa Kewirausahaan

Kupang – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol (Purn) Dr. Johni Asadoma, M.Hum, secara resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pemuda Katolik Komisariat Daerah NTT tahun 2025. Acara ini berlangsung dengan meriah dan penuh semangat kebersamaan, diawali dengan tarian tradisional dari siswa SMPK Santa Theresia Kupang.

Turut hadir dalam kegiatan ini Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antarlembaga, Irjen Pol (Purn) Viktor Gustaf Manoppo, M.H., Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma, serta jajaran pengurus Pemuda Katolik Komda NTT.

Dalam sambutannya, Wagub Johni Asadoma menyampaikan permohonan maaf dari Gubernur NTT yang berhalangan hadir. Ia juga memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi Pemuda Katolik dalam mendukung pembangunan daerah dan menjadi mitra strategis pemerintah serta masyarakat.

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

MURAH! Hubungi 08113810024

“Pemuda Katolik bukan sekadar organisasi kepemudaan biasa, melainkan mitra dalam memperjuangkan nilai kebangsaan, kemanusiaan, dan sosial. Pemerintah provinsi mendukung penuh kiprah Pemuda Katolik, terutama dalam sektor-sektor ekonomi produktif,” ujarnya.

Dorong Kemandirian Organisasi dan Kewirausahaan

Mengangkat tema “Optimalisasi Organisasi Berbasis Potensi Kader Menuju Kemandirian”, Wagub menekankan pentingnya membangun jiwa kewirausahaan di kalangan kader Pemuda Katolik. Ia mengajak pemuda untuk aktif menciptakan lapangan kerja, mengembangkan usaha kreatif, dan memperkuat ekonomi lokal.

Beberapa poin penting yang ditekankan antara lain:

  1. Menjadi mitra pemerintah dalam mengedukasi masyarakat, menyebarkan optimisme, serta membangun budaya disiplin.
  2. Menghadirkan solusi konkret bagi persoalan sosial-ekonomi di akar rumput, seperti akses air bersih, keterampilan, dan peluang kerja.
  3. Mendorong inovasi berbasis kearifan lokal, melalui program One Village One Product dan penguatan produk-produk khas NTT agar mampu bersaing di pasar modern.

“Bayangkan jika di setiap kabupaten/kota, kader Pemuda Katolik memiliki satu usaha produktif berbasis potensi daerah masing-masing. Maka kemajuan itu akan bisa kita raih bersama,” tegasnya.

Pemuda Katolik Harus Jadi Pelopor

Lebih lanjut, Wagub Asadoma menyinggung potensi besar NTT dalam sektor kelautan, pertanian, peternakan, pariwisata, hingga energi terbarukan. Ia berharap Pemuda Katolik dapat menjadi pencerah masyarakat terkait pemanfaatan energi baru dan terbarukan yang kini tengah dikembangkan pemerintah.

Ia juga mencontohkan keberhasilan investasi perkebunan tebu di Melolo, Sumba Timur, sebagai bukti bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang jika ada semangat, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

“Israel adalah contoh negara kecil yang bisa mandiri dengan segala keterbatasan. NTT pun bisa, asal ada optimisme dan semangat kemandirian,” ucapnya penuh keyakinan.

Semangat Persatuan

Di akhir sambutannya, Wagub mengajak seluruh kader Pemuda Katolik untuk menjadikan Rakerda ini sebagai momentum strategis dalam merumuskan langkah nyata, bukan hanya sekadar menghasilkan dokumen.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas organisasi kepemudaan, termasuk dengan GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah, demi menjaga persatuan bangsa.

Dengan penuh semangat, Wagub menutup sambutannya:
“Ayo bangun Pemuda Katolik. Ayo bangun NTT. Ayo bangun Indonesia!”

Facebook Coment

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN
Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti
Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi
Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:03 WITA

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN

Senin, 29 Juni 2026 - 20:16 WITA

Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:20 WITA

Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Senin, 1 Juni 2026 - 08:49 WITA

Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah

Sabtu, 1 Agu 2026 - 16:16 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Sabtu, 25 Jul 2026 - 08:47 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas

Sabtu, 18 Jul 2026 - 09:11 WITA

OPINI

Final Piala Dunia 2026: Takdir Sejarah vs. Kekuatan Devosi

Kamis, 16 Jul 2026 - 06:45 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita

Sabtu, 11 Jul 2026 - 11:48 WITA

error: Content is protected !!
Exit mobile version