Mengapa engkau Khawatir akan perkara duniawi?

Kotbah Katolik Minggu Biasa XVI oleh Rm. Chris Taus, Pr.

- Editorial Staff

Sabtu, 19 Juli 2025 - 01:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kotbah Katolik Minggu Biasa XVI - Paroki Santa Helena Lili - Camplong

Kotbah Katolik Minggu Biasa XVI - Paroki Santa Helena Lili - Camplong

Mengapa Engkau Khawatir ? – Kotbah Katolik Minggu Biasa XVI – Setelah Yesus mengajarkan Hukum Kasih sebagai syarat untuk memperoleh hidup kekal, Yesus masih terus berbicara tentang syarat lain, yang juga penting untuk memperoleh hidup yang kekal yaitu tekun mendengarkan Sabda Allah, sesuai pengajaran Yesus, karena Yesus sendiri adalah: SABDA HIDUP KEKAL.

Hal ini terjadi ketika Yesus dan murid-muridnya MENGUNJUNGI rumah Marta dan Maria di Betania. Marta dan Maria menerima Yesus dengan sukacita dan memberikan perhatian penuh, karena kunjungan ini adalah hal besar dan langkah. Karena Yesus sudah terkenal secara umum dan populer dengan karya-karyaNya yang mengagumkan.

Marta dan Maria melayani Yesus dengan sungguh-sungguh. Marta sibuk melayani dan Maria terus duduk MENEMANI dan mendengarkan Yesus. Ini hal biasa saat ada tamu. Tentu Yesus tidak sekedar cerita basa basi. Tetapi Yesus mengatakan banyak hal perihal kabar gembira Injil Kerajaan Allah yang ujung-ujungnya: HIDUP YANG KEKAL dan Maria terus duduk di kaki Yesus dan tekun mendengarkanNya. Sampai titik ini suasana masih aman.

BACA JUGA  Jangan Takut! Sekarang Engkau Akan menjadi Penjala Manusia

Mengapa Kamu Kuatir? – Kotbah Katolik Minggu Biasa XVI

Persoalan muncul, ketika Marta yang sibuk mengadu kepada Yesus, apalagi suruh Yesus seperti perintah. Tuhan, TIDAKKAH ENGKAU PEDULI, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? SURUHLAH DIA MEMBANTU AKU.

Perintah Marta ini langsung menuai reaksi Yesus. Marta, Marta, engkau khawatir akan banyak perkara, tetapi hanya satu yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya. Yesus terus mengingatkan Marta agar biar sibuk, tetapi hendaknya mendengarkan Sabda Allah, Sabda hidup kekal. Ini yang penting untuk hidup yang kekal.

BACA JUGA  Tuaian Melimpah, Pekerja Sedikit: Panggilan Menjadi Perpanjangan Tangan Yesus

Pengalaman Marta dan Maria menjadi juga pengalaman Abraham tokoh bapak Kaum beriman dalam bacaan pertama Kitab Kejadian. Abraham menerima kunjungan Tuhan dalam diri 3 orang tamu Allah (malaikat-malaikat Allah) yang sedang dalam perjalanan. Abraham menerima mereka di rumahnya, memberikan mereka tumpangan dan menjamu mereka dengan roti dari tepung yang terbaik dan masakan daging sapi yang empuk sebagai bentuk pelayanan terbaik untuk tamu-tamu Allah pembawa SABDA ALLAH.

BACA JUGA  Homili Minggu Paskah II - Minggu Kerahiman Ilahi

Abraham adalah seorang pelayan yang baik, dan mendengarkan Tuannya yaitu Sabda Allah.

PESAN IMAN:

  1. Sikap Marta yang sibuk dan kawatir akan banyak perkara duniawi, kembali mengingatkan kita agar kita dekatkan diri dengan Yesus dengan cara: carilah dahulu Kerajaan Allah, maka smua yang lain akan DITAMBAHKAN kepadamu (Luk,12,31)
  2. Sikap Maria yang terus duduk di dekat kaki Yesus, ingatkan kita selalu dekatkan diri dengan Yesus dalam setiap situasi hidup kita, karena Tuhanlah jaminan hidup kita, dengan terus dengarkan Sabda Allah, Sabda hidup kekal. Amen

MINGGU Biasa 16
Kej,18,1-10
Luk,10,38-47

Facebook Coment

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Ketika Kemurahan Hati Tuhan Dianggap Tidak Adil: Renungan Minggu Biasa XXV
Mengampuni Tanpa Batas: Jalan Menuju Damai dan Belaskasih Allah
Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan
“Siapakah Aku Ini?” – Pengakuan Petrus dan Dasar Iman Gereja
Maria Diangkat ke Surga: Tanda Harapan bagi Umat Beriman
​Doa, Iman, dan Kuasa yang Meredakan Badai Hidup
Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah
Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 13:12 WITA

Ketika Kemurahan Hati Tuhan Dianggap Tidak Adil: Renungan Minggu Biasa XXV

Sabtu, 12 September 2026 - 08:08 WITA

Mengampuni Tanpa Batas: Jalan Menuju Damai dan Belaskasih Allah

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:36 WITA

Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:32 WITA

“Siapakah Aku Ini?” – Pengakuan Petrus dan Dasar Iman Gereja

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:36 WITA

Maria Diangkat ke Surga: Tanda Harapan bagi Umat Beriman

Berita Terbaru

BERITA

19 Tim Ramaikan Turnamen Voli Milenial Cup I Desa Kalali

Minggu, 13 Sep 2026 - 19:37 WITA

Iman & Gereja

Mengampuni Tanpa Batas: Jalan Menuju Damai dan Belaskasih Allah

Sabtu, 12 Sep 2026 - 08:08 WITA

BERITA

Saling Menegur dalam Kasih: Jalan Menuju Kesucian Hidup

Sabtu, 5 Sep 2026 - 07:38 WITA

error: Content is protected !!