Kotbah Katolik Minggu Biasa XVIII

- Editor

Sabtu, 3 Agustus 2024 - 07:50 WITA

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Sebagau manusia kita butuh makan untuk hidup. Kita butuh makanan jasmani untuk kesehatan tubuh, dan makanan rohani yang menjadi syarat untuk menerima Rahmat ilahi untuk hidup kekal. Allah sendiri yang menjamin memberikan kita makanan jasmani dan rohani ini.

Karena itu hendaknya kita menjaga keseimbangan kebutuhan untuk makanan jasmani dengan kebutuhan makanan rohani. Sebab terkadang kita sibuk cari makan jasmani, dan kita lupa cari untuk makanan rohani.

Kisah Yesus buat mukjizat perbanyak 5 ketul roti jelai dan 2 ekor ikan (Injil minggu lalu) menjadi bukti sangat kuat bahwa Yesus sangat peduli dan terlibat dengan hidup kita manusia, teristimewa kebutuhan kita akan makanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yesus buat mukjizat itu dengan maksud:-sebagai bukti kepedulian Yesus akan kebutuhan makanan orang banyak, juga agar orang-orang itu akhirnya mengenal Yesus sebagai MESIAS PENYELAMAT yang bertanggung jawab atas keselamatan manusia.

Yang terakhir mengenal Yesus yang menghantar mereka lebih dalam akan Yesus SBG ROTI HIDUP DALAM EKARISTI KUDUS.

Tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Keesokan harinya, mereka mencari Yesus, BUKAN KARENA TELAH MELIHAT TANDA YANG DIKERJAKAN YESUS DAN PERCAYA KepadaNya, TETAPI KARENA MEREKA TELAH MAKAN ROTI SAMPAI KENYANG.

Karena itu ketika mereka bertemu dengan Yesus di seberang, mereka pura-pura tanya kepada Yesus. Rabi, bilamana Engkau tiba di sini? Yesus lalu mencela: kamh mencari Aku, bukan karena percaya akan tanda-tanda yang telah Ku kerjakan, tetapi karena kamu telah makan roti dan kenyang.

Kareba itu BEKERJALAH UNTUK MAKANAN YG TAHAN SAMPAI HIDUP YANG KEKAL, yang diberikan oleh Putera manusia.

Pernyataan Yesus ini membuat mereka bertanya: apa yang harus kami BUAT untuk melakukan kehendak Allah? Yesus tegaskan: inilah pekerjaan Allah. Hendaklah kamu percaya kepada Dia yang diutus Allah. Dengan ini Yesus mau mengantar mereka kepada makanan yang bertahan sampai hidup yang kekal yakni ROTI HIDUP DALAM EKARISTI KUDUS.

Maka ketika Yesus berbicara bahwa Dialah Roti Hidup itu, mereka minta kepada: Yesus. Tuhan, berikanlah kami Roti itu senantiasa.

Yesus pertegas, AKULAH ROTI HIDUP. barangsiapa datang kepadaKu tidak akan lapar lagi, dan barang siapa percaya kepadaKu, tidak akan haus lagi.

Dalam Ekaristi Kudus kita menyambut Yesus Roti hidup yakni Tubuh dan darahNya sendiri yang menjamin hidup yg kekal.

ROTI MANNA PERJANJIAN LAMA:

Perihal orang mencari Yesus untuk makan roti lagi, ini seperti orang Israel dalam Perjanjian Lama. Dalam ziarah Israel ke tanah Terjanji, mereka melewati Padang gurun yabg sangat menantang seperti mereka lapar dan haus. Mereka menggerutu terhadap Musa dan Allah, untuk minta makanan. Maka Allah memberikan mereka Roti Manna yaitu Roti yang diberikan Allah dari surga untuk mereka makan.

Mereka makan sampai kenyang tetapi lapar lagi dan mati Meski demikian Allah tetap setia kpd umatNya Israel.

PESAN IMAN.

  • Kita butuh makan jasmani untuk hidup di dunia, tetapi TERUTAMA kita butuh makanan Rohani. Roti hidup dalam Ekaristi Kudus untuk hidup yang kekal.
  • Dalam perayaan Ekaristi kita santap. Santapan Sabda dan Santapan Ekaristi Kudus yang menguatkan kita untuk menjadi Saksi hidup dari segala kebaikan Tuhan. Cinta kasih, damai sejahtera, kebenaran, keadilan, kejujuran, belaskash dan pengampunan.

Selamat merayakan Ekaristi hari migggu
MINGGU BIASA 18
Kel,16,2-4,12-15
Yoh,6,24-35

Facebook Coment

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Surat Gembala Prapaskah 2026 Uskup Agung Kupang | Download PDF
Menggenapi Bukan Meniadakan: Esensi Ajaran Yesus tentang Taurat
Menjadi Garam dan Terang Dunia: Menggarami Kehidupan, Menghalau Kegelapan
Delapan Sabda Bahagia: Peta Jalan Menuju Kedamaian Abadi
​Minggu Sabda Allah: Panggilan Pertobatan dan Terang Injil
Yesus Anak Domba Allah: Kepastian Keselamatan dan Bukti Cinta Sejati
Makna Pembaptisan Yesus: Solidaritas Tuhan dengan Manusia Berdosa
Dari Tradisi Menuju Kebudayaan Iman
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 05:43 WITA

Surat Gembala Prapaskah 2026 Uskup Agung Kupang | Download PDF

Jumat, 13 Februari 2026 - 23:22 WITA

Menggenapi Bukan Meniadakan: Esensi Ajaran Yesus tentang Taurat

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:51 WITA

Menjadi Garam dan Terang Dunia: Menggarami Kehidupan, Menghalau Kegelapan

Jumat, 30 Januari 2026 - 23:13 WITA

Delapan Sabda Bahagia: Peta Jalan Menuju Kedamaian Abadi

Jumat, 23 Januari 2026 - 23:50 WITA

​Minggu Sabda Allah: Panggilan Pertobatan dan Terang Injil

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Tuhan dalam Keseharian

Sabtu, 18 Apr 2026 - 06:16 WITA

MATA BERITA

Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim

Kamis, 16 Apr 2026 - 08:35 WITA

MATA BERITA

Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar

Selasa, 14 Apr 2026 - 13:15 WITA

error: Content is protected !!
Exit mobile version