Kotbah Katolik Minggu Adventus II

- Editor

Sabtu, 9 Desember 2023 - 23:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kotbah Katolik Minggu Adventus II – Oleh Rm. Jhon Chris Taus – Paroki Santa Helena Lili – Camplong

Kita sudah memasuki Minggu ke-2 Adventus. Kita bertemu dengan tokoh Yohanes Pembaptis yang tampil di Padang gurun: SIAPKAN JALAN BAGI TUHAN.

Yohanes Pembaptis tampil pada AKHIR MASA para Nabi, dan mengajar orang di Padang gurun, untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Mesias Anak Allah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Persiapan itu menuntut sikap tobat, yaitu perubahan sikap, yaitu tinggalkan cara hidup yang lama dan kenakan cara hidup yang baru.

KEDATANGAN MESIAS ANAK ALLAH, kedatangan Mesias Anak Allah ini untuk membawa INJIL KABAR GEMBIRA KESELAMATAN YG DATANG DARI ALLAH. KedatanganNya ibarat sebuah sebuah Perjalanan.

Mesias ANAK ALLAH datang kepada kita, datang menjumpai kita membawa INJIL KABAR GEMBIRA. Kita menjadi TUJUAN KEDATANGANNYA DI DUNIA INI.

BACA JUGA  Renungan Katholik Minggu Adventus II

Akan tetapi dunia yang kita diami ini adalah dunia yang penuh dosa, akibat kita TIDAK SETIA DG KEHENDAK ALLAH. Dalam situasi hidup seperti ini, Yohanes Pembaptis mendapat perutusan dari Allah untuk MENYIAPKAN JALAN BAGI KEDATANGAN MESIAS ANAK ALLAH.

Tentu maksud jalan di sini bukan dalam arti hurufiah, tetap bahasa simbolik untuk menggambarkan suatu kondisi hidup manusia, yang pantas dan layak untuk dilalui oleh Mesias Anak Allah, yaitu apakah hati kita pantas ketika Mesias itu datang kepada kita

Sebab Dia yang datang adalah Allah yang penuh kuasa bebaskan Israel dalam pembuangan di Babel, dan Mesias Anak Allah yang datang membawa terang bagi kita yang masih berada di bawah bayang-bayang kegelapan dosa.

BACA JUGA  Dari Loh Batu ke Hati Manusia: Karya Roh Kudus di Hari Pentekosta

ISRAEL UMAT TERPILIH MENANTI PEMBEBASAN TUHAN.
Pengalaman Israel dalam pembuangan di Babel ada pengalaman yang paling menyedihkan. Namun di tengah pengalaman pahit getirnya di Babel, Nabi Yesaya tampil sebagai PELIPUR LARA menghibur Israel bahwa Allah TIDAK menghukum Israel untuk selamanya tetapi Allah janjikan pembebasan baru yang lebih agung dari pada pembebasan dari perbudakan Mesir.

Maka tidak ada JALAN LAIN bagi Israel selain jalan : siapkan hati untuk menerima Kedatangan Tuhan Raja Israel.

Karena Allah tetap menjaga Israel seperti seorang gembala menjaga kawanan domba gembalanya .(Yes,40,)
SERUAN YOH PEMBAPTIS DAN NABI-NABI PERJANJIAN LAMA.
Seruan Yohabes Pembaptis di Padang gurun : siapkan jalan untuk Tuhan sebenarnya ulangan seruan Nabi-nabi Perjanjian Lama antara lain nabi Maleaki: lihatlah Aku menyuruh utusanku supaya ia menyiapkan jalan di hadapanKu (mal,3,17) atau Nabi Yesaya, ada suara yang berseru-seru di Padang gurun, persiapkan jalan di Padang gurun untuk Tuhan dst. (cf yes,40,3-5).

BACA JUGA  Presiden Jokowi Beri Semangat Langsung Ke Timnas U-20

Yoh Pembaptis yang berseru seru itu, tetapi dia hanyalah gema dari seruan nabi-nabi Perjanjian lama.

PESAN IMAN

Hendaknya kita menanggapi seruan Yohanes Pembaptis ini dengan sikap TOBAT untuk menanti kedatangan mesias anak Allah. Bertobat TIDAK saja mengaku dosa, tetapi terutama suatu perubahan sikap hidup untuk tinggalkan cara hidup lama dengan cara hidup baru yaitu hidup dalam rangkulan kasih sayang Allah. Amen.
Minggu Adventus 2
Yes,40,1-5,9-11
Mk,1,1-8

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu
Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu
Tiga Sakramen, Satu Keluarga, dan Sejuta Sukacita di Minggu Biasa Ke-30
Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani
25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu
Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru
40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan
Renungan Minggu Biasa XXIX: Hak Kaisar dan Hak Allah
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:49 WITA

Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:19 WITA

Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:57 WITA

Tiga Sakramen, Satu Keluarga, dan Sejuta Sukacita di Minggu Biasa Ke-30

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:52 WITA

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Berita Terbaru

Iman & Gereja

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani

Sabtu, 24 Okt 2026 - 10:31 WITA

Pater Frans Lackner & Rd. Ama Kolo Imam Perdana dari Pulau Sabu

Iman & Gereja

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:52 WITA

error: Content is protected !!