Asal-Usul Nama Nunhila, Sebuah Legenda

- Editor

Senin, 16 Januari 2017 - 03:24 WITA

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Berikut ini sebuah legenda tentang nama kelurahan Nunhila di kota Kupang, Nusa Tenggara Timur yang ditulis dalam bahasa Belanda Dalam: De Timor-Bode, No. 68 Desember 1921)

Sumber Foto : http://wikimapia.org/11507759/id/Gereja-Nunhila

Diterjemahkan oleh: Pdt. Dr. Ebenhaier I Nuban Timo

Dimuat dalam buku: Kupang Punya Cerita. Fakultas Teologi UKSW Salatiga

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mau tahu asal-usul nama untuk kelurahan Nunhila, sebuah kampung di sekitar teluk Kupang dan desa Oebelo juga di sekitar teluk Kupang? Begini ceritanya, seperti yang dikisahkan orang-orang tua dulu kepada G.J.H. le Grand di Kupang.

Ini terjadi dulu sekali. Syukurlah masih ada orang yang ingat cerita itu. Peristiwa itu terjadi di Kupang. Waktu itu malam sangat indah, bulan purnama menerangi kawasan itu.

Orang-orang di Kupang berkumpul di lapangan dekat pantai. Mereka melakukan tarian kesayangannya, hering.


Ramai sekali dan penuh kenikmatan. Sambil menari mereka melagukan pantun-pantun yang indah.

Tiba-tiba di tengah-tengah mereka berdiri seorang pemuda, tinggi, ganteng dan berpenampilan rapih. Seorang raja muda yang mempesona. Dengan sopan dia minta izin untuk ikut dalam keramaian dan sukacita. Orang-orang terkejut, tetapi merasa bangga dengan kehadiran raja muda yang ganteng itu.

Mereka membuka barisan dan mempersilahkan si pemuda itu ikut melantai.

Aduh, orang-orang itu tidak tahu bahwa pemuda itu sebenarnya adalah seekor buaya yang menjelma jadi manusia. Karena tidak tahu mereka terus saja berdansa. Suasana tiba-tiba jadi kacau. Seseorang berteriak panik: “Mana Nona Mia?”

Para penari berhenti. Mereka melihat ke sana ke mari mencari Nona Mia. Tidak ada, pemuda ganteng tadi juga tidak ada lagi di sekitar mereka. Orang-orang berpencar mencari Nona Mia dan raja muda itu.

“Oh, coba lihat di sana. Seekor buaya. Coba lihat. Dia sedang merayap menuju ke pantai. Ayo, buaya itu harus ditangkap. Dialah yang berubah menjadi pemuda tadi dan menggoda Nona Mia untuk diajak pergi.” Mereka bergegas ke pantai. Tapi buaya itu lebih dahulu tiba di laut.

“Ahui. Nona hilang. Nona hilang. Nona hilang. Mereka hanya bisa melihat buaya itu berenang ke dalam laut. Mereka terus mencari di semua tempat bahkan sampai ke pantai. Ada yang pergi melihat di antara karang-karang di sekitar pantai. Tapi mereka tidak menemukan Nona Mia. Buaya itu juga tidak pernah muncul lagi malam itu.


Sampai saat ini pantai yang dekat dengan benteng di mana buaya itu menghilang dinamakan “pantai raja muda.” Sedangkan kampung yang ada di dekat tempat pesta itu, hanya beberapa menit saja di arah barat Kupang, menerima nama yang unik: “Nona hilang” yang kemudian disatukan menjadi Nonhila. (De Timor-Bode, No. 68 Desember 1921).

Salam untuk saudara-saudari yang bermukin di Nunhila.

Sumber Tulisan : Laman Profil FB : Pdt. Eben Nuban Timo

Facebook Coment

0 tanggapan untuk “Asal-Usul Nama Nunhila, Sebuah Legenda”

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bantuan Internet Pusat Buka Isolasi di SD GMIT Nauen
Kabar Gembira! Kemendikdasmen Kucurkan Rp14 Triliun untuk Guru Non-ASN di 2026
Ini Link Alternatif Download Installer Dapodik 2026.b
Membaca Hasil TKA dari Ruang Kelas! Bukan dari Kursi Penilai
Bicara Itu Ada Seninya – eBook Praktis untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi
Sosialisasi Pergub NTT soal Iuran Pendidikan, “Pergub Ini Harus Menjadi Cermin Bersama!”
Untuk Calon Mahasiswa, Catat Jadwal Penting Ini!
Guru Bisa Bernapas Lega: Aturan 24 Jam Dirombak Total pada 2026!
Berita ini 197 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 03:44 WITA

Bantuan Internet Pusat Buka Isolasi di SD GMIT Nauen

Selasa, 27 Januari 2026 - 10:00 WITA

Kabar Gembira! Kemendikdasmen Kucurkan Rp14 Triliun untuk Guru Non-ASN di 2026

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:38 WITA

Ini Link Alternatif Download Installer Dapodik 2026.b

Minggu, 28 Desember 2025 - 07:44 WITA

Membaca Hasil TKA dari Ruang Kelas! Bukan dari Kursi Penilai

Jumat, 12 Desember 2025 - 03:52 WITA

Bicara Itu Ada Seninya – eBook Praktis untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi

Berita Terbaru

MATA BERITA

Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia

Minggu, 19 Apr 2026 - 13:55 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Tuhan dalam Keseharian

Sabtu, 18 Apr 2026 - 06:16 WITA

MATA BERITA

Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim

Kamis, 16 Apr 2026 - 08:35 WITA

MATA BERITA

Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar

Selasa, 14 Apr 2026 - 13:15 WITA

error: Content is protected !!
Exit mobile version