Panggilan Menuju Kekudusan dan Ganjaran Melimpah dari Allah

- Editor

Sabtu, 27 Juni 2026 - 17:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengenal Arti Kekudusan

Dalam Liturgi Gereja Katolik, kita sangat akrab dengan istilah “Kudus” atau “Kekudusan”. Kata ini membawa nuansa makna yang mendalam: suci, sakral, mahamulia, dan agung. Pada hakikatnya, kekudusan melekat erat pada martabat Allah. Hanya Allah yang Kudus. Namun, meski hanya Dia yang Mahakudus, Allah tetap mengundang kita untuk mengambil bagian dalam kekudusan-Nya, tentu dengan memperhatikan syarat-syarat yang telah Ia tetapkan.


Ketika Musa dipanggil Allah untuk menerima Hukum Taurat, ia merasa takut dan gemetar saat menghadap Yang Kudus. Di Perjanjian Baru, Yesus hadir sebagai bukti nyata kehadiran Allah di tengah-tengah kita. Dalam ajaran-Nya, Yesus terus mengingatkan agar kita senantiasa berusaha mencapai kesempurnaan hidup di dalam Allah yang Kudus:

BACA JUGA  Ubahlah Hatimu! - Kotbah Katolik Minggu Adventus II, 04 Desember 2022

“Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna.” (Mat. 5:48)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini menegaskan bahwa panggilan Yesus untuk mengikuti-Nya adalah sebuah panggilan menuju keselamatan, kebahagiaan, dan kesempurnaan hidup di dalam Allah.

Teladan Penghormatan terhadap Kekudusan

Dalam Bacaan Pertama dari Kitab Kedua Raja-Raja, kita diwartakan tentang bagaimana kekudusan mendatangkan berkat melimpah. Dikisahkan tentang seorang perempuan kaya di Sunem yang dengan senang hati melayani Nabi Elisa, seorang abdi Allah yang kudus.
Sebagai tanda hormat terhadap kekudusan Elisa, perempuan itu menyediakan sebuah kamar khusus lengkap dengan segala perabotannya agar Nabi Elisa dapat menginap setiap kali berkunjung ke kota itu. Sebagai ungkapan terima kasih, Nabi Elisa menubuatkan bahwa perempuan yang mandul itu akan melahirkan seorang anak laki-laki (2Raj. 4:16). Kisah ini menunjukkan bahwa Allah menyediakan ganjaran yang pantas bagi mereka yang terpaut pada kekudusan. Perempuan Sunem tersebut memperoleh berkat yang luar biasa dari Allah yang Kudus karena ia telah menghormati kekudusan nabi-Nya.

BACA JUGA  Renungan Katolik Hari Raya Tritunggal Maha Kudus

Syarat-Syarat Mengikuti Yesus Menuju Kekudusan

Sementara itu, Injil hari ini menggambarkan keterkaitan antara kekudusan dan ganjaran yang disediakan Allah bagi mereka yang hidup mengejar kesucian tersebut. Setiap orang dipanggil Allah untuk hidup dalam kekudusan melalui sebuah proses yang panjang.
Berdasarkan Injil, ada tiga hal penting yang harus diperhatikan untuk mencapai kekudusan:

Kerelaan Melepaskan Kelekatan: Kesediaan untuk tidak terikat secara berlebihan, bahkan dengan orang-orang yang paling kita kasihi (ayah, ibu, anak laki-laki, atau anak perempuan) melebihi kasih kita kepada Kristus.

Kesiapan Memikul Salib: Kesediaan untuk menyangkal diri dan memikul salib masing-masing demi mengikuti Yesus.

BACA JUGA  Kotbah Katolik Hari Minggu Biasa XIX

Kesediaan Kehilangan Nyawa: Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Yesus, ia akan memperolehnya kembali.
Oleh karena itu, sikap mengejar kesempurnaan dan kekudusan hidup adalah sebuah keharusan yang mulia dan terpuji.

Pesan Iman

Pertama: Panggilan untuk mengejar kesempurnaan dan kekudusan hidup telah menggerakkan banyak orang kudus (para santo dan santa), baik yang terkenal maupun yang tersembunyi, yang kini menjadi para pelindung dan pendoa bagi kita.

Kedua: Tuhan selalu menyediakan balasan dan berkat yang berlimpah bagi setiap orang yang bertekun dalam berbuat baik serta menghormati kekudusan-Nya.
Panduan Liturgi Hari Minggu:

Hari Minggu Biasa XIII

Bacaan I: 2Raj. 4:8-11, 14-16a

Bacaan II: Rom. 6:3-4, 8-11

Injil: Mat. 10:37-42

Facebook Coment

Penulis : Rm. Chris Taus

Editor : Del Neonub

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya
Bertobat dan Kembali kepada Tuhan: Jalan Menuju Keselamatan
Ketika Kemurahan Hati Tuhan Dianggap Tidak Adil: Renungan Minggu Biasa XXV
Mengampuni Tanpa Batas: Jalan Menuju Damai dan Belaskasih Allah
Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan
“Siapakah Aku Ini?” – Pengakuan Petrus dan Dasar Iman Gereja
Maria Diangkat ke Surga: Tanda Harapan bagi Umat Beriman
​Doa, Iman, dan Kuasa yang Meredakan Badai Hidup
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:05 WITA

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 26 September 2026 - 06:25 WITA

Bertobat dan Kembali kepada Tuhan: Jalan Menuju Keselamatan

Sabtu, 19 September 2026 - 13:12 WITA

Ketika Kemurahan Hati Tuhan Dianggap Tidak Adil: Renungan Minggu Biasa XXV

Sabtu, 12 September 2026 - 08:08 WITA

Mengampuni Tanpa Batas: Jalan Menuju Damai dan Belaskasih Allah

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:36 WITA

Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan

Berita Terbaru

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!