Menjadi Garam dan Terang Dunia: Menggarami Kehidupan, Menghalau Kegelapan

Kotbah Katolik Minggu Biasa V - Oleh Rm. Chris Taus, Pr.

- Editor

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Injil Minggu Ini: Singkat namun Padat Pesan

Ada dua kata penting dalam pesan Yesus kepada murid-murid-Nya setelah Ia menyampaikan Khotbah di Bukit: “Jadilah Garam dan Terang Dunia.” Kita semua mengenal dan merasakan manfaat dari kedua hal ini, sehingga kita pun memahami maknanya bagi kehidupan iman.

Filosofi Garam dalam Tradisi Yahudi

Garam adalah bumbu dapur paling purba yang digunakan manusia sejak zaman dahulu dan tetap bertahan hingga sekarang. Bagi bangsa Israel di Perjanjian Lama, hidup mereka sangat lekat dengan garam. Masyarakat Yahudi kuno memiliki persediaan garam yang melimpah dari pantai Laut Mati serta bukit-bukit garam (Jebel Usdum) yang terbentuk dari fosil.

BACA JUGA  Tolaklah Iblis Seperti YESUS di Padang Gurun - Kotbah Minggu Prapaskah I

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam tradisi Yahudi, garam selalu dihubungkan dengan empat hal penting:

  1. Simbol Kemurnian: Garam melambangkan kesucian karena dihasilkan secara alami oleh air laut dan sinar matahari.
  2. Pengawet dan Penyedap: Garam mencegah pembusukan dan memberikan rasa pada makanan.
  3. Tanda Perjanjian: Garam menjadi lambang perjanjian kekal antara Allah dan Israel, yang diteguhkan oleh kesetiaan Allah.
  4. Cita Rasa yang Khas: Makanan tanpa garam ibarat malam tak berbintang atau hidup tanpa cinta.

Pesan Yesus: Menjadi Garam Dunia

Atas dasar pengalaman itulah, Yesus meminta para murid-Nya menjadi garam. Kita diutus untuk memberikan “rasa” dan menjadi penangkal segala kebusukan dunia agar bumi menjadi tempat yang layak huni. Caranya adalah dengan mengubah hal yang “tawar” menjadi bermakna:

  • Membawa keadilan di tengah ketidakadilan.
  • Memberi pengharapan bagi mereka yang patah semangat.
  • Membawa kebebasan bagi mereka yang tertindas.
BACA JUGA  Terduga Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang Dibekuk Aparat Polres Belu Ketika Hendak Meninggalkan Wilayah Indonesia.

Dengan demikian, dunia menjadi tanda kehadiran kasih Allah, damai, kebenaran, dan keadilan. Namun, Yesus juga mengingatkan bahaya jika garam menjadi tawar, karena ia tidak akan berguna lagi selain dibuang dan diinjak orang.

Pesan Yesus: Menjadi Terang Dunia

Sebagai terang, para murid harus seperti kota yang terletak di atas bukit atau pelita di dalam rumah yang menyinari semua orang. Kita dipanggil menjadi terang yang terpancar melalui perilaku baik untuk menghalau kegelapan dan kesuraman hidup:

  • Di tengah kemiskinan, hadir dengan sikap berbelarasa.
  • Di tengah kedukaan, hadir memberikan penghiburan.
  • Di tengah sakit penyakit, hadir memberikan penguatan.
BACA JUGA  Starlink Masuk Desa: SMPN 1 Fatuleu Barat Libas Kendala Sinyal saat TKA

Nabi Yesaya pun telah mengingatkan bangsa Israel di pembuangan Babel bahwa mereka akan bercahaya laksana fajar ketika mereka peduli pada sesama: membela yang lemah, menderita bersama yang sakit, dan berbagi dengan yang berkekurangan.

Pesan Iman untuk Kita

  1. Hendaknya setiap kita menjadi garam yang menangkal segala kebusukan moral dengan berperilaku baik. Kebaikan harus mampu mengalahkan kejahatan apa pun.
  2. Hendaknya kita menjadi terang yang mengantar orang lain pada sukacita, damai, dan persahabatan sejati.

Minggu Biasa V Bacaan: Yes 58:7-10; Mat 5:13-16

Editor: Del Neonub

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu
Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu
Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani
25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu
Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru
40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan
Renungan Minggu Biasa XXIX: Hak Kaisar dan Hak Allah
Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:49 WITA

Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:19 WITA

Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:52 WITA

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:46 WITA

40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan

Berita Terbaru

Iman & Gereja

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani

Sabtu, 24 Okt 2026 - 10:31 WITA

Pater Frans Lackner & Rd. Ama Kolo Imam Perdana dari Pulau Sabu

Iman & Gereja

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:52 WITA

error: Content is protected !!