Makna Pembaptisan Yesus: Solidaritas Tuhan dengan Manusia Berdosa

Yesus Sang Hamba Allah: Solidaritas dan Perutusan

Hari Minggu ini, Liturgi Gereja merayakan Pesta Pembaptisan Tuhan. Yesus dibaptis di Sungai Yordan oleh Yohanes Pembaptis. Yesus yang adalah Tuhan, turun ke Sungai Yordan dan meminta dibaptis.

Pembaptisan Yohanes adalah pembaptisan pertobatan bagi mereka yang berdosa. Yesus turut berdiri di antara orang-orang berdosa yang ingin dibaptis. Ini adalah sebuah kesengajaan ilahi Allah Bapa, membiarkan Yesus solider dengan orang-orang berdosa, karena untuk inilah Yesus diutus.

BACA JUGA  Air Berkah Umbul Jumpit dan Makna bagi Umat Buddha

Penyertaan Roh Kudus dan Pengakuan Bapa

Saat pembaptisan Yesus adalah saat rahmat, sebab Allah Bapa sendiri mengurapi Putra-Nya dengan Roh Kudus sebagai tanda pengesahan dan pelantikan-Nya. Ini merupakan pemakluman bahwa Yesus adalah Putra-Nya yang terkasih, kepada-Nya Allah berkenan.

Karena itu, ketika Yesus dibaptis, terjadilah hal-hal yang luar biasa. Saat Yesus keluar dari air, langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Terdengarlah suara dari surga: “Inilah Putra-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Dengan pembaptisan ini, Yesus tampil dan mulai berkarya dengan kuasa Roh Kudus serta berkarya atas nama Allah. Allah Bapa sangat menaruh harapan dan berkenan kepada-Nya.

BACA JUGA  Adventus IV: Ketaatan Yosef dan Maria dalam Rencana Allah

Penggenapan Nubuat Nabi Yesaya

Nabi Yesaya telah bernubuat tentang seorang Hamba Allah yang dipenuhi dengan Roh Allah. Sebagai seorang Hamba Allah yang penuh Roh, Ia sanggup melaksanakan tugas-Nya dengan baik, yakni penuh kelembutan dan kebaikan hati.

“Buluh yang patah terkulai tidak dipatahkan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak dipadamkan-Nya.” (Yesaya 42:3).

Demikian juga wawasan tugas-Nya menjangkau seluruh bangsa-bangsa. Nubuat Yesaya tentang Hamba Allah ini terpenuhi dalam diri Yesus yang sangat berkenan kepada Allah Bapa.

Makna Bagi Kita

Pembaptisan Yesus menjadi dasar pembaptisan Gereja dan pembaptisan kita. Ketika kita dibaptis, kita diurapi dengan Roh Kudus dan menjadi putra-putri Allah yang berkenan kepada Bapa.

BACA JUGA  Kotbah Katolik Minggu 08 September 2024, Minggu Biasa 23

Maka dengan kekuatan Roh Kudus, kita menerima tugas panggilan baru menjadi saksi hidup tentang Yesus, yakni:

  • Menghadirkan Yesus dalam hidup keseharian kita.
  • Memberi damai bagi sesama, terutama mereka yang terpinggirkan.
  • Memperlihatkan kebaikan dan belas kasih kepada siapa saja.
  • Tidak hidup untuk diri sendiri, tetapi untuk orang lain.

Hal-hal ini hendaknya kita lakukan setiap hari. Amin.

Minggu Pembaptisan Tuhan / Minggu Biasa I Bacaan: Yesaya 42:1-4, 6-7; Matius 3:13-17

Facebook Coment
error: Content is protected !!