Air Berkah Umbul Jumpit dan Makna bagi Umat Buddha

- Editorial Staff

Senin, 16 Mei 2022 - 00:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, news.matatimor.net – InfoPublik – Kabut di lereng gunung Sindoro, tepatnya di Desa Jumprit, Kabupaten Temanggung mulai turun, Minggu (15/5/2022) jelang siang itu. Hawa dingin pun menusuk tulang.

Senandung ritual terdengar berkumandang di kawasan Umbul Jumprit sebagai tanda dimulainya prosesi pengambilan air berkah oleh ratusan Bikkhu, Bhikuni, dan umat Buddha Indonesia dari berbagai majelis. 

Prosesi pengambilan air berkah dari mata air alam Umbul Jumprit itu merupakan rangkaian dalam menyambut perayaan Tri Suci Waisak 2566 Tahun Buddhis.

Prosesi ritual berlangsung dengan khidmat. Perwakilan majelis bergantian melakukan ritual yang diawali dengan penyalaan dupa dan lilin panca warna. 

Usai melakukan ritual, para Bikkhu dan Bhikuni kemudian mengambil air bekah yang berjarak sekitar 20 meter dari lokasi  ritual. 

Para Bikkhu dan Bhikuni secara bergiliran berjalan ke arah Sendang berbentuk gua tempat mata air mengalir. 

Di sepanjang jalan menuju Sendang, tampak dupa-dupa kecil menghiasi tebing di bawah pohon beringin dan cemara yang berusia puluhan tahun. 

Para Bikkhu kemudian mengambil air berkah dan dimasukkan ke dalam kendil berhias bunga melati dengan gayung dari batok kelapa.

BACA JUGA  Kabar Gembira! Bupati Kupang Pastikan TPP ASN Dibayar Penuh!

Di bawah Sendang, terdapat makam Eyang Jumprit yang wafat pada 1308. Menurut warga sekitar, Sendang Umbul Jumprit sudah ada sejak zaman kerajaan Majapahit yang menjadi tempat bertapa para rohaniawan Buddha dan Hindu. 

Ada delapan majelis Buddha yang mengikuti ritual air berkah, yakni Majelis Theravada Indonesia, Sangha Theravada Dharmayut Indonesia, Sangha Mahayana, Sangha Tantrayana Palpung, Sangha Mahanikaya Indonesia, Majelis Kasogatan dan Madatantri, Majelis Agama Buddha Guangji Indonesia dan Majelis Matresia. 

Prosesi ritual pengambilan berkah ini mendapat penjagaan dari Satpol PP, Babinsa, dan Brimob Polres Temanggung.

Makna Air Berkah

Tampak hadir membersemai dalam ritual pengambilan air berkah, Kabag Keuangan dan Umum Ditjen Bimas Buddha Kementerian Agama Triroso, para Pembimas Buddha dan tokoh masyarakat setempat. 

Mewakili Plt Dirjen Bimas Buddha, Triroso, mengatakan pengambilan air berkah yang digelar setiap menyambut perayaan Waisak memiliki makna mendalam bagi umat Buddha di Indonesia. 

“Dalam agama Buddha, tentunya kita menyambut perayaan Waisak dengan menyelaraskan alam dan air yang menjadi sumber kehidupan, kebersihan dan lambang kerendahan hati serta ketenangan dalam kehidupan,” kata Triroso usai prosesi pengambilan air berkah di Umbul Jumprit. 

BACA JUGA  Siswa SMAN 1 Takari Dilarang Ikut Ujian, gegara Tunggak Iuran Komite

“Untuk itu tradisi pengambilan air berkah ini akan tetap dilestarikan dan memaknainya bukan sekedar ritual melainkan secara esensial dari air yang perlu dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari,” sambungnya. 

Kementerian Agama melalui Ditjen Bimas Buddha lanjutnya Triroso menghimbau kepada segenap umat Buddha Indonesia untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan dalam perayaan Waisak tahun ini. 

“Pandemi belum berakhir. Mari kita tetap disipilin dengan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19. Semoga berkah para Bhanthe dan Bikkhu dapat mengakhiri pandemi di negeri ini,” harap Triroso. 

Prosesi pengambilan berkah di Umbul Jumprit merupakan rangkaian ke empat menyambut perayaan Tri Suci Waisak 2566. Sebelumnya, karya bakti, bakti sosial, dan pengambilan api Dharma di Mrapen. 

Aktivitas ritual ini sempat terhenti selama dua tahun yakni 2020-2021 akibat pandemi COVID-19. 

Air berkah yang diambil dari Umbul Jumprit kemudian diarak menggunakan mobil dengan pengawalan polisi menuju candi Mendut untuk disemayamkan dan disakralkan. 

Tiba di Candi Mendut, air berkah disambut dan diterima oleh Plt Dirjen Bimas Buddha Nyoman Suriadarma bersama perwakilan majelis Buddha diantaranya Walubi dan Permabudhi. 

BACA JUGA  Paus Fransiskus hadiri Misa Minggu Palem setelah dirawat

Di hadapan umat Buddha yang menyambut kedatangan air berkah, Plt Dirjen Bimas Buddha Kemenag Nyoman Suriadarma menyampaikan ucapan terima kasih atas lancarnya prosesi pengambilan air berkah di Umbul Jumprit. 

Nyoman Suriadarma menambahkan api dan air sudah diterima untuk kemudian disemayamkan.

“Air dari sisi nyata adalah sumber energi dalam tubuh. Dari aspek simbolis air ini salah satu bentuk kerendahan hati karena air mengalir selalu mencari tirik rendah,” kata Nyoman Suriadarma. 

“Dan air selalu juga tidak membeda-bedakan siapa yang harus diberikan kehidupan. Itulah air yang sesungguhnya sangat universal manfaatnya sehingga kehidupan tetap berjalan sampai hari ini,” sambungnya. 

Dijelaskan Nyoman Suriadarma, rangkaian kegiatan akan berlanjut besok pagi di mana air dan api akan di bawa ke candi Agung Borobudur dan malamnya dengan kegiatan detik-detik perayaan Waisak. 

“Kami dari Kementerian Agama sangat senang dan berbahagia serta mendukung agar perayaan Waisak dapat berjalan lancar dan umat Buddha merasakan kebahagian dalam mengikuti prosesi perayaan Waisak yang mengusung tema Jalan Kebijaksanaan Menuju Kebahagiaan,” tutupnya.

Foto dab sumber: Humas Kemenag

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI
Bertobat dan Kembali kepada Tuhan: Jalan Menuju Keselamatan
Kadis Pendidikan NTT Apresiasi Inovasi MKKS SMA Kabupaten Kupang Hadapi TKA 2026
Ketika Kemurahan Hati Tuhan Dianggap Tidak Adil: Renungan Minggu Biasa XXV
19 Tim Ramaikan Turnamen Voli Milenial Cup I Desa Kalali
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 06:09 WITA

Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait

Senin, 28 September 2026 - 13:57 WITA

SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek

Senin, 28 September 2026 - 05:09 WITA

Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”

Sabtu, 26 September 2026 - 10:25 WITA

Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI

Sabtu, 26 September 2026 - 06:25 WITA

Bertobat dan Kembali kepada Tuhan: Jalan Menuju Keselamatan

Berita Terbaru

Iman & Gereja

Bertobat dan Kembali kepada Tuhan: Jalan Menuju Keselamatan

Sabtu, 26 Sep 2026 - 06:25 WITA

error: Content is protected !!