Basilika Lateran: Induk Segala Gereja, Tanda Persatuan Iman Katolik

- Editor

Sabtu, 8 November 2025 - 02:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesta Wajib: Pemberkatan Gereja Basilika Lateran

Hari Minggu Biasa ke-32 – 9 November 2025

Setiap tanggal 9 November, Gereja Katolik merayakan Pesta Wajib Pemberkatan Gereja Basilika Lateran. Tahun ini, perayaan tersebut bertepatan dengan Hari Minggu Biasa ke-32.

Makna Basilika Lateran

Basilika Lateran adalah gereja katedral pertama bagi Uskup Roma, yang sekaligus adalah Paus. Basilika ini didirikan oleh Kaisar Konstantinus Agung, putra Santa Helena, pada tahun 324 Masehi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Basilika Lateran memiliki makna penting karena menjadi induk dari semua gereja, baik di Roma maupun di seluruh dunia. Karena itu, Basilika Lateran disebut sebagai gereja paroki pertama bagi umat Katolik sejagat.
Kini, basilika ini dikenal dengan nama Gereja Santo Yohanes Lateran.

BACA JUGA  Sampaikan Aspirasi Secara Damai, Masyarakat Fatuleu Barat Datangi Puskesmas Poto

Bacaan dan Injil Hari Ini

Pada hari ini, meskipun merupakan Hari Minggu Biasa ke-32, liturgi Gereja menampilkan bacaan dan Injil khusus untuk memperingati pesta ini.
Injil diambil dari Yohanes 2:13–22, yang menceritakan Yesus menyucikan Bait Allah dari para pedagang lembu, kambing domba, merpati, dan para penukar uang di halaman Bait Allah.

Makna Bait Allah dalam Kitab Suci

Sejak zaman Perjanjian Lama hingga masa hidup Yesus, Bait Allah menjadi pusat kehidupan iman umat Israel. Dalam bacaan pertama, Nabi Yehezkiel (Yeh 47:1–2,8–9,12) menggambarkan Bait Allah sebagai tempat suci dengan banyak pintu di berbagai arah—timur, barat, utara, selatan—dan dari bawah ambang pintunya mengalir air yang ajaib.
Air itu tidak pernah kering dan memberi hidup bagi segala makhluk. Gambaran ini melambangkan rahmat Allah yang menghidupkan dan menyucikan.

Tindakan Yesus di Bait Allah

Ketika melihat Bait Allah berubah menjadi tempat perdagangan, Yesus melakukan empat tindakan simbolis yang sangat kuat:

  1. Membuat cambuk dari tali dan mengusir para pedagang.
    Dengan ini, Yesus menggenapi nubuat Yesaya:
    “Tuhan semesta alam akan mencambuki mereka dengan cemeti seperti Ia menghajar Midian di gunung batu Oreb.” (Yes 10:26)
  2. Mengusir para pedagang hewan korban.
    Di sekitar Bait Allah dijual lembu dan kambing untuk korban persembahan. Namun, transaksi itu sering disertai penipuan demi keuntungan, sehingga mencemari kesucian rumah Allah.
  3. Membalikkan meja para penukar uang.
    Uang asing yang bergambar kaisar atau dewa tidak boleh dimasukkan ke dalam peti persembahan. Karena itu diperlukan money changer untuk menukar dengan mata uang Yahudi (dinar). Namun, kegiatan ini pun sering disalahgunakan untuk mencari untung.
  4. Menegur para pedagang merpati.
    Burung merpati digunakan oleh keluarga miskin untuk persembahan dan pentahiran. Yesus tahu hal ini, maka Ia berkata dengan lembut:
    “Ambillah semuanya dari sini, janganlah kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.” (Luk 2:16) Kita diingatkan pada kisah Yusuf dan Maria yang mempersembahkan Yesus di kenisah dengan membawa sepasang burung merpati—tanda kesederhanaan mereka.
BACA JUGA  Karlos Kiik, Kaum Disabilitas di Malaka Bertahun Ditelantarkan

Makna Tindakan Yesus

Dengan tindakan-tindakan itu, Yesus menggenapi firman Mazmur:
“Cinta akan rumah-Mu menghanguskan aku.” (Mzm 69:10)

Artinya, Yesus dengan penuh cinta dan kuasa ilahi mengembalikan Bait Allah pada kesuciannya yang sejati. Walaupun tubuh-Nya kelak akan “dihanguskan” di kayu salib, melalui korban salib itu justru terbuka pintu kebangkitan yang mulia.

BACA JUGA  Homili Minggu - Hari Raya Sto. Petrus dan Paulus

Ketika orang-orang bertanya tentang dasar tindakan-Nya, Yesus berkata:
“Rombaklah Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.”
Yang dimaksud Yesus adalah tubuh-Nya sendiri, sebab sejak kebangkitan-Nya, tubuh Kristus menjadi Bait Allah yang baru.

Pesan Iman

  1. Gereja adalah Rumah Allah.
    Maka, hendaklah kita selalu bersikap hormat, hening, dan penuh bakti ketika berada di dalamnya.
  2. Tubuh kita adalah bait Roh Kudus.
    Melalui sakramen baptis, tubuh kita menjadi tempat kediaman Roh Allah. Karena itu, jagalah kesucian hidup dan hormatilah tubuh sendiri maupun sesama sebagai tempat tinggal Allah yang hidup.

Amin.

Facebook Coment

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup
Yesus Sang Gembala Baik dan Minggu Panggilan
FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM
Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia
Menemukan Tuhan dalam Keseharian
Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim
Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar
Komisi X DPR Usul Gaji Minimal Guru Rp 5 Juta, Bonnie Triyana: Anggaran Kita Cukup
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:32 WITA

Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup

Sabtu, 25 April 2026 - 16:52 WITA

Yesus Sang Gembala Baik dan Minggu Panggilan

Kamis, 23 April 2026 - 06:32 WITA

FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM

Minggu, 19 April 2026 - 13:55 WITA

Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia

Sabtu, 18 April 2026 - 06:16 WITA

Menemukan Tuhan dalam Keseharian

Berita Terbaru

Kotbah Katolik Minggu Paskah V - Gambar Komsos Paroki Camplong

MATA BERITA

Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:32 WITA

Kotbah Minggu Paskah IV - Hari Minggu Panggilan, Gambar: redaksi matatimor

KOTBAH & RENUNGAN

Yesus Sang Gembala Baik dan Minggu Panggilan

Sabtu, 25 Apr 2026 - 16:52 WITA

MATA BERITA

FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM

Kamis, 23 Apr 2026 - 06:32 WITA

Desain Oleh: Tim Kreatif matatimor.net

MATA BERITA

Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia

Minggu, 19 Apr 2026 - 13:55 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Tuhan dalam Keseharian

Sabtu, 18 Apr 2026 - 06:16 WITA

error: Content is protected !!