Forum Guru NTT dorong Pemimpin Pendidikan Agar bermental CEO

Opini Oleh : Jusup Koe Hoea

- Editor

Senin, 20 Oktober 2025 - 12:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jusup Koe Hoea - Forum Guru NTT

Jusup Koe Hoea - Forum Guru NTT

Mewujudkan One Village One Product: Forum Guru NTT Dorong Pejabat Dinas Pendidikan, Pengawas, dan Kepala Sekolah Bermental CEO.

Kupang, Oktober 2025, Forum Guru Nusa Tenggara Timur (NTT) menyerukan pentingnya transformasi kepemimpinan dunia pendidikan untuk mendukung program strategis Pemerintah Provinsi NTT, “One Village One Product” (OVOP). Program ini dinilai hanya akan efektif jika diintegrasikan dengan sistem pendidikan yang produktif, inovatif, dan berpihak pada pengembangan ekonomi lokal.

Ketua Umum Forum Guru NTT, Jusup Koe Hoea, menegaskan bahwa seluruh pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pengawas, serta kepala sekolah di NTT harus bermental seperti CEO — pemimpin yang berani mengambil keputusan, mampu membaca peluang, mengelola sumber daya, dan menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

ads

MURAH! Hubungi 08113810024

“Kepala sekolah tidak boleh hanya jadi pengelola administrasi. Ia harus berpikir seperti CEO — kreatif, berani berinovasi, dan bertanggung jawab membawa sekolahnya tumbuh produktif,” tegas Jusup Koe Hoea di Kupang.

Siapa itu Pemimpin Bermental CEO?

Sosok CEO (Chief Executive Officer) bukan hanya pemimpin perusahaan, melainkan figur yang berpikir strategis, menumbuhkan ide-ide baru, dan menjadikan tantangan sebagai peluang. Ia memimpin dengan visi jangka panjang, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil. Dalam konteks pendidikan, kepala sekolah bermental CEO adalah pemimpin yang mampu mengelola potensi guru, siswa, dan lingkungan menjadi kekuatan nyata bagi pembangunan daerah.

“Seorang kepala sekolah bermental CEO tidak menunggu bantuan, tapi menciptakan peluang. Ia tidak sekadar memimpin rapat, tapi menyalakan semangat perubahan,” ujar Jusup.

BACA JUGA  Forum Guru NTT: Apresiasi Pembayaran Tunjangan Sertifikasi Tepat Waktu

Integrasi Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi

Forum Guru NTT menilai, sekolah harus menjadi pusat inovasi dan pemberdayaan ekonomi. Kurikulum tidak boleh berhenti pada teori, tetapi harus melahirkan siswa yang mampu menghasilkan produk, jasa, atau solusi bagi masyarakat. Untuk menopang visi itu, Forum Guru NTT memperkenalkan metode CSK-JK sebagai model pengajaran dan manajemen sekolah:

Character Building: membangun integritas, tanggung jawab, dan kepemimpinan moral.

Skill Development: menumbuhkan keterampilan praktis, kreativitas, dan kewirausahaan. Knowledge Acquisition: memperkuat penguasaan ilmu pengetahuan dan daya pikir kritis.

“Metode CSK-JK adalah pilar yang membuat siswa tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter dan produktif. Inilah dasar lahirnya generasi pelopor ekonomi daerah,” tambah Jusup.

Sekolah Sebagai Inkubator Produk Desa maupun kota

Forum Guru NTT mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT untuk menyusun peta kolaborasi pendidikan dan ekonomi lokal, di mana sekolah menjadi mitra strategis pemerintah desa dan pelaku UMKM. Sekolah dapat menjadi inkubator produk — mulai dari kerajinan tangan, pertanian organik, olahan hasil laut, hingga teknologi tepat guna.

BACA JUGA  Miris, Pesta Demokrasi Diambang Pintu, Namun Janji Politik bagi Lansia Di Belu Hanya Sebuah Dongeng

“Bayangkan jika setiap sekolah di NTT mampu menghasilkan satu produk unggulan berbasis potensi lokal. Maka, visi ‘One Village One Product’ akan menjelma menjadi gerakan nyata dari ruang kelas,” tutur Jusup dengan penuh optimisme.

Pendidikan Bernilai, Kepemimpinan Bermartabat

Forum Guru NTT menegaskan, semangat CEO mindset dalam pendidikan bukan soal mengejar keuntungan, melainkan soal membangun efektivitas, tanggung jawab, dan dampak sosial yang nyata. Kepala sekolah bermental CEO adalah pemimpin yang menanamkan nilai karakter sambil menumbuhkan semangat inovasi.

“Pendidikan yang bermartabat bukan yang sibuk menunggu perintah birokrasi, tapi yang berani memimpin perubahan dan menyalakan api kemandirian di desa-desa,” tutup Jusup Koe Hoea.

Facebook Coment

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saling Menegur dalam Kasih: Jalan Menuju Kesucian Hidup
Duka Flores, Goyang “Bosan Hala” dan Jebakan Kacamata Hitam Media Sosial
Final Piala Dunia 2026: Takdir Sejarah vs. Kekuatan Devosi
Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN
Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti
Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi
Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 07:38 WITA

Saling Menegur dalam Kasih: Jalan Menuju Kesucian Hidup

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:31 WITA

Duka Flores, Goyang “Bosan Hala” dan Jebakan Kacamata Hitam Media Sosial

Kamis, 16 Juli 2026 - 06:45 WITA

Final Piala Dunia 2026: Takdir Sejarah vs. Kekuatan Devosi

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:03 WITA

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN

Senin, 29 Juni 2026 - 20:16 WITA

Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti

Berita Terbaru

Iman & Gereja

Mengampuni Tanpa Batas: Jalan Menuju Damai dan Belaskasih Allah

Sabtu, 12 Sep 2026 - 08:08 WITA

BERITA

Saling Menegur dalam Kasih: Jalan Menuju Kesucian Hidup

Sabtu, 5 Sep 2026 - 07:38 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan

Sabtu, 29 Agu 2026 - 10:36 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

“Siapakah Aku Ini?” – Pengakuan Petrus dan Dasar Iman Gereja

Sabtu, 22 Agu 2026 - 20:32 WITA

error: Content is protected !!