PERTRANSIIT BENEFACIENDO, AD VITAM AETERNAM

- Editor

Sabtu, 5 April 2025 - 19:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PERRANSIIT BENEFACIENDO AD VITAM AETERNAM!*

Mari kita bersama merenungkan kedalaman makna wafatnya Uskup Agung Emeritus Kupang, Mgr. Petrus Turang, dengan motto “Pertransiit benefaciendo” (“Ia berlalu sambil berbuat baik” – Kis 10:38),

Kematian sebagai Penyempurnaan “Pertransiit Benefaciendo”

Motto Mgr. Turang merujuk pada hidup Yesus yang “berjalan berbuat baik” hingga kematian-Nya. Dalam terang iman Katolik:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Kematian adalah akhir perjalanan duniawi, tetapi awal persatuan dengan Kristus. Seperti Yesus yang “telah menyelesaikan karya yang Bapa berikan kepada-Nya” (Yoh 17:4), Mgr. Turang telah menyelesaikan tugas penggembalaannya.
  • Kesetiaan pada kebenaran (sifat tegas & blak-blakannya) mencerminkan kesaksian iman (martirion), meski bukan martir darah.
  • Kelembutan dalam relasi menunjukkan caritas (kasih Kristiani), yang adalah hukum tertinggi (1 Kor 13:13).
    Kematiannya mengingatkan bahwa kesetiaan pada kebenaran dan kasih harus berjalan bersama, sebagaimana hidup Kristus.
BACA JUGA  Buku Saku SUNU || Margarita D.I Ottu,S.Pd,M.Pd.K

Jiwa yang Abadi dan Tubuh yang Fana

Menurut St. Thomas Aquinas:

  • Manusia adalah “jiwa yang menghidupkan tubuh” (anima forma corporis). Kematian Mgr. Turang adalah perpisahan sementara jiwa dari tubuh, tetapi bukan kehancuran total.
  • Jiwa rasional (anima intellectiva) bersifat abadi karena mampu mengenal kebenaran universal (seperti kebaikan, keadilan, dan Allah). Sifat tegas Mgr. Turang dalam kebenaran adalah ekspresi jiwa rasional yang mencari Bonum Verum (Kebaikan dan Kebenaran Objektif).
  • Tubuh akan dibangkitkan pada akhir zaman—sehingga penghormatan pada jenazahnya adalah pengakuan akan martabat tubuh sebagai bagian dari pribadi.
BACA JUGA  Spiritualitas Belas Kasih dalam Lingkungan Pedesaan

Kematian bukanlah akhir, melainkan transisi menuju kepenuhan hidup dalam Allah.

Martabat Pribadi dan Relasi yang Menguduskan

Mgr. Turang dikenal tegas dalam prinsip tetapi lembut dalam relasi. Ini selaras dengan personalisme Katolik (seperti pemikiran St. Yohanes Paulus II):

  • Setiap pribadi unik dan bernilai mutlak karena diciptakan secara imago Dei (gambar Allah). Ketegasannya adalah bentuk penghormatan pada kebenaran objektif, sementara kelembutannya adalah pengakuan akan martabat pribadi orang lain.
  • Relasi yang menguduskan: Kepemimpinannya bukan sekadar administratif, tetapi pelayanan kasih yang membentuk komunio (persekutuan).
    Pesan bagi Gereja Kupang:
    Warisan terbesarnya bukan hanya kebijakan pastoral, tetapi teladan sebagai “pribadi yang utuh”—berintegritas dalam kebenaran dan berbelas kasih dalam relasi.

Peristiwa berpulangnya Mgr. Turang mengajar dan menegaskan kepada kita semua tiga hal berikut:

  1. Iman Katolik → Kematiannya adalah pemenuhan motto hidupnya: “Pertransiit benefaciendo”, kini ia berjumpa dengan Kristus, Sang Gembala Agung.
  2. Metafisika Thomistik → Jiwa abadinya kini dalam tangan Allah, menantikan kebangkitan tubuh.
  3. Personalisme → Ketegasan & kelembutannya meninggalkan jejak pribadi yang otentik, menginspirasi umat untuk hidup dalam kebenaran & kasih.
BACA JUGA  Telaah Ritual Seksualitas Masyarakat Atoni Pah Meto

Ajaran Hidup dari Kepergian Sang Gembala

  • Bagi yang berduka: Jangan berhenti pada kesedihan, tetapi hiduplah seperti dia—berpegang pada kebenaran dan berbelas kasih.
  • Bagi Gereja Kupang: Teruskan semangatnya dengan setia pada iman dan giat dalam pelayanan.
  • Bagi Mgr. Turang sendiri: “Requiem aeternam dona ei, Domine” (Semoga Tuhan menganugerahinya istirahat kekal).
    “Kematian seorang uskup bukanlah akhir karyanya, melainkan awal penggenapannya dalam Tuhan.”
Facebook Coment

Penulis : RD. Patris Allegro

Editor : Del Neonub

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korupsi Rampas Hak Rakyat, Forum Guru NTT Ajak Warga Melapor
Kepala Sekolah Bukan Jabatan Permanen: Pemberhentian adalah Corrective Action, Bukan Hukuman
Di Balik Dinamika Pelantikan Pejabat “Tanpa SK” di Kabupaten Kupang
NTT: Kemiskinan yang Dipelihara Sistem
Membaca Hasil TKA dari Ruang Kelas! Bukan dari Kursi Penilai
Legenda Nepo, Kolu, dan Kelahiran Koru
Forum Guru NTT: Apresiasi Pembayaran Tunjangan Sertifikasi Tepat Waktu
Hilangnya “Budi” di Ruang Kelas NTT: Alarm Serius Krisis Moral
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:43 WITA

Korupsi Rampas Hak Rakyat, Forum Guru NTT Ajak Warga Melapor

Rabu, 25 Februari 2026 - 06:01 WITA

Kepala Sekolah Bukan Jabatan Permanen: Pemberhentian adalah Corrective Action, Bukan Hukuman

Sabtu, 3 Januari 2026 - 12:56 WITA

Di Balik Dinamika Pelantikan Pejabat “Tanpa SK” di Kabupaten Kupang

Senin, 29 Desember 2025 - 00:57 WITA

NTT: Kemiskinan yang Dipelihara Sistem

Minggu, 28 Desember 2025 - 07:44 WITA

Membaca Hasil TKA dari Ruang Kelas! Bukan dari Kursi Penilai

Berita Terbaru

Desain Oleh: Tim Kreatif matatimor.net

MATA BERITA

Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia

Minggu, 19 Apr 2026 - 13:55 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Tuhan dalam Keseharian

Sabtu, 18 Apr 2026 - 06:16 WITA

Indografis oleh matatimor.net

MATA BERITA

Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim

Kamis, 16 Apr 2026 - 08:35 WITA

Indografis by matatimor.net

MATA BERITA

Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar

Selasa, 14 Apr 2026 - 13:15 WITA

error: Content is protected !!